Berita Terkini
Trending Tags

Tujuh Pompa Air Sawah Raib Digondol Maling, Petani Terancam Gagal Atur Irigasi Saat Kemarau

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 222
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tujuh pompa air petani di Bogorejo hilang dicuri maling. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau yang seharusnya menjadi waktu krusial bagi petani untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian justru diwarnai keresahan. Sebanyak tujuh unit pompa air milik petani di Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, dilaporkan hilang dicuri dalam satu malam.

Salah satu korban, Amir Saripudin, mengaku baru mengetahui pompa miliknya hilang saat hendak menyalakan mesin untuk mengairi sawah pada Jumat (19/6) malam lalu.

Menurut Amir, sebelum Magrib pompa masih berada di lokasi. Bahkan salah seorang petani sempat berada di area persawahan hingga waktu salat Magrib. Namun saat dirinya kembali ke sawah sekitar pukul 20.00 WIB, dua pompa miliknya sudah tidak ada di tempat.

“Saya datang mau menyalakan mesin, ternyata sudah hilang. Besoknya dicek lagi ternyata bukan hanya milik saya, total ada tujuh unit pompa milik beberapa petani yang raib,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Tujuh pompa tersebut diketahui merupakan milik empat petani. Amir kehilangan dua unit pompa, sementara petani lain yakni Kasno kehilangan tiga unit. Sisanya milik Dodi dan Gatot.

Hilangnya pompa air membuat proses pengairan sawah terganggu. Padahal pada musim kemarau, tanaman padi membutuhkan suplai air secara rutin agar pertumbuhannya tetap optimal.

“Biasanya dua hari sekali sawah harus dialiri air. Karena pompa hilang, jadwal pengairan jadi terlambat. Kami harus mencari pompa pengganti terlebih dahulu,” kata Amir.

Ia mengaku kesulitan mencari pompa pengganti karena stok di sejumlah tempat terbatas. Sementara seluruh biaya yang dimiliki petani sudah banyak terserap untuk kebutuhan produksi pertanian.

Amir menyebut aksi pencurian peralatan pertanian bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa musim tanam terakhir, sejumlah petani di wilayah tersebut juga pernah kehilangan pompa air dengan pola kejadian yang hampir sama.

“Kalau dihitung, hampir setiap musim ada kejadian seperti ini. Yang membuat kami kecewa, sampai sekarang pelakunya belum pernah tertangkap,” ungkapnya.

Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Barat. Petugas kepolisian disebut telah melakukan pengecekan lokasi dan meminta keterangan dari para korban.

Kepala Desa Bogorejo, Ari Supriadi, membenarkan adanya laporan kehilangan tujuh unit pompa air milik petani di wilayahnya. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, pompa-pompa tersebut diduga dicuri pada rentang waktu setelah Magrib.

“Petani menyampaikan bahwa sebelum Magrib pompa masih ada. Setelah malam hari dicek kembali ternyata sudah hilang,” katanya.

Ari menjelaskan nilai kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Jika satu unit pompa dihargai sekitar Rp2,5 juta, maka total kerugian dapat mencapai sekitar Rp17,5 juta.

Menurutnya, pencurian ini sangat merugikan petani karena terjadi saat kebutuhan air untuk lahan pertanian sedang tinggi akibat musim kemarau.

“Petani akhirnya harus mencari pompa lagi agar sawah tetap bisa diairi. Kalau tidak segera diganti tentu akan mengganggu pengelolaan lahan pertanian,” ujarnya.

Keresahan warga semakin meningkat karena kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah sekitar. Empat hari setelah kejadian di Bogorejo, pencurian pompa air juga dilaporkan terjadi di Desa Karangsono yang berbatasan dengan desa tersebut.

Akibat maraknya aksi pencurian, sejumlah petani kini memilih meningkatkan pengawasan dengan berjaga di area persawahan pada malam hari. Sementara itu, aparat kepolisian bersama pemerintah desa terus melakukan patroli dan pemantauan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga saat ini, pelaku pencurian tujuh pompa air tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Warga berharap kasus ini segera terungkap agar para petani dapat kembali beraktivitas tanpa dihantui ancaman kehilangan peralatan pertanian yang menjadi penopang utama produksi mereka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gercep ! Usai Viral, Polisi Amankan Remaja Penembak Petasan

    Gercep ! Usai Viral, Polisi Amankan Remaja Penembak Petasan

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Polres Ngawi bergerak cepat menindaklanjuti viralnya video rombongan remaja yang melakukan konvoi sepeda motor sambil menyalakan petasan ke arah warga di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Margomulyo, Kabupaten Ngawi. Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon menegaskan bahwa aksi tersebut membahayakan keselamatan masyarakat dan tidak bisa ditoleransi. “Perbuatan tersebut sangat membahayakan keselamatan warga […]

    Bagikan
  • Mencekam! 6 Jam Penyergapan Pemuda Bersenjata Golok di Ngawi, Polisi Gunakan Senjata Kejut

    Mencekam! 6 Jam Penyergapan Pemuda Bersenjata Golok di Ngawi, Polisi Gunakan Senjata Kejut

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah situasi mencekam terjadi di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Senin (23/2/2026) siang, ketika seorang pemuda mengamuk sambil membawa golok dan merusak atap rumah warga. Peristiwa ini bukan hanya mengejutkan, namun juga mengundang ketegangan panjang hingga enam jam sebelum akhirnya aparat kepolisian berhasil mengakhiri aksi berbahaya tersebut. Aksi itu bermula […]

    Bagikan
  • Tim Pocil Wungu Madiun Digembleng Hadapi Seleksi Tingkat Kabupaten

    Tim Pocil Wungu Madiun Digembleng Hadapi Seleksi Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 31 pelajar sekolah dasar di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, tengah digembleng intensif sebagai calon polisi cilik (pocil) untuk mengikuti seleksi tingkat kabupaten. Mereka diproyeksikan mewakili Polres Madiun menuju ajang bergengsi yang digelar Polda Jawa Timur pada Oktober 2025. Seleksi berlangsung berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Setiap sekolah […]

    Bagikan
  • Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tabrak lari yang menewaskan satu pejalan kaki di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Rabu (18/6/2025) pukul 04.45 WIB berhasil diungkap kurang dari 12 jam oleh Satlantas Polres Magetan. Korban atas nama GN (73), warga Dusun Genggong, Desa Randugede meninggal dunia dalam peristiwa itu. Sementara SYN (65), warga […]

    Bagikan
  • Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan

    Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Magetan kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Hal ini terlihat dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Event Nasional yang berlangsung di Hotel Bukit Bintang, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini Mochamad, yang sekaligus melakukan kunjungan kerja dan menjalin silaturahmi dengan […]

    Bagikan
  • Evakuasi Sopir Truk Tertimbun Longsor di Magetan Terkendala Medan Sulit

    Evakuasi Sopir Truk Tertimbun Longsor di Magetan Terkendala Medan Sulit

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses pencarian sopir truk yang tertimbun material longsor tambang di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih terus dilakukan hingga Sabtu (27/09/2025) malam. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kapolsek Parang, AKP Sukarno, menyebutkan bahwa dua alat berat sudah dikerahkan, tetapi medan yang sempit serta banyaknya material longsoran membuat […]

    Bagikan
expand_less