Siswa SMK di Ponorogo Minta Bantuan Damkar Lepaskan Borgol yang Terkunci di Tangan
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 71
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Ponorogo membantu seorang siswa SMK yang tidak dapat melepaskan borgol yang terkunci di pergelangan tangannya usai digunakan untuk bermain.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan siswa bernama Ilham Maulana itu datang ke Markas Damkar pada Kamis (16/7/2026) dengan diantar sejumlah temannya untuk meminta bantuan.
Menurut Bambang, berdasarkan keterangan yang diterima petugas, borgol tersebut ditemukan di lingkungan sekolah. Ilham kemudian membawanya pulang dan memakainya saat bermain bersama teman-temannya. Namun, setelah borgol terkunci, tidak ada kunci yang dapat digunakan untuk membukanya.
“Yang bersangkutan menemukan borgol di sekolah, kemudian dibawa pulang. Di rumah digunakan mainan bersama teman-temannya. Mungkin tidak memperhatikan kalau untuk melepas borgol itu harus menggunakan kunci, sementara kuncinya tidak ada,” ujar Bambang, Jumat (17/7/2026).
Petugas kemudian melakukan evakuasi dengan menggunakan gerinda untuk memotong borgol secara hati-hati. Proses pelepasan berlangsung sekitar 15 menit dan berjalan lancar tanpa melukai tangan korban.
“Untuk melepas sebenarnya tidak terlalu lama, sekitar 15 menit. Kami potong menggunakan gerinda,” katanya.
Bambang menjelaskan, posisi borgol saat menempel di tangan korban tidak terlalu kencang sehingga tidak menyebabkan luka pada pergelangan tangan Ilham.
Ia menambahkan, penanganan pelepasan borgol merupakan pengalaman pertama bagi petugas Damkar Ponorogo. Selama ini, permintaan bantuan yang paling sering diterima adalah melepaskan cincin yang tersangkut di jari warga.
“Kalau melepas borgol baru kali ini. Biasanya yang kami tangani melepas cincin. Beberapa bulan terakhir juga tidak ada kejadian yang aneh-aneh,” pungkasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez




