Truk Trailer Bermuatan 32 Ton Semen Tabrak Motor dan Dua Rumah di Ngawi, Satu Orang Tewas
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 102
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026) pagi. Sebuah truk trailer bermuatan 32 ton semen terlibat tabrakan dengan sepeda motor yang ditumpangi dua orang hingga kemudian oleng dan menghantam dua rumah warga di tepi jalan.
Satu orang pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian. Sementara penumpangnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Truk trailer yang dikemudikan Sunar (47), warga Desa Ngampel, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, tengah dalam perjalanan dari arah Rembang menuju Sambungmacan, Sragen, untuk mengantarkan muatan semen.
Saat melintas di lokasi kejadian, truk tersebut terlibat tabrakan dengan sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Menurut keterangan sopir truk, sepeda motor korban tiba-tiba oleng ke kanan hingga bertabrakan dengan bagian depan kendaraannya.
Benturan tersebut membuat salah satu ban truk pecah. Kendaraan berat itu kemudian sulit dikendalikan dan bergerak oleng ke kanan hingga keluar dari badan jalan.
Truk akhirnya masuk ke pekarangan dan menghantam dua rumah warga yang berada di pinggir jalan. Kerasnya benturan menyebabkan bagian teras dan dinding kedua rumah mengalami kerusakan.
Pengemudi sepeda motor, Maryanto (47), warga Desa Baki Pandeyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, meninggal dunia di lokasi. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani visum.

Sementara rekannya, Andriyan Eka Buana (24), yang dibonceng Maryanto, mengalami luka-luka. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis.
Pemilik rumah, Yatmi (54), mengaku sedang berada di dapur ketika mendengar suara benturan keras. Ia kemudian mendapati truk sudah menerobos masuk ke pekarangan rumahnya.
“Saya pas di dapur mendengar suara ledakan, terus seperti motor terseret. Ternyata truk sudah masuk pekarangan dan menabrak rumah saya. Anak saya selamat, korban satu meninggal,” ujarnya.
Dua rumah yang terdampak merupakan milik Yatmi dan anaknya, Ma’ruf Hasani (29). Selain bagian teras, dinding rumah mengalami kerusakan akibat dihantam kendaraan bermuatan puluhan ton tersebut.
Sopir truk, Sunar, mengatakan sepeda motor korban sempat oleng sebelum menabrak kendaraannya. Setelah benturan terjadi, ban truk pecah sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan.
“Motor itu oleng ke kanan menabrak truk saya hingga ban saya pecah. Truk tidak bisa saya kendalikan hingga menabrak rumah. Satu tewas, satu luka,” jelasnya.
Pasca-kecelakaan, petugas melakukan evakuasi terhadap truk trailer yang masih membawa muatan 32 ton semen. Proses evakuasi dilakukan untuk mengamankan lokasi sekaligus mengurangi risiko gangguan terhadap arus lalu lintas di jalur Ngawi–Solo.
Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian serta penyebab kecelakaan. Kasus tersebut kini ditangani Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Ngawi.
Kecelakaan ini sekaligus menjadi pengingat tingginya risiko keselamatan di jalur utama Ngawi–Solo, terlebih ketika melibatkan kendaraan berat dengan muatan puluhan ton. Polisi masih mendalami faktor yang menyebabkan sepeda motor dan truk tersebut bertabrakan sebelum truk keluar jalur dan menghantam rumah warga. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez



