Ditemukan Cacing Hati pada Hewan Kurban di Magetan, Disnakkan Pastikan Daging Tetap Aman
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 64
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan menemukan kasus cacing hati pada dua ekor sapi kurban saat pemeriksaan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Magetan pada momentum Iduladha tahun ini.
Kepala Disnakkan Kabupaten Magetan, Nur Haryani mengatakan temuan tersebut diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan organ dalam setelah proses penyembelihan.
“Pada pemeriksaan hati ditemukan dua ekor yang harus disisihkan karena terdapat cacing dan kondisi hatinya juga sudah tidak baik,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Meski ditemukan cacing pada organ hati, Nur Haryani memastikan daging sapi dari hewan tersebut masih aman untuk dikonsumsi masyarakat. Hanya bagian hati yang rusak dan terinfeksi yang tidak diperbolehkan dibagikan.
“Hatinya tidak boleh dikonsumsi karena struktur hatinya sudah rusak akibat infestasi cacing. Tetapi untuk dagingnya masih bisa dikonsumsi,” jelasnya.
Ia menerangkan setiap hewan kurban yang masuk ke RPH terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi fisik hewan sebelum dipotong hingga pemeriksaan organ setelah penyembelihan.
“Harus dipastikan ternak kurban itu sehat. Sebelum dipotong ada pemeriksaan fisik dan pengecekan penyakit. Setelah dipotong juga ada pemeriksaan lagi,” katanya.
Selain melakukan pengawasan langsung di lapangan, Disnakkan Magetan tahun ini juga membuka layanan call center bagi masyarakat maupun panitia kurban di desa dan kelurahan.
Layanan tersebut dibuka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan konsultasi cepat terkait kondisi kesehatan hewan kurban di lokasi penyembelihan.
“Kami membuka call center karena keterbatasan petugas di lapangan. Kalau ada masalah terkait ternak kurban, masyarakat bisa langsung video call dengan petugas kami,” pungkasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





