Berita Terkini
Trending Tags

Dinas Arpus Magetan Siapkan Ruang Literasi Digital di Graha Literasi, Ditargetkan Launching Desember

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 114
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gedung Pusat Literasi Kabupaten Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan menyiapkan pengembangan fasilitas literasi digital di Gedung Graha Literasi. Ruang tersebut dirancang menjadi fasilitas edukasi yang memadukan aktivitas membaca dengan pengalaman belajar berbasis visual dan teknologi bagi anak-anak.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Endang Ambarwati, mengatakan gagasan tersebut muncul dari perubahan pola literasi anak yang semakin dekat dengan perangkat digital. Kondisi itu dinilai perlu direspons dengan menghadirkan ruang belajar yang lebih adaptif dan menarik, sekaligus tetap mendukung budaya membaca.

Menurut Endang, pengembangan ruang literasi digital juga menjadi bagian dari upaya menyesuaikan fasilitas perpustakaan dengan kebijakan pembatasan penggunaan gawai bagi anak.

“Saya berpikir bagaimana Gedung Graha tersebut ada juga literasi yang sifatnya digital untuk anak-anak. Saya yakin anak-anak akan tertarik,” ujar Endang.

Ruang literasi digital tersebut nantinya akan dilengkapi visualisasi edukasi yang disesuaikan dengan jenjang usia dan pendidikan anak. Konsepnya dibuat terintegrasi dengan kegiatan kunjungan atau outing class ke Graha Literasi.

Anak-anak yang datang tidak hanya diarahkan untuk membaca koleksi buku, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui tayangan visual edukatif. Dengan konsep tersebut, perpustakaan diharapkan tidak sekadar menjadi tempat membaca, melainkan ruang pembelajaran yang lebih interaktif.

Endang menuturkan, pengembangan fasilitas itu akan dibiayai melalui realokasi sejumlah anggaran internal Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Anggaran yang dialihkan berasal dari kegiatan yang dinilai kurang mendesak untuk kemudian diprioritaskan bagi kebutuhan literasi digital.

Ia menjelaskan, terdapat penyesuaian anggaran setelah dilakukan analisis jabatan dan pengurangan kebutuhan tenaga outsourcing. Sebagian alokasi yang sebelumnya masih mengikuti pagu lama kemudian dapat disesuaikan dan dialihkan untuk mendukung program yang dianggap lebih prioritas.

“Hal-hal yang sifatnya bisa kita alihkan, kita prioritaskan untuk yang penting. Menurut saya, ruang digital ini penting,” kata Endang.

Pengembangan ruang tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Graha Literasi, khususnya bagi kalangan pelajar. Endang membayangkan kunjungan anak-anak dapat dikemas dalam satu rangkaian kegiatan, mulai dari membaca buku, menikmati visualisasi edukasi, hingga mengunjungi lokasi edukasi lain di sekitar kawasan.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengintegrasikan kegiatan kunjungan ke Graha Literasi dengan Kebun Bunga Refugia. Dengan demikian, kegiatan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi dapat dilanjutkan dengan pembelajaran di ruang terbuka.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan menargetkan ruang literasi digital tersebut dapat diluncurkan pada Desember 2026, dengan catatan proses penyesuaian anggaran berjalan sesuai rencana.

“Kalau penyesuaian anggaran ini oke, Desember bisa dilaunching. Harapan saya begitu. Nanti Januari sudah ada fasilitasi outing class di sana,” tutur Endang.

Mulai Januari 2027, fasilitas tersebut diharapkan sudah dapat dimanfaatkan untuk mendukung program kunjungan pelajar. Konsep ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah menghadirkan alternatif aktivitas digital yang bersifat edukatif, sehingga penggunaan teknologi oleh anak tidak semata-mata untuk hiburan.

Pengembangan ruang literasi digital ini menjadi bagian dari transformasi layanan perpustakaan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Tantangannya bukan lagi sekadar meningkatkan minat membaca buku, tetapi juga memastikan anak-anak mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang positif, kreatif, dan sesuai dengan usia mereka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPC PDI Perjuangan Magetan Tegas Menolak Wacana Pilkada Melalui DPRD

    DPC PDI Perjuangan Magetan Tegas Menolak Wacana Pilkada Melalui DPRD

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menegaskan penolakannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Sikap ini disampaikan oleh Wakil Ketua Pemenangan DPC PDI Perjuangan Magetan, Joko Suyono, dalam keterangan resmi di Kantor DPC pada Sabtu (10/1/2026). Joko menekankan bahwa pilkada merupakan pilar utama demokrasi yang harus tetap berada di tangan […]

    Bagikan
  • 8 Fraksi DPRD Kota Madiun Setujui APBD Perubahan TA. 2026, Tekankan Optimalisasi PAD dan Realisasi Program Skala Prioritas

    8 Fraksi DPRD Kota Madiun Setujui APBD Perubahan TA. 2026, Tekankan Optimalisasi PAD dan Realisasi Program Skala Prioritas

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan yang didahului Pandangan Akhir Fraksi atas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (31/8/2026). 8 Fraksi DPRD Kota Madiun turut memberikan saran masukan kepada Pemerintah Kota Madiun dalam menerapkan kebijakan yang tertuang dalam Rencana Kerja […]

    Bagikan
  • Aliansi BEM Madiun Audiensi dengan DPRD, Aspirasi Mahasiswa Akan Diteruskan ke DPR RI

    Aliansi BEM Madiun Audiensi dengan DPRD, Aspirasi Mahasiswa Akan Diteruskan ke DPR RI

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar audiensi dengan pimpinan DPRD Kota Madiun pada Rabu (01/10/2025). Agenda ini merupakan tindak lanjut dari aksi simbolis September Hitam yang sebelumnya digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa. Dalam kesempatan tersebut, aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya. “Hal […]

    Bagikan
  • Pangdam Mayjen Rudy Apresisasi Keberhasilan Program Prioritas di Nganjuk

    Pangdam Mayjen Rudy Apresisasi Keberhasilan Program Prioritas di Nganjuk

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin melakukan Safari Ramadan di wilayah Korem 081/DSJ yang digelar di Makodim 0810/Nganjuk, Jl. Panglima Sudirman No. 11, Kabupaten Nganjuk, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Nganjuk H. Marhaen Djumadi dan Forkopimda lainnya atas kontribusinya terhadap Kodim 0810/Nganjuk. “Saya secara […]

    Bagikan
  • Viral Rumah Dibongkar Ekskavator di Ngawi, Ternyata Imbas Gagal Nikah

    Viral Rumah Dibongkar Ekskavator di Ngawi, Ternyata Imbas Gagal Nikah

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Sebuah video yang memperlihatkan pembongkaran rumah menggunakan alat berat jenis ekskavator di Kabupaten Ngawi ramai beredar di media sosial. Rekaman yang diunggah akun TikTok @Ari_plafon_ngawi itu memicu perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi. Dalam video tersebut, tampak sebuah rumah permanen diratakan hingga hampir rata dengan tanah. Unggahan itu disertai keterangan singkat […]

    Bagikan
  • Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

    Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Lonjakan harga minyak goreng yang diiringi kelangkaan pasokan di pasaran memberikan tekanan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, para pelaku UMKM akhirnya menyesuaikan harga jual produk, meski konsekuensinya berisiko ditinggalkan pelanggan. Kondisi ini terlihat di sentra keripik tempe Desa […]

    Bagikan
expand_less