Ratusan Kera Turun ke Pasar Ngebel, BBKSDA Minta Warga Jangan Memberi Makan
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Fenomena ratusan kera ekor panjang yang turun ke kawasan Pasar Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kembali menjadi perhatian. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menyebut kemunculan satwa liar tersebut merupakan fenomena tahunan yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Jawa Timur, Gatot Kuncoro Edy, mengatakan pada musim kemarau ketersediaan pakan alami di habitat kera, seperti buah-buahan di kawasan hutan, berkurang sehingga kawanan kera turun ke permukiman dan pasar untuk mencari makanan.
“Ini sebenarnya fenomena tahunan. Pada musim kemarau ketersediaan pakan di hutan berkurang, terutama buah-buahan, sehingga mereka turun mencari makan,” ujar Gatot, Selasa (21/7/2026).
Menurut Gatot, pihaknya telah menugaskan petugas untuk turun ke kawasan Ngebel sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membiasakan memberi makan kera liar.
Ia menegaskan, kebiasaan masyarakat memberikan makanan justru membuat satwa tersebut terbiasa mendatangi kawasan pasar maupun lokasi wisata.
“Jangan diberi makan. Nanti mereka terbiasa, akhirnya sering turun ke bawah. Kami akan sosialisasi agar masyarakat maupun pengunjung tidak memberikan makanan kepada monyet,” katanya.
Gatot menjelaskan, kera yang sering terlihat di kawasan Ngebel merupakan Macaca fascicularis atau kera ekor panjang yang memang hidup di kawasan hutan RPH Ngebel, Wilis Barat.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap menjaga jarak dan tidak mendekati kawanan kera karena satwa liar tersebut tetap berpotensi membahayakan apabila merasa terganggu.
“Kalau didekati bisa membahayakan. Jadi masyarakat jangan mendekati dan jangan memberi makan agar mereka tidak terbiasa datang ke kawasan pasar,” ujarnya.
Hingga saat ini, BBKSDA Jawa Timur mengaku belum menerima laporan adanya kera yang menyerang warga maupun merusak fasilitas umum di kawasan Ngebel.
“Saya belum pernah mendapat laporan terkait kera menyerang warga. Mereka turun karena pada musim kemarau ketersediaan pakan di hutan berkurang,” pungkas Gatot. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez




