Berita Terkini
Trending Tags

Harga Kedelai dan Minyak Goreng Melonjak, UMKM Ngawi Pangkas Produksi hingga Naikkan Harga Jual

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 408
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga bahan baku naik, UMKM Ngawi pangkas produksi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Kenaikan harga bahan baku terus menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tidak hanya harga kedelai yang melonjak, kelangkaan minyak goreng kemasan juga memaksa pelaku usaha beralih ke minyak goreng curah yang harganya ikut mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut dialami Muhadi Suko Utomo (54), perajin kedelai goreng di Desa Beran, Kecamatan Ngawi. Demi menjaga usahanya tetap bertahan, ia terpaksa mengurangi hari produksi, memangkas kapasitas produksi, hingga menaikkan harga jual produknya.

Jika sebelumnya proses produksi dilakukan sekitar 20 hari dalam sebulan, kini aktivitas menggoreng kedelai hanya berlangsung delapan hari. Pengurangan jam operasional tersebut berdampak langsung terhadap tiga orang karyawan yang bekerja di tempat usahanya.

Selain itu, kapasitas produksi juga merosot drastis. Dari sebelumnya mampu menghasilkan sekitar delapan kuintal kedelai goreng per hari, kini produksinya hanya mencapai sekitar empat kuintal atau turun hingga 50 persen.

Muhadi menjelaskan, tekanan biaya produksi mulai terasa sejak sekitar tiga bulan terakhir. Harga kedelai yang sebelumnya Rp8.500 per kilogram kini naik menjadi Rp10.500 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada harga plastik kemasan yang melonjak dari Rp28 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram.

Beban biaya semakin berat karena harga minyak goreng curah ikut meningkat dari Rp16 ribu menjadi Rp19.300 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan yang selama ini digunakan semakin sulit diperoleh di pasaran dengan harga yang jauh lebih mahal.

Akibat kondisi tersebut, Muhadi akhirnya beralih menggunakan minyak goreng curah agar kegiatan produksi tetap berjalan.

Karyawan usaha, Mustaqim, mengatakan perubahan bahan baku tersebut dilakukan karena minyak goreng kemasan sudah sulit diperoleh.

“Dulu memakai minyak goreng kemasan. Sekarang beralih ke minyak goreng curah karena minyak kemasan harganya mahal dan barangnya juga langka,” ujarnya.

Untuk mengurangi kerugian yang semakin besar, Muhadi juga menaikkan harga jual kedelai goreng sebesar Rp5.000 per kemasan isi lima kilogram. Harga yang sebelumnya Rp77 ribu kini menjadi Rp82 ribu per kemasan.

Meski harga dinaikkan, keuntungan yang diperoleh tidak bertambah signifikan karena hampir seluruh kenaikan tersebut digunakan untuk menutup biaya produksi yang terus membengkak.

Muhadi mengaku situasi ini menjadi tantangan berat bagi pelaku UMKM. Selain harus menjaga kualitas produk, mereka juga harus mempertahankan pelanggan di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Sekarang minyak goreng susah dicari, harganya juga naik. Kami terpaksa menaikkan harga jual dan mengurangi jam produksi supaya usaha tetap bisa berjalan,” kata Muhadi.

Produk kedelai goreng miliknya selama ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Ngawi, tetapi juga dikirim ke sejumlah daerah seperti Madiun, Ponorogo, hingga beberapa kota di Jawa Tengah.

Pelaku usaha berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan baku, khususnya kedelai dan minyak goreng. Menurut mereka, kestabilan pasokan dan harga menjadi faktor penting agar UMKM tetap mampu berproduksi, mempertahankan tenaga kerja, serta menjaga daya saing di tengah tingginya biaya operasional. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pohon Mahoni di Kota Madiun Tumbang, Timpa Pengendara Motor hingga Terluka photo_camera 3

    Pohon Mahoni di Kota Madiun Tumbang, Timpa Pengendara Motor hingga Terluka

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah pohon mahoni tumbang di Jalan Sumber Karya, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Minggu sore (15/3/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terluka setelah tertimpa pohon saat melintas di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Iyum, warga Jalan Endah Manis, Kelurahan Manisrejo. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk […]

    Bagikan
  • Cerita Al Arsy, Murid Tunggal Kelas 1 SDN Jalen Ponorogo yang Tak Gentar Sekolah Sendirian

    Cerita Al Arsy, Murid Tunggal Kelas 1 SDN Jalen Ponorogo yang Tak Gentar Sekolah Sendirian

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Al Arsy Al Farizi menjadi satu-satunya siswa baru di SDN Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo. Saat ditemui di hari kedua masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (15/07/2025), Arsy tampak antusias mengikuti kegiatan bersama kakak kelasnya dalam satu ruang kelas. Tak tampak sedikit pun rasa takut, canggung, atau minder di wajah bocah berusia […]

    Bagikan
  • Usai Dilantik, Apel Besar ASN Bakal Dihelat Di Pendopo Ronggo Jumeno

    Usai Dilantik, Apel Besar ASN Bakal Dihelat Di Pendopo Ronggo Jumeno

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemkab Madiun bergerak cepat guna menyikapi proses pelantikan Bupati dan Wabup Madiun terpilih. Hasil rapat internal menyusun sejumlah kegiatan, salah satunya bakal ada gelaran apel besar bersama ASN pada hari Senin (24/02/2025) di halaman Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Soedjiono mengatakan, hasil rapat menyimpulkan ada rencana beberapa […]

    Bagikan
  • 4 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Magetan Ingatkan Masyarakat Bahaya DBD

    4 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Magetan Ingatkan Masyarakat Bahaya DBD

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 123
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mewanti-wanti masyarakat terkait bahaya nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Tidak hanya itu, Dinkes juga menyesalkan perilaku masyarakat yang terlambat membawa anggota keluarga ke rumah sakit, ketika kondisi sudah mengalami DBD fase kritis. Tercatat hingga akhir November 2024 telah ditemukan sebanyak 574 kasus DBD. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian […]

    Bagikan
  • 107 Ribu Penumpang Serbu Daop 7 Madiun, Puncak Mudik Terungkap

    107 Ribu Penumpang Serbu Daop 7 Madiun, Puncak Mudik Terungkap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki hari ke-9 masa angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang kereta api yang tiba di wilayah Daop 7 Madiun terus meningkat signifikan. Hingga Kamis (19/3/2026) pukul 09.00 WIB, total kedatangan penumpang tercatat mencapai 107.798 orang, sementara penumpang berangkat sebanyak 59.076 orang. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan arus kedatangan pemudik masih […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Pelatihan Water Rescue bagi 75 Personel

    BPBD Kota Madiun Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Pelatihan Water Rescue bagi 75 Personel

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui pelatihan water rescue bagi personel Tim Reaksi Cepat (TRC) serta relawana. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Juli 2026, di kawasan Embung Pilangbango ini diikuti sekitar 75 peserta. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program kerja […]

    Bagikan
expand_less