Gemarikan Digencarkan di Madiun, 300 Paket Ikan Disalurkan untuk Cegah Stunting
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengintensifkan upaya pencegahan stunting melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Kali ini, sebanyak 150 paket ikan dan produk olahan berbahan dasar ikan dibagikan kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita di Balai Pertemuan Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kamis (25/6/2026).
Program yang digelar Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat sekaligus intervensi percepatan penurunan angka stunting.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun Erni Hari Wuryanto serta Ketua Bidang Pembinaan Keluarga PKK Kabupaten Madiun Fitria Purnomo Hadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Soedjiono, mengatakan Gemarikan merupakan program nasional yang bertujuan membudayakan konsumsi ikan di tengah masyarakat.
“Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan ini kami dorong untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat. Paket yang diberikan berisi ikan nila segar serta aneka produk olahan ikan yang kaya protein,” ujar Soedjiono.
Menurutnya, bantuan tersebut menyasar kelompok rentan, terutama ibu hamil dan balita, karena asupan protein yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah stunting sejak dini.
Di Kecamatan Kebonsari, kata Soedjiono, angka stunting saat ini telah turun menjadi sekitar 2,95 persen. Namun demikian, pemerintah tetap melakukan intervensi terhadap anak-anak yang masih mengalami stunting.
“Di Desa Balerejo masih terdapat tujuh anak yang mengalami stunting. Karena itu kami lakukan intervensi melalui program Gemarikan agar kebutuhan protein anak dapat terpenuhi,” katanya.
Selain di Kecamatan Kebonsari, program serupa juga akan dilaksanakan di Kecamatan Dolopo. Masing-masing wilayah mendapatkan alokasi 150 paket bantuan.
Soedjiono mengungkapkan tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur. Saat ini konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun tercatat sebesar 14,71 kilogram per kapita per tahun, sementara rata-rata konsumsi ikan di tingkat provinsi telah mencapai 22 kilogram per kapita per tahun.
Untuk meningkatkan angka tersebut, pemerintah daerah tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan, tetapi juga memperkuat sektor budidaya perikanan air tawar.
“Kabupaten Madiun tidak memiliki wilayah laut, sehingga kami mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar. Harapannya, hasil budidaya dapat meningkatkan kesejahteraan petani ikan sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,” tutur Soedjiono.
Melalui Gemarikan, Pemkab Madiun berharap budaya makan ikan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Selain mendukung pemenuhan gizi keluarga, langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas stunting. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





