BGN Ancam Suspend Dapur MBG yang Tak Libatkan Minimal 15 Supplier Lokal
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 93
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menindak tegas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak melibatkan sedikitnya 15 supplier lokal dalam penyediaan bahan pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, saat menghadiri kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan Strategi Pemberdayaan Peternakan dan Usaha Mikro dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Kebun Refugia Plaosan, Kabupaten Magetan. Senin (1/6/2026).
Menurut Nanik, ketentuan minimal 15 supplier telah diatur dalam petunjuk teknis penyelenggaraan program dan bertujuan mencegah praktik monopoli serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kalau ketahuan tidak memakai minimal 15 supplier, dapurnya kami suspend. Ini sudah berjalan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan supplier yang dilibatkan harus berasal dari wilayah sekitar dapur MBG agar perputaran ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat setempat.
BGN menilai keberadaan program MBG tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pelaku usaha. Sebaliknya, program tersebut harus mampu menghidupkan UMKM, koperasi, petani, peternak, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Nanik meminta seluruh koordinator wilayah melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur MBG yang masih belum memenuhi ketentuan tersebut.
“Kami tidak ingin terjadi monopoli. Tujuan Presiden adalah menghidupkan ekonomi rakyat melalui program ini,” tegasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





