Bursa Batu Mulia dan Pusaka Jadi Daya Tarik Gelar Budaya RRI Madiun 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Bursa batu mulia dan pameran pusaka menjadi salah satu daya tarik dalam Gelar Budaya RRI Madiun 2026 yang digelar di halaman RRI Madiun, Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu menarik perhatian masyarakat yang datang untuk menyaksikan beragam koleksi batu akik, keris, hingga tombak.
Kepala RRI Madiun, Kukuh Setyo Budi Akhrianto, mengatakan penyelenggaraan bursa batu mulia merupakan bagian dari komitmen RRI dalam melestarikan budaya lokal. Menurutnya, batu akik tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat.
“Ini adalah karya budaya yang luar biasa dan kita wajib mengangkatnya. Jangan sampai hanya booming sesaat, kemudian hilang. Tugas kita adalah memelihara agar keberadaannya tetap konsisten,” ujarnya.
Selain menghadirkan bursa batu mulia, RRI Madiun juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam Gelar Budaya 2026. Mulai dari pelajar yang menampilkan seni karawitan, para seniman daerah, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memamerkan produk unggulannya.
Kukuh menegaskan, sebagai lembaga penyiaran publik, RRI harus mampu menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berekspresi sekaligus memperkuat potensi budaya daerah.
“Kita melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari pelajar yang tampil dalam seni karawitan, para seniman, hingga pelaku UMKM. Karena memang keberadaan RRI harus memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, Gelar Budaya RRI Madiun juga menghadirkan pameran tosan aji yang menampilkan koleksi keris dan tombak dari para pegiat budaya di Madiun. Kehadiran pameran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan budaya Nusantara, sejalan dengan pengakuan UNESCO yang menetapkan keris Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Kemanusiaan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Gelar Budaya RRI Madiun menyuguhkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari reog, karawitan, tari tradisional, wayang kulit, dialog budaya, hingga prosesi ruwatan sebagai penutup rangkaian acara.
Melalui kegiatan ini, RRI Madiun berharap masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga semakin mengenal, mencintai, dan ikut menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





