Kapolres Magetan Ingatkan Pelajar soal Keselamatan Lalu Lintas dan Bahaya Judi Online
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Keselamatan pelajar dalam berlalu lintas menjadi perhatian utama Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa saat menggelar program Kapolres Magetan Goes to School di SMA Negeri 1 Magetan, Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan yang dikemas melalui upacara bendera tersebut, Kapolres Magetan bertindak sebagai pembina upacara dan memberikan pengarahan kepada ratusan siswa. Pesan mengenai disiplin berlalu lintas disampaikan secara khusus menyusul kecelakaan yang menewaskan salah seorang siswa SMA Negeri 1 Magetan di jalur Magetan–Kawedanan.
Di hadapan siswa, guru, dan jajaran sekolah, Kapolres terlebih dahulu mengajak seluruh peserta upacara menundukkan kepala dan berdoa untuk almarhum Zakaria Abab Nabawi, siswa kelas XI.7 SMA Negeri 1 Magetan yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengingatkan pelajar mengenai risiko mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi persyaratan hukum dan keselamatan.
“Sesuai peraturan lalu lintas bahwa pelajar masih di bawah umur dan tidak memiliki SIM tidak boleh membawa kendaraan bermotor di jalan raya. Ini merupakan langkah untuk melindungi adik-adik semua dari risiko kecelakaan lalu lintas,” tegas AKBP Erik.
Menurutnya, larangan bagi pelajar yang belum memenuhi usia dan persyaratan mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) bukan sekadar persoalan penegakan aturan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi keselamatan pelajar yang secara usia dan kompetensi belum memenuhi persyaratan untuk berkendara di jalan raya.
Sementara bagi siswa yang telah memenuhi usia dan persyaratan, Polres Magetan membuka ruang edukasi dan pembekalan mengenai kompetensi berkendara sebelum mereka memperoleh SIM sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres juga mengingatkan para siswa agar tidak mempertaruhkan masa depan hanya karena kelalaian di jalan maupun perilaku negatif di lingkungan pergaulan.
“Adik-adik adalah calon penerus bangsa. Jangan sampai masa depan yang sedang kalian perjuangkan terganggu karena kecelakaan lalu lintas atau tindakan kenakalan remaja. Mari kita jaga diri, disiplin dan fokus mengejar cita-cita,” pesannya.
Pelajar Diingatkan Bijak Bermedia Sosial
Selain keselamatan berlalu lintas, Erik menyoroti sejumlah persoalan yang rentan menyeret pelajar ke dalam masalah sosial maupun hukum. Di antaranya bullying, penyalahgunaan narkoba, tawuran, penyalahgunaan media sosial, judi online, serta berbagai bentuk kenakalan remaja.
Para siswa diminta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun konten di media sosial yang dapat mendorong mereka melakukan tindakan berisiko.
Terlebih, perkembangan teknologi digital membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Karena itu, kemampuan memilah informasi menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda.
Memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kapolres mengajak pelajar mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang produktif dan membangun kemampuan diri sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari kita maknai kemerdekaan dengan menjadi pelajar yang merdeka dari kecelakaan lalu lintas, merdeka dari judi online, merdeka dari kekerasan antar pelajar, dan merdeka dari rasa takut saat berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Polres Magetan Siapkan Pelatihan AI Gratis
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Magetan juga memperkenalkan rencana pelatihan Artificial Intelligence (AI) secara gratis bagi para siswa.
Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan literasi digital pelajar, terutama dalam mengenali konten hasil manipulasi teknologi serta membedakan gambar atau foto asli dengan konten yang telah dimodifikasi menggunakan teknologi AI.
Kemampuan tersebut dinilai semakin penting seiring meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan media sosial di kalangan generasi muda. Pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap informasi yang mereka terima maupun sebarkan.
Kegiatan Kapolres Magetan Goes to School berlangsung semakin interaktif ketika Kapolres menggelar kuis bersama para siswa.
Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan keselamatan lalu lintas, kenakalan remaja, hingga penggunaan media sosial. Siswa yang mampu menjawab dengan tepat mendapatkan sejumlah doorprize, di antaranya helm dan cokelat.
Pendekatan tersebut membuat penyampaian pesan kamtibmas berlangsung lebih komunikatif. Edukasi mengenai keselamatan dan pencegahan kenakalan remaja tidak hanya disampaikan dalam bentuk imbauan, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan para siswa.
Melalui program tersebut, Polres Magetan berupaya memperkuat pendekatan edukatif kepada pelajar. Sasaran yang dibangun tidak hanya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar disiplin, mampu menjaga diri, bijak menggunakan media sosial, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan mereka. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez



