Berita Terkini
Trending Tags

Tujuh Pompa Air Sawah Raib Digondol Maling, Petani Terancam Gagal Atur Irigasi Saat Kemarau

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 221
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tujuh pompa air petani di Bogorejo hilang dicuri maling. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau yang seharusnya menjadi waktu krusial bagi petani untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian justru diwarnai keresahan. Sebanyak tujuh unit pompa air milik petani di Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, dilaporkan hilang dicuri dalam satu malam.

Salah satu korban, Amir Saripudin, mengaku baru mengetahui pompa miliknya hilang saat hendak menyalakan mesin untuk mengairi sawah pada Jumat (19/6) malam lalu.

Menurut Amir, sebelum Magrib pompa masih berada di lokasi. Bahkan salah seorang petani sempat berada di area persawahan hingga waktu salat Magrib. Namun saat dirinya kembali ke sawah sekitar pukul 20.00 WIB, dua pompa miliknya sudah tidak ada di tempat.

“Saya datang mau menyalakan mesin, ternyata sudah hilang. Besoknya dicek lagi ternyata bukan hanya milik saya, total ada tujuh unit pompa milik beberapa petani yang raib,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Tujuh pompa tersebut diketahui merupakan milik empat petani. Amir kehilangan dua unit pompa, sementara petani lain yakni Kasno kehilangan tiga unit. Sisanya milik Dodi dan Gatot.

Hilangnya pompa air membuat proses pengairan sawah terganggu. Padahal pada musim kemarau, tanaman padi membutuhkan suplai air secara rutin agar pertumbuhannya tetap optimal.

“Biasanya dua hari sekali sawah harus dialiri air. Karena pompa hilang, jadwal pengairan jadi terlambat. Kami harus mencari pompa pengganti terlebih dahulu,” kata Amir.

Ia mengaku kesulitan mencari pompa pengganti karena stok di sejumlah tempat terbatas. Sementara seluruh biaya yang dimiliki petani sudah banyak terserap untuk kebutuhan produksi pertanian.

Amir menyebut aksi pencurian peralatan pertanian bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa musim tanam terakhir, sejumlah petani di wilayah tersebut juga pernah kehilangan pompa air dengan pola kejadian yang hampir sama.

“Kalau dihitung, hampir setiap musim ada kejadian seperti ini. Yang membuat kami kecewa, sampai sekarang pelakunya belum pernah tertangkap,” ungkapnya.

Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Barat. Petugas kepolisian disebut telah melakukan pengecekan lokasi dan meminta keterangan dari para korban.

Kepala Desa Bogorejo, Ari Supriadi, membenarkan adanya laporan kehilangan tujuh unit pompa air milik petani di wilayahnya. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, pompa-pompa tersebut diduga dicuri pada rentang waktu setelah Magrib.

“Petani menyampaikan bahwa sebelum Magrib pompa masih ada. Setelah malam hari dicek kembali ternyata sudah hilang,” katanya.

Ari menjelaskan nilai kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Jika satu unit pompa dihargai sekitar Rp2,5 juta, maka total kerugian dapat mencapai sekitar Rp17,5 juta.

Menurutnya, pencurian ini sangat merugikan petani karena terjadi saat kebutuhan air untuk lahan pertanian sedang tinggi akibat musim kemarau.

“Petani akhirnya harus mencari pompa lagi agar sawah tetap bisa diairi. Kalau tidak segera diganti tentu akan mengganggu pengelolaan lahan pertanian,” ujarnya.

Keresahan warga semakin meningkat karena kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah sekitar. Empat hari setelah kejadian di Bogorejo, pencurian pompa air juga dilaporkan terjadi di Desa Karangsono yang berbatasan dengan desa tersebut.

Akibat maraknya aksi pencurian, sejumlah petani kini memilih meningkatkan pengawasan dengan berjaga di area persawahan pada malam hari. Sementara itu, aparat kepolisian bersama pemerintah desa terus melakukan patroli dan pemantauan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga saat ini, pelaku pencurian tujuh pompa air tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Warga berharap kasus ini segera terungkap agar para petani dapat kembali beraktivitas tanpa dihantui ancaman kehilangan peralatan pertanian yang menjadi penopang utama produksi mereka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atlet PTKN IBCA MMA Kota Madiun Genjot Fisik Jelang Kejurprov Jatim

    Atlet PTKN IBCA MMA Kota Madiun Genjot Fisik Jelang Kejurprov Jatim

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 769
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dalam rangka mempersiapkan kondisi fisik menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur, Divisi Olahraga Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN) IBCA MMA Kota Madiun menggelar latihan fisik berupa jogging bersama, Minggu (5/4/2026) pagi di Kabupaten Magetan. Kegiatan dimulai dari Pasar Bunga Ngerong, Plaosan, Kabupaten Magetan, dengan rute menanjak menuju kawasan wisata Telaga Sarangan. Belasan […]

    Bagikan
  • Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga bahan baku kembali menghantam pelaku usaha mikro, khususnya penjual sambal pecel. Lonjakan harga komoditas seperti kacang tanah, cabai, hingga gula membuat biaya produksi meningkat tajam dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan, harga kacang tanah berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, […]

    Bagikan
  • Sosialisasi Bidang Cukai, Pemkot Madiun Komitmen Perangi Rokok Ilegal

    Sosialisasi Bidang Cukai, Pemkot Madiun Komitmen Perangi Rokok Ilegal

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Kantor Bea Cukai Madiun menggelar Sosialisasi Peraturan Pengawasan Barang Kena Cukai, Rabu (23/07/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan enam kali dalam setahun sebagai bentuk komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Kota Madiun. Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, yang […]

    Bagikan
  • Gaji ASN Magetan Aman hingga 2027, Tetapi Pemkab Belum Pastikan Periode Berikutnya

    Gaji ASN Magetan Aman hingga 2027, Tetapi Pemkab Belum Pastikan Periode Berikutnya

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memastikan pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, masih aman setidaknya hingga 2027. Namun, pemerintah daerah belum dapat memberikan kepastian mengenai kemampuan membiayai belanja pegawai setelah periode tersebut. Kepastian pembayaran gaji hingga 2027 disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah […]

    Bagikan
  • Penjual Sapi Keluhkan Harga Anjlok Dampak PMK

    Penjual Sapi Keluhkan Harga Anjlok Dampak PMK

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 159
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN –  Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di wilayah Kabupaten Madiun, berdampak pada harga jual sapi di wilayah setempat turun drastis. Pantauan di pasar hewan Desa Muneng kecamatan Pilangkenceng pada Kamis (02/01/2025) aktifitas jual tampak sepi.  Salah seorang pedagang sapi Hari Purwatno (43) dari Desa Pulerejo mengatakan, sepinya aktivitas penjualan sapi […]

    Bagikan
  • Disbudpar Magetan Angkat Bicara Terkait Keluhan Wisatawan Soal Harga Tak Wajar di Sarangan

    Disbudpar Magetan Angkat Bicara Terkait Keluhan Wisatawan Soal Harga Tak Wajar di Sarangan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan angkat bicara soal ramainya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik “getok harga” oleh sejumlah pedagang di kawasan wisata Telaga Sarangan. Fenomena tersebut sempat memicu perdebatan hangat di media sosial setelah beberapa wisatawan mengaku dikenai tarif makanan dan minuman yang dinilai jauh dari kewajaran. Kepala Bidang […]

    Bagikan
expand_less