Berita Terkini
Trending Tags

Tujuh Pompa Air Sawah Raib Digondol Maling, Petani Terancam Gagal Atur Irigasi Saat Kemarau

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tujuh pompa air petani di Bogorejo hilang dicuri maling. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau yang seharusnya menjadi waktu krusial bagi petani untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian justru diwarnai keresahan. Sebanyak tujuh unit pompa air milik petani di Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, dilaporkan hilang dicuri dalam satu malam.

Salah satu korban, Amir Saripudin, mengaku baru mengetahui pompa miliknya hilang saat hendak menyalakan mesin untuk mengairi sawah pada Jumat (19/6) malam lalu.

Menurut Amir, sebelum Magrib pompa masih berada di lokasi. Bahkan salah seorang petani sempat berada di area persawahan hingga waktu salat Magrib. Namun saat dirinya kembali ke sawah sekitar pukul 20.00 WIB, dua pompa miliknya sudah tidak ada di tempat.

“Saya datang mau menyalakan mesin, ternyata sudah hilang. Besoknya dicek lagi ternyata bukan hanya milik saya, total ada tujuh unit pompa milik beberapa petani yang raib,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Tujuh pompa tersebut diketahui merupakan milik empat petani. Amir kehilangan dua unit pompa, sementara petani lain yakni Kasno kehilangan tiga unit. Sisanya milik Dodi dan Gatot.

Hilangnya pompa air membuat proses pengairan sawah terganggu. Padahal pada musim kemarau, tanaman padi membutuhkan suplai air secara rutin agar pertumbuhannya tetap optimal.

“Biasanya dua hari sekali sawah harus dialiri air. Karena pompa hilang, jadwal pengairan jadi terlambat. Kami harus mencari pompa pengganti terlebih dahulu,” kata Amir.

Ia mengaku kesulitan mencari pompa pengganti karena stok di sejumlah tempat terbatas. Sementara seluruh biaya yang dimiliki petani sudah banyak terserap untuk kebutuhan produksi pertanian.

Amir menyebut aksi pencurian peralatan pertanian bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa musim tanam terakhir, sejumlah petani di wilayah tersebut juga pernah kehilangan pompa air dengan pola kejadian yang hampir sama.

“Kalau dihitung, hampir setiap musim ada kejadian seperti ini. Yang membuat kami kecewa, sampai sekarang pelakunya belum pernah tertangkap,” ungkapnya.

Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Barat. Petugas kepolisian disebut telah melakukan pengecekan lokasi dan meminta keterangan dari para korban.

Kepala Desa Bogorejo, Ari Supriadi, membenarkan adanya laporan kehilangan tujuh unit pompa air milik petani di wilayahnya. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, pompa-pompa tersebut diduga dicuri pada rentang waktu setelah Magrib.

“Petani menyampaikan bahwa sebelum Magrib pompa masih ada. Setelah malam hari dicek kembali ternyata sudah hilang,” katanya.

Ari menjelaskan nilai kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Jika satu unit pompa dihargai sekitar Rp2,5 juta, maka total kerugian dapat mencapai sekitar Rp17,5 juta.

Menurutnya, pencurian ini sangat merugikan petani karena terjadi saat kebutuhan air untuk lahan pertanian sedang tinggi akibat musim kemarau.

“Petani akhirnya harus mencari pompa lagi agar sawah tetap bisa diairi. Kalau tidak segera diganti tentu akan mengganggu pengelolaan lahan pertanian,” ujarnya.

Keresahan warga semakin meningkat karena kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah sekitar. Empat hari setelah kejadian di Bogorejo, pencurian pompa air juga dilaporkan terjadi di Desa Karangsono yang berbatasan dengan desa tersebut.

Akibat maraknya aksi pencurian, sejumlah petani kini memilih meningkatkan pengawasan dengan berjaga di area persawahan pada malam hari. Sementara itu, aparat kepolisian bersama pemerintah desa terus melakukan patroli dan pemantauan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga saat ini, pelaku pencurian tujuh pompa air tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Warga berharap kasus ini segera terungkap agar para petani dapat kembali beraktivitas tanpa dihantui ancaman kehilangan peralatan pertanian yang menjadi penopang utama produksi mereka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes Madiun Temukan 16 Suspek Campak, Sampel Darah Dikirim ke Surabaya

    Dinkes Madiun Temukan 16 Suspek Campak, Sampel Darah Dikirim ke Surabaya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat adanya 16 kasus suspek Campak pada anak sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026. Meski begitu, hingga kini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Madiun. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujiyanto, mengatakan laporan suspek campak […]

    Bagikan
  • Hanya Satu dari 29 Dapur MBG di Ngawi yang Kantongi Sertifikat Higienis

    Hanya Satu dari 29 Dapur MBG di Ngawi yang Kantongi Sertifikat Higienis

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang telah dibangun, baru satu yang memiliki Sertifikat Laik Higieni Sanitasi (SLHS). Penanggung jawab Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG Kabupaten Ngawi, Mokhamad Sodiq Triwidayanto, menyebutkan jumlah dapur […]

    Bagikan
  • Terima Mobil Siaga Ambulance, Kades Slambur Madiun Langsung Brokohan

    Terima Mobil Siaga Ambulance, Kades Slambur Madiun Langsung Brokohan

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pasangan Harmonis yang kini menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madiun memenuhi janji kampanyenya. 15 mobil siaga ambulance diserah terimakan kepada 15 Kepala Desa (Kades) bersamaan HUT ke-457 Kabupaten Madiun, pada Jumat (18/07/2025) di halaman pendopo, Ronggo Jumeno. Salah satu penerima adalah Desa Slambur Kecamatan Geger. Kades Slambur, Sugeng Wahono […]

    Bagikan
  • Diduga Keracunan MBG, 18 Siswa SD di Kota Madiun Jalani Perawatan Intensif

    Diduga Keracunan MBG, 18 Siswa SD di Kota Madiun Jalani Perawatan Intensif

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus dugaan keracunan makanan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini menimpa belasan siswa SDN 1 Demangan, Kota Madiun yang diduga mengalami keracunan massal pada Kamis (16/4/2026). Sebanyak 18 siswa dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah tak lama usai makan siang. Insiden ini langsung memicu respons […]

    Bagikan
  • Magetan Terima Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian, Dorong Efisiensi dan Ketahanan Pangan

    Magetan Terima Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian, Dorong Efisiensi dan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Magetan mendapat dukungan signifikan dari pemerintah pusat. Sejumlah alat mesin pertanian (Alsintan) dikucurkan oleh Kementerian Pertanian RI sebagai bagian dari program percepatan mekanisasi nasional Selasa (13/1/2026). Unit berupa traktor roda empat, combine, crawler, hingga kultivator telah diserahkan kepada kelompok-kelompok tani di berbagai wilayah. Bantuan ini […]

    Bagikan
  • Kebut 3 Bulan Kedepan, Capaian Penjualan Beras SPHP Bulog Madiun Baru Capai 31,87 Persen

    Kebut 3 Bulan Kedepan, Capaian Penjualan Beras SPHP Bulog Madiun Baru Capai 31,87 Persen

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun mencatat realisasi penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir September 2025 baru mencapai 31,87 persen atau 3.377 ton dari total target 10.599,5 ton. Kepala Bulog Cabang Madiun, Agung Sariyanto, mengatakan meskipun capaian masih di bawah 50 persen, pihaknya optimistis target 100 persen bisa […]

    Bagikan
expand_less