Kebakaran Hutan Rakyat Landa Gunung Dloko dan Gunung Gede di Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 58
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kebakaran hutan rakyat melanda dua kawasan perbukitan di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Selasa (30/6/2026) sore. Kobaran api membakar kawasan hutan rimba campur di Gunung Dloko, Desa Tatung, serta Gunung Gede, Desa Muneng. Cuaca kering dan tebalnya serasah daun membuat api cepat menjalar. Warga bersama petugas harus berjibaku mencegah api merembet ke lahan pertanian maupun permukiman.
Kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Di kawasan Gunung Dloko, Desa Tatung, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Sementara di Gunung Gede, Desa Muneng, area yang terdampak diperkirakan mencapai enam hektare.
Kondisi hutan yang dipenuhi daun-daun kering membuat kobaran api dengan cepat menyebar ke berbagai titik. Warga bersama petugas gabungan langsung membuat sekat bakar dan melakukan penjagaan untuk menahan laju api agar tidak meluas.
Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, mengatakan warga terus bersiaga karena api berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.
“Kalau tidak dimatikan nanti merambat bisa habis seluruh. Tadi warga berjaga agar api tidak merambat terus dan dilakukan upaya pemutusan jalur kebakaran,” kata Rudi.
Ia menambahkan kewaspadaan warga terus ditingkatkan, terutama saat malam hari.
“Warga siaga semua malam ini,” tambahnya.
Sementara itu, anggota BPBD Ponorogo, Aris Ahmadi, menjelaskan proses pemadaman dilakukan secara manual karena lokasi kebakaran berada di tengah hutan dan sulit dijangkau kendaraan tangki air.
“Upaya yang dilakukan adalah memutus api dengan membuat sekat, kemudian pemadamannya secara manual dengan cara gepyok,” jelas Aris.
Menurutnya, akses menuju lokasi menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
“Karena lokasinya jauh dari jalan raya, mobil tangki untuk merapat ke sini terlalu berisiko dan jaraknya juga terlalu jauh. Jadi bila akses kendaraan tidak memungkinkan, pemadaman dilakukan secara manual,” ujarnya.
Hingga malam hari, petugas masih memantau dua titik kebakaran di Desa Tatung dan Desa Muneng. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengguna jalur menuju lahan pertanian. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





