Bulog Madiun Perketat Pengawasan MinyaKita, Pedagang Diingatkan Tak Jual di Atas HET
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Madiun memperketat pengawasan distribusi MinyaKita di wilayah kerjanya. Langkah ini dilakukan menyusul mencuatnya dugaan penyalahgunaan distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut yang menyebabkan harga jual di tingkat konsumen melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
Pengawasan diperketat saat Bulog mendistribusikan MinyaKita ke Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (11/6/2026). Dalam kegiatan itu, Bulog menegaskan kepada pedagang agar tidak menjual kembali produk kepada pihak yang berpotensi menjadi pengecer kedua.
Pimpinan Cabang Bulog Kancab Madiun, Agung Sarianto, mengatakan pedagang yang menerima pasokan MinyaKita harus memastikan pembeli merupakan konsumen akhir, bukan pihak yang akan menjual kembali produk tersebut.
“Sekaligus kami memberikan penekanan kepada pedagang bahwa mereka adalah pengecer terakhir. Jadi yang membeli di sini juga harus konsumen terakhir,” ujar Agung.
Menurut Agung, praktik pembelian dalam jumlah besar untuk dijual kembali berpotensi mengganggu distribusi dan memicu kenaikan harga di pasaran. Kondisi itu juga dapat menyebabkan stok MinyaKita menjadi langka sehingga masyarakat kesulitan memperoleh minyak goreng sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menilai kebutuhan rumah tangga terhadap minyak goreng sebenarnya masih dalam batas wajar. Karena itu, pembelian berlebihan dinilai tidak diperlukan.
“Untuk kebutuhan rumah tangga, kemasan dua liter biasanya cukup untuk beberapa hari hingga satu minggu. Jadi tidak perlu membeli dalam jumlah berlebihan,” katanya.
Sebagai upaya pencegahan, Bulog meminta pedagang turut berperan aktif menjaga stabilitas harga dengan membatasi jumlah pembelian setiap konsumen. Langkah tersebut diharapkan mampu menutup celah praktik penjualan ulang yang selama ini diduga menjadi salah satu penyebab harga MinyaKita melampaui HET.
Tak hanya itu, Bulog bersama Satgas Pangan juga berencana meningkatkan intensitas pengawasan di lapangan guna memastikan distribusi dan penjualan MinyaKita berjalan sesuai ketentuan.
“Kami bersama Satgas akan lebih sering turun ke lapangan untuk memastikan penjualan MinyaKita benar-benar sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Agung.

Di sisi lain, Bulog memastikan ketersediaan stok MinyaKita di pasar-pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) tetap terjaga. Distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap pekan guna mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.
“Kami menjaga konsistensi suplai MinyaKita seminggu sekali. Mari bersama-sama menjaga agar tidak terjadi lonjakan harga,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





