Pemkot Madiun Gali Potensi Batik Khas Daerah, Motif Terbaik Akan Dipatenkan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 45
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis budaya dengan menggali potensi para perajin batik lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama Sekretaris Daerah dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) ke sejumlah sentra batik, Rabu (8/7/2026).
Sejumlah perajin yang dikunjungi di antaranya Batik Murni, WMH Batik, Batik Athanisa, dan Tembo Batik. Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mendengarkan secara langsung potensi, tantangan, hingga kebutuhan para pelaku usaha batik di Kota Madiun.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, pemerintah ingin memastikan setiap persoalan yang dihadapi perajin dapat dipetakan sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang lebih tepat sasaran.
“Saya ingin tahu langsung potensi-potensi para pengrajin batik, ingin tahu problem atau kendalanya, serta ingin mengetahui apa yang selama ini sudah dilakukan. Sehingga nanti menjadi catatan apa saja yang bisa difasilitasi oleh Pemerintah Kota,” ujarnya.
Menurut Bagus, pelatihan yang selama ini diberikan kepada pelaku usaha perlu dibarengi dengan pendampingan berkelanjutan agar hasilnya benar-benar berdampak pada perkembangan usaha. Karena itu, tindak lanjut setelah pelatihan dinilai menjadi aspek yang tidak kalah penting dibanding pelaksanaan pelatihannya sendiri.
Momentum tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menjelang lomba desain batik serta fashion show batuk yang akan berlangsung pada 16–18 Juli 2026. Pemerintah berharap seluruh perajin batik dapat terlibat aktif dalam ajang tersebut.
“Kami ingin seluruh teman-teman perajin ikut terlibat. Karya-karya batik lokal nanti ditampilkan. Desain-desainnya juga akan menjadi desain batik khas Kota Madiun yang nantinya dipatenkan,” kata Bagus.
Ia berharap seluruh perajin batik di Kota Madiun dapat bersinergi untuk menghadirkan identitas batik yang mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus memiliki daya saing lebih luas.
“Kita nanti akan pamerkan karya-karyanya di Madiun Batik Festival,” tambahnya.
Selain menjadi ajang promosi, festival tersebut juga akan menghadirkan berbagai kompetisi, termasuk lomba desain batik dan fashion show. Menanggapi masukan agar proses penjurian melibatkan juri dari luar daerah, Bagus menegaskan bahwa panitia akan mengedepankan prinsip netralitas.
“Juri belum ditentukan. Yang jelas saya pastikan jurinya netral,” tegasnya.
Hal yang sama juga berlaku untuk penjurian pada kategori fashion show. Menurutnya, hingga saat ini komposisi dewan juri masih dalam proses penentuan agar menghasilkan penilaian yang objektif dan profesional.
Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif, Kota Madiun berharap mampu melahirkan motif batik khas yang memiliki identitas kuat, memperkuat ekonomi kreatif, sekaligus memperluas pengenalan batik lokal kepada masyarakat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





