Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Kunjungi Pasar Plaosan, Wakil Kepala BGN Soroti Dampak MBG terhadap Stabilitas Harga Hortikultura

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nanik S Deyang pantau harga hortikultura di Pasar Plaosan. (1/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk memantau perkembangan harga komoditas hortikultura sekaligus melihat secara langsung aktivitas perdagangan yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan tersebut, Nanik yang juga membidangi Komunikasi Publik dan Investigasi serta menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan. Senin (1/6/2026).

Kehadiran rombongan disambut antusias para pedagang dan masyarakat yang tengah beraktivitas di pasar. Nanik juga menyempatkan diri memborong sebagian dagangan sayuran milik pedagang serta membagikan bingkisan kepada sejumlah pedagang sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha pasar tradisional.

“Kami ingin memas memastikan rantai pasok bahan pangan untuk program MBG berjalan baik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan pedagang lokal,” terang Nanik.

Di hadapan pedagang dan awak media, Nanik menjelaskan bahwa keberadaan program MBG mulai memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga sejumlah komoditas hortikultura yang dihasilkan petani Magetan, khususnya di kawasan Plaosan yang selama ini dikenal sebagai sentra sayuran di lereng Gunung Lawu.

Menurutnya, sejumlah komoditas yang sebelumnya sering mengalami anjlok harga saat panen raya kini mulai menunjukkan tren yang lebih baik seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

“Selada dulu pernah tidak ada harganya, bahkan hanya sekitar Rp5.000 per kilogram. Sekarang harganya jauh lebih baik. Wortel dan buncis yang dulu pernah turun hingga Rp3.000 per kilogram kini relatif stabil, bahkan di tingkat petani sudah berada di kisaran Rp12.000 per kilogram,” ujar Nanik.

Ia mengatakan hasil pertanian dari Magetan tidak hanya diserap untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat, tetapi juga dipasok ke sejumlah daerah lain seperti Ngawi, Madiun dan Ponorogo yang turut menjalankan program MBG.

“Kebutuhan bahan pangan untuk MBG itu tinggi. Jadi tentunya mampu menjaga stabilitas harga dan mengurangi risiko kerugian yang selama ini kerap dialami petani akibat melimpahnya hasil panen,” imbuhnya.

Untuk memperkuat dampak program terhadap kesejahteraan petani, Nanik mengaku telah menginstruksikan para koordinator wilayah agar aktif memantau perkembangan harga komoditas pertanian. Jika terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga signifikan, maka bahan pangan tersebut dapat diprioritaskan untuk digunakan dalam penyediaan menu MBG.

“Kalau ada komoditas yang harganya turun, misalnya pokcai, nanti bisa diprioritaskan untuk digunakan. Dengan begitu permintaannya meningkat dan harga di tingkat petani juga ikut terdorong naik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak melakukan intervensi maupun penetapan harga terhadap komoditas pertanian. Harga tetap mengikuti mekanisme pasar. Namun, meningkatnya volume pembelian melalui program MBG diyakini dapat menciptakan permintaan yang lebih stabil sehingga harga hasil pertanian tidak mudah jatuh.

Selama ini, kata dia, petani hortikultura di Magetan kerap menghadapi fluktuasi harga yang tajam. Komoditas seperti tomat, wortel, maupun sayuran daun lainnya pernah mengalami penurunan harga drastis saat pasokan melimpah.

“Artinya tidak ada penentuan harga. Harga tetap mengikuti pasar. Tetapi ketika serapannya tinggi, harga tidak akan mudah jatuh. Ini yang insyaallah akan memperbaiki kondisi ekonomi, bukan hanya bagi pedagang tetapi juga bagi petani,” katanya.

Melalui kunjungan tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah melalui peningkatan serapan hasil pertanian lokal dan penguatan kesejahteraan petani. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN Pemkab Ponorogo Diperiksa KPK Secara Maraton di Kota Madiun

    ASN Pemkab Ponorogo Diperiksa KPK Secara Maraton di Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyelidikan dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo semakin intensif. Sejak Senin (01/12/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai rangkaian pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi. Seluruh proses pendalaman perkara tersebut dipusatkan di Gedung Bhara Daksa, Polres Madiun Kota. Terpantau Selasa (02/13/2025), para saksi tampak datang bergiliran memasuki […]

    Bagikan
  • Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

    Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Bulan Suro yang selama ini identik dengan berbagai tradisi adat dan ritual masyarakat Jawa ternyata belum mampu mendongkrak penjualan gerabah tradisional di Kabupaten Magetan. Para pedagang gerabah di kawasan Pasar Sayur Magetan mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pantauan di sejumlah lapak gerabah menunjukkan berbagai produk tradisional […]

    Bagikan
  • Pemkab dan DPRD Madiun Sepakati Perubahan Status BPR Jadi Perseroda Play Button

    Pemkab dan DPRD Madiun Sepakati Perubahan Status BPR Jadi Perseroda

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bersama DPRD menyepakati perubahan status hukum Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Kabupaten Madiun dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi Perseroan Terbatas Daerah (Perseroda). Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Kamis (29/1/2025). Selain perubahan status badan hukum, rapat paripurna juga menyetujui Rancangan […]

    Bagikan
  • BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Penjualan Rumah di Kota Madiun Diprediksi Kian Lesu

    BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Penjualan Rumah di Kota Madiun Diprediksi Kian Lesu

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25 persen diprediksi memberi tekanan besar terhadap sektor properti, khususnya penjualan rumah berbasis Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pelaku usaha properti di Kota Madiun menilai kebijakan tersebut berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan memperberat cicilan konsumen. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota […]

    Bagikan
  • 1.405 PPPK Paruh Waktu Terima SK Pengangkatan, Wali Kota Maidi Tekankan Kinerja Pelayanan Publik

    1.405 PPPK Paruh Waktu Terima SK Pengangkatan, Wali Kota Maidi Tekankan Kinerja Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi memberikan peringatan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Hal itu terkait kinerja dan profesionalitas pelayanan publik bagi masyarakat. Hal itu ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi saat penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan […]

    Bagikan
  • Ratusan Buruh Magetan Gelar Apel Kebangsaan, Teguhkan Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah

    Ratusan Buruh Magetan Gelar Apel Kebangsaan, Teguhkan Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dalam upaya memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya, Polres Magetan menginisiasi Apel Akbar Kebangsaan Buruh yang digelar serentak di dua titik pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan berlangsung di PG Poerwodadi Glodok, Kecamatan Karangrejo, serta di PT. Admira (Alam Damai Mitra Raya), Kecamatan Sukomoro. Ratusan buruh dari masing-masing perusahaan mengikuti apel […]

    Bagikan
expand_less