Purna Tugas Dirut Perumdam Madiun Paparkan Kinerja, Pendapatan Belum Tercapai, Laba Tetap Meningkat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 85
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia |Kota Madiun – Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun, Suyoto resmi purna tugas dari jabatannya. Usai dilantik pada 2021 lalu, posisi pimpinan perusahaan plat merah tersebut bakal segera diganti. Dihadapan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun serta Dewan Pengawas, Suyoto mengakui target pendapatan perusahaan selama lima tahun terakhir belum sepenuhnya tercapai.
Meski demikian, laba bersih perusahaan dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap melampaui target yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Madiun. Hal itu disampaikan Suyoto saat menyampaikan laporan kinerja sekaligus berpamitan menjelang berakhirnya masa jabatannya, Selasa (14/7/2026).
Suyoto menjelaskan, realisasi pendapatan Perumdam sepanjang periode 2021–2025 berada pada kisaran 95 hingga 99 persen dari target yang ditetapkan. Tidak tercapainya target tersebut dipengaruhi oleh menurunnya tingkat konsumsi air pelanggan, sehingga berdampak langsung terhadap volume penjualan air.
“Kami mohon maaf karena target pendapatan selama lima tahun belum bisa tercapai. Namun laba perusahaan dan kontribusi PAD tetap memenuhi bahkan melampaui target,” ujar Suyoto.
Berdasarkan laporan kinerja, laba bersih Perumdam Tirta Taman Sari terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, perusahaan membukukan laba bersih sekitar Rp14,65 miliar atau mencapai 107,63 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, setoran PAD kepada Pemerintah Kota Madiun juga terus meningkat sesuai ketentuan yang berlaku.
Memasuki 2026, tantangan yang dihadapi perusahaan masih berkaitan dengan rendahnya konsumsi air pelanggan. Hingga Juni 2026, rata-rata konsumsi pelanggan domestik tercatat 18,69 meter kubik per sambungan, masih berada di bawah target sebesar 21 meter kubik. Kondisi tersebut menyebabkan pendapatan dari penjualan air hingga pertengahan tahun baru mencapai sekitar 89,6 persen dari target anggaran.
Menurut Suyoto, peningkatan konsumsi air pelanggan harus menjadi perhatian direksi yang baru karena akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan volume penjualan dan pendapatan perusahaan.
“Konsumsi rata-rata pelanggan harus menjadi perhatian direksi baru. Kalau konsumsi bisa dinaikkan sesuai target, otomatis volume penjualan dan pendapatan perusahaan juga akan meningkat,” katanya.
Selain sektor penjualan air, penjualan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik Perumdam juga mengalami penurunan cukup signifikan sepanjang semester pertama 2026. Untuk meningkatkan penjualan, Suyoto berharap Pemerintah Kota Madiun dapat mengoptimalkan penggunaan produk AMDK Perumdam di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Meski pendapatan belum mencapai target, efisiensi operasional perusahaan dinilai tetap terjaga. Hingga Juni 2026, laba setelah pajak tercatat sekitar Rp6,81 miliar atau hampir memenuhi target yang telah ditetapkan pada tahun berjalan.
“Terima kasih atas dukungan seluruh karyawan selama ini. Kami mohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam menjalankan amanah. Semoga Perumdam ke depan semakin maju di bawah kepemimpinan direksi yang baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, memberikan evaluasi mendalam terkait performa Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman Sari Kota Madiun selama lima tahun terakhir yang dinilai belum optimal memenuhi target. Bagus menyoroti sejumlah masalah krusial yang menjadi hambatan utama badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut, mulai dari target pendapatan yang tidak tercapai, tingginya tingkat kebocoran air, hingga kualitas pelayanan publik yang perlu segera dibenahi. Guna mengatasi persoalan ini, pemerintah daerah berencana merombak jajaran direksi serta menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama baru dari unsur Dewan Pengawas (Dewas) demi mempercepat pembenahan internal.

“Tentunya ini nanti ke depan itu akan kita rubah dengan kepemimpinan direktur yang baru yang nanti akan dipimpin, tentunya ini menjadi PR bersama sehingga nanti dianalisa, makanya saya kemarin menyampaikan bahwa cari problemnya dulu apa dan apa yang harus ditekankan. Bahkan hari nanti kedepannya fokusnya bagaimana kita nanti akan mempercepat digitalisasi untuk bagaimana menganalisa, men-tracking, dan mengetahui apa yang terjadi kekurangan dari PDAM yang kemudian nanti akan ditindaklanjuti secara dini,” urai Bagus.
Lebih lanjut, Bagus menilai kegagalan pencapaian target selama setengah dekade ini disebabkan oleh perencanaan awal yang kurang matang serta target yang dipatok terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan dinamika ekonomi makro yang fluktuatif. Pergantian nahkoda baru diharapkan mampu membawa target yang lebih realistis dan terukur sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Sembari menunggu proses pemilihan direksi definitif yang akan diupayakan berjalan secepat mungkin, koordinasi internal dipastikan tetap berjalan di bawah komando pelaksana tugas sementara.
“Dan khususnya, hal-hal yang tadi ada kurang karena targetnya juga terlalu tinggi. Analisa di awalnya juga kurang menurut saya, sehingga targetnya terlalu tinggi sementara kondisi perekonomian fluktuatif ini yang juga mempengaruhi capaian dari PDAM direksi yang ini,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




