Tiga Calon Dirut Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Lolos Tahap Akhir, Wawancara KPM Jadi Penentu
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Seleksi calon Direktur Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan tiga peserta dengan nilai tertinggi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), Selasa (7/7/2026). Selanjutnya, ketiga kandidat akan mengikuti wawancara bersama Kuasa Pemilik Modal (KPM) sebagai tahapan penentu sebelum direktur definitif ditetapkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, tiga nama yang lolos ke tahap akhir merupakan hasil seleksi berjenjang. Dari sembilan pendaftar, hanya lima peserta yang memenuhi syarat administrasi dan mengikuti UKK pada 27 Juni lalu.
Tiga kandidat yang berhasil meraih nilai tertinggi yakni Jamaluddin, Joko Nugroho, dan Sukoharjono.
“Senin (6/7) kami sudah melaporkan hasilnya kepada KPM, dan hari ini resmi diumumkan,” ujar Soeko yang juga menjabat Ketua Pansel Seleksi Direktur Perumdam Tirta Taman Sari.
Menurut Soeko, peluang ketiga kandidat masih sama besar. Sebab, hasil UKK bukan satu-satunya dasar penilaian. Tahap wawancara bersama KPM akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang layak memimpin perusahaan daerah tersebut.
Dalam proses wawancara, KPM akan menggali visi, strategi, dan kemampuan masing-masing kandidat dalam meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi Perumdam Tirta Taman Sari.
“Wawancara sangat menentukan. Di situ akan terlihat strategi dan rencana aksi masing-masing calon dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi Perumdam,” katanya.
Ia menambahkan, jadwal wawancara masih menyesuaikan agenda KPM. Namun, proses tersebut ditargetkan rampung paling lambat pekan depan atau sebelum masa jabatan direksi saat ini berakhir pada 14 Juli 2026.
“Kalau memungkinkan sebelum masa jabatan direksi berakhir sudah selesai. Kalau belum, nanti akan ada pelaksana tugas (Plt),” ujarnya.
Soeko mengakui direktur baru akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain dituntut meningkatkan kinerja perusahaan, direktur terpilih juga harus mampu menyelesaikan persoalan yang dinilai cukup kompleks.
“PR utamanya tentu meningkatkan kinerja perusahaan. Permasalahan di Perumdam cukup kompleks, sehingga kami harus benar-benar hati-hati dan komprehensif dalam menentukan direktur,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, ke depan Perumdam Tirta Taman Sari hanya akan dipimpin seorang direktur. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2024 yang mengatur bahwa Perumdam dengan jumlah pelanggan di bawah 50 ribu sambungan cukup dipimpin satu direktur. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





