Berita Terkini
Trending Tags

Kunjungi Pasar Plaosan, Wakil Kepala BGN Soroti Dampak MBG terhadap Stabilitas Harga Hortikultura

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nanik S Deyang pantau harga hortikultura di Pasar Plaosan. (1/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk memantau perkembangan harga komoditas hortikultura sekaligus melihat secara langsung aktivitas perdagangan yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan tersebut, Nanik yang juga membidangi Komunikasi Publik dan Investigasi serta menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan. Senin (1/6/2026).

Kehadiran rombongan disambut antusias para pedagang dan masyarakat yang tengah beraktivitas di pasar. Nanik juga menyempatkan diri memborong sebagian dagangan sayuran milik pedagang serta membagikan bingkisan kepada sejumlah pedagang sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha pasar tradisional.

“Kami ingin memas memastikan rantai pasok bahan pangan untuk program MBG berjalan baik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan pedagang lokal,” terang Nanik.

Di hadapan pedagang dan awak media, Nanik menjelaskan bahwa keberadaan program MBG mulai memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga sejumlah komoditas hortikultura yang dihasilkan petani Magetan, khususnya di kawasan Plaosan yang selama ini dikenal sebagai sentra sayuran di lereng Gunung Lawu.

Menurutnya, sejumlah komoditas yang sebelumnya sering mengalami anjlok harga saat panen raya kini mulai menunjukkan tren yang lebih baik seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

“Selada dulu pernah tidak ada harganya, bahkan hanya sekitar Rp5.000 per kilogram. Sekarang harganya jauh lebih baik. Wortel dan buncis yang dulu pernah turun hingga Rp3.000 per kilogram kini relatif stabil, bahkan di tingkat petani sudah berada di kisaran Rp12.000 per kilogram,” ujar Nanik.

Ia mengatakan hasil pertanian dari Magetan tidak hanya diserap untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat, tetapi juga dipasok ke sejumlah daerah lain seperti Ngawi, Madiun dan Ponorogo yang turut menjalankan program MBG.

“Kebutuhan bahan pangan untuk MBG itu tinggi. Jadi tentunya mampu menjaga stabilitas harga dan mengurangi risiko kerugian yang selama ini kerap dialami petani akibat melimpahnya hasil panen,” imbuhnya.

Untuk memperkuat dampak program terhadap kesejahteraan petani, Nanik mengaku telah menginstruksikan para koordinator wilayah agar aktif memantau perkembangan harga komoditas pertanian. Jika terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga signifikan, maka bahan pangan tersebut dapat diprioritaskan untuk digunakan dalam penyediaan menu MBG.

“Kalau ada komoditas yang harganya turun, misalnya pokcai, nanti bisa diprioritaskan untuk digunakan. Dengan begitu permintaannya meningkat dan harga di tingkat petani juga ikut terdorong naik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak melakukan intervensi maupun penetapan harga terhadap komoditas pertanian. Harga tetap mengikuti mekanisme pasar. Namun, meningkatnya volume pembelian melalui program MBG diyakini dapat menciptakan permintaan yang lebih stabil sehingga harga hasil pertanian tidak mudah jatuh.

Selama ini, kata dia, petani hortikultura di Magetan kerap menghadapi fluktuasi harga yang tajam. Komoditas seperti tomat, wortel, maupun sayuran daun lainnya pernah mengalami penurunan harga drastis saat pasokan melimpah.

“Artinya tidak ada penentuan harga. Harga tetap mengikuti pasar. Tetapi ketika serapannya tinggi, harga tidak akan mudah jatuh. Ini yang insyaallah akan memperbaiki kondisi ekonomi, bukan hanya bagi pedagang tetapi juga bagi petani,” katanya.

Melalui kunjungan tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah melalui peningkatan serapan hasil pertanian lokal dan penguatan kesejahteraan petani. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evakuasi Dramatis Soerang Nenek Yang Tercebur Sumur

    Evakuasi Dramatis Soerang Nenek Yang Tercebur Sumur

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Glonggong Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun dikejutkan dengan seorang nenek tercebur sumur di belakang rumahnya. Warga dan petugas dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun mengevakuasi Tuminem 75 tahun warga setempat. Proses evakuasi korban memakan waktu yang cukup lama dengan menggunakan alat katrol. Proses evakuasi harus berhati hati saat […]

    Bagikan
  • Ratusan Calon Jemaah Haji Madiun Jalani Vaksinasi Meningitis photo_camera 3

    Ratusan Calon Jemaah Haji Madiun Jalani Vaksinasi Meningitis

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Madiun mulai menjalani vaksinasi meningitis sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ibadah haji 2026. Vaksinasi dilaksanakan di masing-masing puskesmas dan mulai berjalan sejak pekan ini, Jumat (6/2/2026). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan seluruh calon jemaah […]

    Bagikan
  • Tak Mau Ambil Risiko Saat Mudik, KAI Daop 7 Madiun Periksa Jalur KA Talun–Tulungagung

    Tak Mau Ambil Risiko Saat Mudik, KAI Daop 7 Madiun Periksa Jalur KA Talun–Tulungagung

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan kesiapan sarana dan prasarana perjalanan kereta api. Salah satu langkah yang dilakukan adalah inspeksi jalur menggunakan lori dresin dari Stasiun Talun hingga Stasiun Tulungagung. Kegiatan cek lintas tersebut dipimpin langsung Vice President Daop 7 Madiun, […]

    Bagikan
  • Telusuri Aliran Dana, Kejari Magetan Fokus “Follow the Money” Kasus Korupsi Pokir DPRD

    Telusuri Aliran Dana, Kejari Magetan Fokus “Follow the Money” Kasus Korupsi Pokir DPRD

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan mulai menelusuri aliran dana dalam kasus dugaan korupsi hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga turut menikmati hasil penyimpangan anggaran. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menegaskan bahwa penyidikan tidak hanya berhenti pada penetapan enam tersangka, tetapi juga akan diperluas pada penelusuran […]

    Bagikan
  • THR PPPK Paruh Waktu di Magetan Hanya Ratusan Ribu, Beredar Keluhan di Pesan Berantai

    THR PPPK Paruh Waktu di Magetan Hanya Ratusan Ribu, Beredar Keluhan di Pesan Berantai

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keluhan terkait besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Kabupaten Magetan beredar luas melalui pesan berantai di aplikasi percakapan pada Sabtu (14/3/2026). Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa THR yang diterima para pegawai tidak mencapai satu juta rupiah, melainkan hanya berada di […]

    Bagikan
  • Kepala Desa Sukosari Jadi Tersangka Korupsi Proyek Kolam Renang Rp600 Juta

    Kepala Desa Sukosari Jadi Tersangka Korupsi Proyek Kolam Renang Rp600 Juta

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun resmi menetapkan Kusno (61), Kepala Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2022. Penetapan status hukum dilakukan usai pemeriksaan intensif selama lebih dari enam jam pada Rabu, 6 Agustus […]

    Bagikan
expand_less