Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Cuaca Tak Menentu dan Trauma Harga Anjlok, Luas Tanam Tembakau di Magetan Diprediksi Susut hingga 50 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 182
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Luas tanam tembakau Magetan diprediksi turun 50 persen. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Magetan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Di sejumlah sentra penghasil tembakau, seperti Kecamatan Parang serta kawasan lereng Gunung Lawu yang meliputi Plaosan, Poncol, dan Sidorejo, banyak petani memilih tidak lagi menanam tembakau dan mengalihkan lahannya ke komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Magetan, Siswanto, memperkirakan luas areal tanam tembakau tahun ini turun sekitar 40 hingga 50 persen dibandingkan musim tanam 2025. Jika pada tahun lalu luas tanam mencapai sekitar 750 hektare, maka pada musim ini diperkirakan hanya berkisar 375 hingga 450 hektare.

Menurut Siswanto, penurunan tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Faktor utama penyebabnya adalah anomali cuaca yang membuat hujan masih sering turun saat petani mulai menanam tembakau.

Akibat kondisi tersebut, banyak bibit tembakau yang baru ditanam mengalami pembusukan dan mati sehingga petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan penyulaman atau bahkan menanam ulang. Risiko kerugian yang cukup tinggi membuat banyak petani memilih mengurangi luas tanam, bahkan beralih ke komoditas lain.

“Curah hujan yang masih tinggi membuat banyak bibit tembakau tidak mampu bertahan. Petani tentu berpikir ulang karena biaya tanam cukup besar, sementara risiko gagal juga tinggi,” ujar Siswanto.

Selain cuaca yang belum bersahabat, petani juga masih dibayangi kerugian pada musim panen tahun lalu. Saat itu harga daun tembakau basah sempat anjlok hingga hanya berkisar Rp3.000–Rp5.000 per kilogram. Di saat yang sama, kualitas tembakau ikut menurun akibat tingginya curah hujan sehingga harga jual semakin rendah.

Kondisi tersebut membuat banyak petani kehilangan keuntungan, bahkan sebagian mengalami kerugian. Pengalaman itu menjadi pertimbangan utama bagi petani untuk tidak kembali menanam tembakau dalam jumlah besar pada musim tanam tahun ini.

Sebagai alternatif, banyak petani memilih menanam kentang yang dinilai memiliki harga lebih stabil, masa tanam yang relatif pasti, serta risiko usaha yang lebih kecil dibandingkan tembakau di tengah ketidakpastian cuaca.

Meski demikian, Siswanto mengungkapkan harga tembakau daun basah mulai menunjukkan tren perbaikan. Saat ini harga di tingkat petani berada di kisaran Rp7.000 per kilogram dan masih berpeluang meningkat setelah sejumlah perusahaan rokok mulai membuka gudang pembelian pada Agustus mendatang.

Image Not Found
Kenaikan harga tembakau belum mampu mengembalikan minat petani untuk memperluas areal tanam. Foto : Kus-Sinergia

“Kami berharap saat vendor mulai membuka gudang nanti harga bisa kembali naik. Kalau harga membaik dan cuaca mendukung, tentu kepercayaan petani untuk kembali menanam tembakau akan pulih,” katanya.

Namun, menurutnya, kenaikan harga saat ini belum mampu mengembalikan minat petani untuk memperluas areal tanam. Sebagian besar memilih menunggu kepastian harga saat panen dan perkembangan kondisi cuaca sebelum kembali berinvestasi pada komoditas tembakau.

APTI Kabupaten Magetan berharap musim panen tahun ini dapat memberikan hasil yang lebih baik sehingga petani kembali memperoleh keuntungan yang layak. Dengan dukungan cuaca yang lebih stabil dan harga beli yang kompetitif dari perusahaan, luas tanam tembakau di Magetan diharapkan dapat kembali meningkat pada musim tanam berikutnya dan menjaga keberlanjutan salah satu komoditas perkebunan unggulan daerah tersebut. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkara Dugaan Penyelewengan Dana LKK Rp. 9,7 Miliar Segera Naik ke Penyidikan

    Perkara Dugaan Penyelewengan Dana LKK Rp. 9,7 Miliar Segera Naik ke Penyidikan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun terus menelisik kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK). Dugaan penyelewengan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara yang ditafsir senilai Rp. 9,7 miliar. Kejari Kota Madiun mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat status perkara ini akan ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. “Dalam waktu […]

    Bagikan
  • Truk Bermuatan Batu Alam Terguling di Tikungan Sarangan, Pasutri Alami Luka Serius

    Truk Bermuatan Batu Alam Terguling di Tikungan Sarangan, Pasutri Alami Luka Serius

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur rawan Jalan Tembus Cemorosewu–Sarangan, Selasa (12/08/2025) pagi. Sebuah truk bermuatan batu alam terguling di tikungan roller barrier Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Insiden sekitar pukul 08.00 WIB itu mengakibatkan dua korban, pasangan suami istri, mengalami luka serius. Truk bernomor polisi AA 8161 LC […]

    Bagikan
  • Kemenag Kota Madiun Himbau Calon Jemaah Haji Segera Lakukan Pelunasan Biaya Haji

    Kemenag Kota Madiun Himbau Calon Jemaah Haji Segera Lakukan Pelunasan Biaya Haji

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun terus mempersiapkan ibadah haji tahun 2025. Tercatat, kuota jemaah haji Kota Madiun tahun ini sebanyak 154 orang. Per 14 Februari hingga 14 Maret 2025 mendatang, mereka berhak melakukan pelunasan biaya haji. “Ya masih dalam proses untuk Jamaah Haji Kota Madiun. Pembayaran pelunasan haji nantinya […]

    Bagikan
  • Jaga Nilai Luhur Budaya Pagelaran Wayang Kulit Tutup Rangkaian Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun

    Jaga Nilai Luhur Budaya Pagelaran Wayang Kulit Tutup Rangkaian Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Minggu malam (27/07/2025). Dalang kondang asal Karanganyar, Ki Cahyo Kuntadi, diundang secara khusus membawakan lakon Wahyu Darma yang sarat pesan moral dan kepemimpinan. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan pentas budaya tersebut. […]

    Bagikan
  • Batu Berukuran Besar Timpa Rumah di Slahung Ponorogo

    Batu Berukuran Besar Timpa Rumah di Slahung Ponorogo

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah batu berukuran besar jatuh dari tebing di Desa Ngilo-ilo Kecamatan Slahung Ponorogo pada Sabtu (22/2/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Batu tersebut menimpa rumah salah satu warga. Sebelumnya, wilayah Desa Ngilo-ilo dan sekitarnya diguyur hujan lebat. “Alhamdulillah penghuni rumah sedang berada di rumah sebelahnya. Jadi tidak ada korban jiwa. Tapi […]

    Bagikan
  • Viral Kisah Cinta Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Magetan Tuai Sorotan

    Viral Kisah Cinta Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Magetan Tuai Sorotan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 719
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah video yang menampilkan momen pertemuan sepasang kekasih di Kabupaten Magetan mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, keduanya tampak duduk berdampingan di sebuah ruangan bersama seorang petugas pencatatan pernikahan, disaksikan keluarga dari kedua belah pihak. Petugas kemudian menanyakan kesiapan mempelai perempuan untuk menerima pinangan sang kekasih. Pertanyaan itu dijawab […]

    Bagikan
expand_less