Berita Terkini
Trending Tags

Dindikpora Magetan Catat Lebih dari 100 Anak Putus Sekolah pada 2025, Ini Penyebab Utamanya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 47
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Magetan – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Magetan mencatat lebih dari 100 anak tidak melanjutkan pendidikan pada 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena masih banyak anak yang belum menuntaskan program wajib belajar 13 tahun, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga jenjang SMA.

Kepala Dindikpora Magetan, Suhardi, mengatakan mayoritas kasus anak putus sekolah dipicu oleh persoalan ekonomi keluarga. Keterbatasan biaya membuat sebagian anak memilih berhenti sekolah untuk membantu orang tua mencari nafkah. Selain itu, faktor psikologis juga menjadi penyebab cukup dominan, mulai dari rendahnya kepercayaan diri, gangguan psikis, hingga kondisi anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan penanganan berbeda.

“Data kami sekitar 100-an anak. Yang dimaksud putus sekolah adalah anak yang tidak menuntaskan wajib belajar 13 tahun. Ada yang hanya lulus SMP lalu membantu orang tuanya bekerja, ada juga yang tidak melanjutkan SMA karena faktor psikis,” ujar Suhardi.

Dindikpora telah melakukan pemetaan terhadap penyebab anak putus sekolah sebagai dasar penyusunan program penanganan. Dari hasil pendataan tersebut, lebih dari separuh anak yang berhenti sekolah mengaku terkendala kondisi ekonomi keluarga. Sementara sisanya dipengaruhi persoalan psikologis, kondisi disabilitas, maupun faktor sosial lainnya.

Sebagai langkah penanganan, Dindikpora tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat, tetapi juga melakukan pendekatan langsung kepada keluarga. Tim diterjunkan untuk mendatangi rumah anak-anak yang putus sekolah, terutama mereka yang berada di wilayah pinggiran Kabupaten Magetan.

Melalui kunjungan tersebut, pemerintah berupaya menggali akar persoalan sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang paling sesuai. Anak yang terkendala biaya diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sementara anak dengan hambatan psikologis maupun berkebutuhan khusus mendapat layanan pendampingan dan pembelajaran secara homeschooling.

“Kami datangi rumah masing-masing untuk mencari tahu penyebabnya. Kalau faktor ekonomi, kami arahkan ke jalur afirmasi PKBM seperti Paket C bagi lulusan SMP dan biaya pendidikannya juga disubsidi. Sedangkan untuk anak yang minder, mengalami gangguan psikologis, atau berkebutuhan khusus, kami lakukan homeschooling,” jelasnya.

Suhardi menambahkan, seluruh program tersebut terus dipantau secara berkala sebagai bahan evaluasi. Pemerintah daerah akan mengukur efektivitas kebijakan yang telah dijalankan, termasuk subsidi pendidikan kesetaraan maupun layanan homeschooling. Jika dinilai belum mampu menekan angka putus sekolah secara signifikan, Dindikpora akan menyusun strategi baru yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Dindikpora juga mengajak pemerintah desa, sekolah, serta masyarakat untuk aktif melaporkan anak-anak yang berpotensi putus sekolah agar dapat segera diberikan pendampingan.

“Prinsipnya anak harus tetap sekolah. Sekarang wajib belajar dimulai dari TK hingga SMA. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di wilayah untuk mengetahui kendala yang dihadapi anak-anak, kemudian dievaluasi agar mereka bisa menuntaskan pendidikan minimal hingga SMA, bahkan kalau memungkinkan sampai jenjang diploma,” tegas Suhardi.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap angka putus sekolah dapat terus ditekan setiap tahunnya sehingga hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • HPN 2025, Kapolres Madiun Kota : Peranan Pers Dalam Edukasi Informasi Sangat Penting

    HPN 2025, Kapolres Madiun Kota : Peranan Pers Dalam Edukasi Informasi Sangat Penting

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergi | Kota Madiun – Hari Pers Nasional jatuh tanggal 9 Februari, menjadi momentum refleksi insan pers di Indonesia. Pers menjadi bagian dari pilar demokrasi bangsa yang tidak bisa dikesampingkan. Apalagi, di era digitalisasi serta media sosial yang makin marak, pers memiliki tugas yang tak gampang. Dalam kesempatan ini, Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi […]

    Bagikan
  • Hasil Otopsi Murni Pembunuhan, Polisi Periksa Empat Saksi Termasuk Keluarga

    Hasil Otopsi Murni Pembunuhan, Polisi Periksa Empat Saksi Termasuk Keluarga

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Satreskrim Polres Ponorogo tengah kerja keras mengungkap kasus pembunuhan terhadap Alip Rahayu Ariyanti warga Desa Bandar Kecamatan Bandar Pacitan Jawa Timur. Wanita 30 tahun itu ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di area hutan jati Desa Sampung Kecamatan Sampung pada Selasa (12/08/2025) pagi. Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri turun […]

    Bagikan
  • Unik, Masjid Al Ishaq Coper Sebar Uang Koin Jutaan Rupiah Saat Maulid Nabi

    Unik, Masjid Al Ishaq Coper Sebar Uang Koin Jutaan Rupiah Saat Maulid Nabi

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tradisi unik masih lestari di Masjid Al Ishaq, Desa Coper, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (05/09/2025) siang, takmir masjid menyebar uang koin senilai Rp25 juta kepada warga. Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol berbagi rezeki sekaligus ajang kebersamaan masyarakat. Sejak siang hari, ribuan warga sudah memenuhi halaman […]

    Bagikan
  • 190 Calon Jemaah Kota Madiun Ikuti Manasik Haji Nasional Secara Daring

    190 Calon Jemaah Kota Madiun Ikuti Manasik Haji Nasional Secara Daring

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 190 calon jemaah haji dari Kota Madiun mengikuti kegiatan manasik haji nasional yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (19/04/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA dan diikuti secara daring oleh seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. “Di […]

    Bagikan
  • Tekan Inflasi, Pemkab Madiun Hadirkan Pasar Murah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    Tekan Inflasi, Pemkab Madiun Hadirkan Pasar Murah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kamis (04/12/2025). Kegiatan ini disambut antusias warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Sejak pagi, masyarakat terlihat memadati area […]

    Bagikan
  • Longsor di Ngrogung, Akses Jalan Antar Desa Terancam Putus

    Longsor di Ngrogung, Akses Jalan Antar Desa Terancam Putus

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Longsor terjadi di jalan penghubung Desa Ngrogung dan Desa Sempu, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Jumat (28/2/2025) sore. Longsoran berasal dari rumpun bambu di tepi jalan Dusun Ngresik yang ambrol setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Material longsoran membuat badan jalan terkikis hingga menyisakan lebar sekitar satu meter. […]

    Bagikan
expand_less