Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, 7 Siswa SMK di Ngawi Mengeluh Mual dan Muntah
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Sebanyak tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026). Empat siswa di antaranya harus dibawa ke Klinik Pratama Aisyiyah Sine untuk mendapatkan penanganan medis.
Para siswa yang mengalami keluhan diketahui merupakan siswa kelas 10. Mereka mulai merasakan gejala sekitar dua jam setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Keluhan yang muncul di antaranya mual, muntah, dan pusing. Tiga siswa lainnya sempat mendapatkan penanganan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sementara empat siswa dirujuk ke klinik di Kecamatan Sine.
Salah seorang siswa, Yusuf Bani Pratama, mengatakan dirinya mengetahui sejumlah teman mengalami keluhan setelah melihat kondisi siswa di ruang kelas sebelah.
“Saya keluar kelas melihat teman-teman di ruangan sebelah seperti keracunan. Empat siswa kemudian dibawa ke klinik setelah makan MBG,” ujarnya.
Guru SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Asna, mengatakan pihak sekolah mengetahui adanya siswa yang mengalami mual dan muntah setelah menyantap makanan program MBG.
“Saya di ruang guru mendengar ada siswa mual dan muntah. Sebagian dirawat di UKS, lainnya dibawa ke klinik seusai makan MBG,” katanya.
Empat siswa yang dibawa ke Klinik Pratama Aisyiyah Sine kemudian mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Dokter klinik, Rhea Aulia, mengatakan pasien datang dengan keluhan mual, muntah, dan pusing.
“Pasien datang dengan gejala mual, muntah, dan pusing. Menurut keterangan pasien, keluhan muncul setelah makan MBG,” jelas Rhea.
Meski mengalami sejumlah gejala, kondisi keempat siswa tersebut tidak sampai memerlukan rawat inap. Setelah mendapatkan penanganan medis, seluruh pasien diperbolehkan pulang.

Polisi Amankan Sampel Makanan
Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian kepolisian. Petugas mendatangi sekolah setelah memperoleh informasi mengenai adanya sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Polisi juga mengambil dan mengamankan sampel sisa makanan yang dikonsumsi para siswa untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Menu MBG yang disantap para siswa pada hari itu terdiri atas nasi, sayur wortel, tahu, dan ayam goreng.
Sampel makanan tersebut selanjutnya akan dibawa ke laboratorium Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan. Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah makanan MBG tersebut berkaitan dengan keluhan yang dialami para siswa.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya gejala pada tujuh siswa tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Polisi juga masih melakukan penelusuran terhadap rangkaian proses penyediaan dan distribusi makanan sebelum dikonsumsi para siswa. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez



