Berita Terkini
Trending Tags

Tujuh Pompa Air Sawah Raib Digondol Maling, Petani Terancam Gagal Atur Irigasi Saat Kemarau

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 64
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tujuh pompa air petani di Bogorejo hilang dicuri maling. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau yang seharusnya menjadi waktu krusial bagi petani untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian justru diwarnai keresahan. Sebanyak tujuh unit pompa air milik petani di Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, dilaporkan hilang dicuri dalam satu malam.

Salah satu korban, Amir Saripudin, mengaku baru mengetahui pompa miliknya hilang saat hendak menyalakan mesin untuk mengairi sawah pada Jumat (19/6) malam lalu.

Menurut Amir, sebelum Magrib pompa masih berada di lokasi. Bahkan salah seorang petani sempat berada di area persawahan hingga waktu salat Magrib. Namun saat dirinya kembali ke sawah sekitar pukul 20.00 WIB, dua pompa miliknya sudah tidak ada di tempat.

“Saya datang mau menyalakan mesin, ternyata sudah hilang. Besoknya dicek lagi ternyata bukan hanya milik saya, total ada tujuh unit pompa milik beberapa petani yang raib,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Tujuh pompa tersebut diketahui merupakan milik empat petani. Amir kehilangan dua unit pompa, sementara petani lain yakni Kasno kehilangan tiga unit. Sisanya milik Dodi dan Gatot.

Hilangnya pompa air membuat proses pengairan sawah terganggu. Padahal pada musim kemarau, tanaman padi membutuhkan suplai air secara rutin agar pertumbuhannya tetap optimal.

“Biasanya dua hari sekali sawah harus dialiri air. Karena pompa hilang, jadwal pengairan jadi terlambat. Kami harus mencari pompa pengganti terlebih dahulu,” kata Amir.

Ia mengaku kesulitan mencari pompa pengganti karena stok di sejumlah tempat terbatas. Sementara seluruh biaya yang dimiliki petani sudah banyak terserap untuk kebutuhan produksi pertanian.

Amir menyebut aksi pencurian peralatan pertanian bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa musim tanam terakhir, sejumlah petani di wilayah tersebut juga pernah kehilangan pompa air dengan pola kejadian yang hampir sama.

“Kalau dihitung, hampir setiap musim ada kejadian seperti ini. Yang membuat kami kecewa, sampai sekarang pelakunya belum pernah tertangkap,” ungkapnya.

Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Barat. Petugas kepolisian disebut telah melakukan pengecekan lokasi dan meminta keterangan dari para korban.

Kepala Desa Bogorejo, Ari Supriadi, membenarkan adanya laporan kehilangan tujuh unit pompa air milik petani di wilayahnya. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, pompa-pompa tersebut diduga dicuri pada rentang waktu setelah Magrib.

“Petani menyampaikan bahwa sebelum Magrib pompa masih ada. Setelah malam hari dicek kembali ternyata sudah hilang,” katanya.

Ari menjelaskan nilai kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Jika satu unit pompa dihargai sekitar Rp2,5 juta, maka total kerugian dapat mencapai sekitar Rp17,5 juta.

Menurutnya, pencurian ini sangat merugikan petani karena terjadi saat kebutuhan air untuk lahan pertanian sedang tinggi akibat musim kemarau.

“Petani akhirnya harus mencari pompa lagi agar sawah tetap bisa diairi. Kalau tidak segera diganti tentu akan mengganggu pengelolaan lahan pertanian,” ujarnya.

Keresahan warga semakin meningkat karena kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah sekitar. Empat hari setelah kejadian di Bogorejo, pencurian pompa air juga dilaporkan terjadi di Desa Karangsono yang berbatasan dengan desa tersebut.

Akibat maraknya aksi pencurian, sejumlah petani kini memilih meningkatkan pengawasan dengan berjaga di area persawahan pada malam hari. Sementara itu, aparat kepolisian bersama pemerintah desa terus melakukan patroli dan pemantauan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga saat ini, pelaku pencurian tujuh pompa air tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Warga berharap kasus ini segera terungkap agar para petani dapat kembali beraktivitas tanpa dihantui ancaman kehilangan peralatan pertanian yang menjadi penopang utama produksi mereka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati dan Wakil Bupati Magetan Terpilih Dijadwalkan Dilantik 23 Mei di Surabaya

    Bupati dan Wakil Bupati Magetan Terpilih Dijadwalkan Dilantik 23 Mei di Surabaya

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan akhirnya menerima surat resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pelantikan Nanik Endang Rusminiarti dan Suyatni Priasmoro sebagai Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, (23/05/2025) pukul 09.00 WIB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kepastian jadwal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan […]

    Bagikan
  • Ratusan Elemen Masyarakat Ikuti Apel Sabuk Kamtibmas Polres Magetan

    Ratusan Elemen Masyarakat Ikuti Apel Sabuk Kamtibmas Polres Magetan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Guna memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Polres Magetan menggelar Apel Gelar Pasukan Serentak Sabuk Kamtibmas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres Magetan, Kamis (30/4/2026). Apel dipimpin oleh Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo, yang mewakili Kapolres AKBP Raden Erik Bangun Prakasa. Sekitar 500 peserta ambil bagian dalam […]

    Bagikan
  • Mbok Yem Jalani Perawatan Intensif di RSU Aisyiyah Ponorogo

    Mbok Yem Jalani Perawatan Intensif di RSU Aisyiyah Ponorogo

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Wakiyem atau yang akrab disapa Mbok Yem, pemilik warung legendaris di Puncak Gunung Lawu, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSU Aisyiyah Ponorogo. Diketahui, perempuan berusia 82 tahun itu ditangani oleh tiga dokter spesialis, yakni spesialis paru, penyakit dalam, dan jantung. Humas RSU Aisyiyah Ponorogo, Moh. Arbain menjelaskan kondisi Mbok […]

    Bagikan
  • Polemik Tukar Guling Aset Masjid Quba dengan Pemdes Purwosari Tak Kunjung Usai

    Polemik Tukar Guling Aset Masjid Quba dengan Pemdes Purwosari Tak Kunjung Usai

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 108
    • 0Komentar

    KAB.MADIUN – Pembangunan Masjid Quba milik Pemerintah Kabupaten Madiun masih menyisakan polemik tukar guling aset. Hingga Kini belum ada kejelasan atas tanah pengganti aset milik Desa yang sah tersebut. “Ini dimulai surat dari Kabupaten Madiun Tahun 2016. Jadi waktu itu ada tim dari Kabupaten datang untuk memproses mulai pemakaian tanah bengkok untuk dijadikan lahan Masjid […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Siapkan Enam Propemperda 2026, Dua Diantaranya Inisiatif Dewan

    DPRD Ponorogo Siapkan Enam Propemperda 2026, Dua Diantaranya Inisiatif Dewan

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebagai lembaga legislasi, DPRD Ponorogo berupaya memastikan proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda) berjalan terarah dan berkualitas. Menyongsong tahun 2026, para wakil rakyat telah menyiapkan enam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) untuk dibahas bersama Eksekutif. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan Rancangan Perda (Raperda) inisiatif DPRD Ponorogo. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi […]

    Bagikan
  • Keren ! Baksos Dharma Pertiwi di Ngawi Catat Rekor MURI, Sasar Anak Kebutuhan Khusus

    Keren ! Baksos Dharma Pertiwi di Ngawi Catat Rekor MURI, Sasar Anak Kebutuhan Khusus

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Dharma Pertiwi Daerah E menggelar bakti sosial (Baksos) di Kodim 0805/Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (25/2/2025). Baksos serentak oleh Dharma Pertiwi ini dilakukan di 1.430 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Baksos yang diselenggarakan itu dalam rangka memperingati Hari Jadi Dharma Pertiwi yang jatuh pada 15 April 2025. “Kegiatan […]

    Bagikan
expand_less