Sepasma 2026 Resmi Dibuka, Madiun Selatan Jadi Etalase Awal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten Madiun membuka gelaran Sepasar ing Madiun (Sepasma) 2026 di Lapangan Taman Rekso Wilis, Desa Sareng, Kecamatan Geger, Senin (22/6/2026) malam.
Tahun ini, Sepasma mengusung tema Festival Budaya dan Kampung Pesilat. Madiun Selatan dipilih sebagai lokasi pembuka dengan melibatkan lima kecamatan, yakni Geger, Dolopo, Dagangan, Kebonsari, dan Jiwan. Kegiatan akan berlangsung selama sepekan hingga 28 Juni 2026.
Pembukaan Sepasma disambut antusias ribuan warga. Malam perdana dimeriahkan penampilan OM Savanna bersama penyanyi Rindi Safira yang sukses menghibur masyarakat yang memadati area acara.
Tak hanya menghadirkan hiburan rakyat, Sepasma juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat budaya lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai Festival Gembrung, pentas seni budaya, dangdut jadul, literasi keuangan bersama OJK, talkshow UMKM dan ekonomi kreatif, olahraga, pameran inovasi, hingga penutupan yang akan diisi kegiatan sholawatan.
Camat Geger Dodi Setiawan mengatakan pelaksanaan Sepasma di wilayah selatan menjadi momentum penting untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam perayaan hari jadi daerah.
“Alhamdulillah Sepasma hari ini bisa terlaksana dan ini menjadi putaran pertama yang digelar di wilayah selatan Kabupaten Madiun,” ujar Dodi.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan Sepasma bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga kelestarian budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

“Melalui kebersamaan dan guyub rukun, kita bisa menciptakan Kabupaten Madiun yang kondusif dan masyarakat yang semakin sejahtera,” kata Hari.
Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kekompakan masyarakat menjadi modal utama dalam pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus membuka ruang aspirasi masyarakat dalam merancang berbagai kegiatan yang berdampak langsung bagi warga.
“Harapan kami, kekompakan dan keguyuban seluruh masyarakat Kabupaten Madiun terus terjaga. Gotong royong harus terus kita bangun bersama,” ujarnya.
Pemkab Madiun berharap pelaksanaan Sepasma 2026 tidak hanya memeriahkan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor kreatif di wilayah Madiun Selatan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





