Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Ratusan Kera Turun ke Pasar Ngebel, BBKSDA Minta Warga Jangan Memberi Makan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kemarau picu kera mencari makan hingga ke permukiman. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Fenomena ratusan kera ekor panjang yang turun ke kawasan Pasar Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kembali menjadi perhatian. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menyebut kemunculan satwa liar tersebut merupakan fenomena tahunan yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Kepala Seksi KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Jawa Timur, Gatot Kuncoro Edy, mengatakan pada musim kemarau ketersediaan pakan alami di habitat kera, seperti buah-buahan di kawasan hutan, berkurang sehingga kawanan kera turun ke permukiman dan pasar untuk mencari makanan.

“Ini sebenarnya fenomena tahunan. Pada musim kemarau ketersediaan pakan di hutan berkurang, terutama buah-buahan, sehingga mereka turun mencari makan,” ujar Gatot, Selasa (21/7/2026).

Menurut Gatot, pihaknya telah menugaskan petugas untuk turun ke kawasan Ngebel sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membiasakan memberi makan kera liar.

Ia menegaskan, kebiasaan masyarakat memberikan makanan justru membuat satwa tersebut terbiasa mendatangi kawasan pasar maupun lokasi wisata.

“Jangan diberi makan. Nanti mereka terbiasa, akhirnya sering turun ke bawah. Kami akan sosialisasi agar masyarakat maupun pengunjung tidak memberikan makanan kepada monyet,” katanya.

Gatot menjelaskan, kera yang sering terlihat di kawasan Ngebel merupakan Macaca fascicularis atau kera ekor panjang yang memang hidup di kawasan hutan RPH Ngebel, Wilis Barat.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap menjaga jarak dan tidak mendekati kawanan kera karena satwa liar tersebut tetap berpotensi membahayakan apabila merasa terganggu.

“Kalau didekati bisa membahayakan. Jadi masyarakat jangan mendekati dan jangan memberi makan agar mereka tidak terbiasa datang ke kawasan pasar,” ujarnya.

Hingga saat ini, BBKSDA Jawa Timur mengaku belum menerima laporan adanya kera yang menyerang warga maupun merusak fasilitas umum di kawasan Ngebel.

“Saya belum pernah mendapat laporan terkait kera menyerang warga. Mereka turun karena pada musim kemarau ketersediaan pakan di hutan berkurang,” pungkas Gatot. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Aset Kendaraan dari sejumlah OPD Pemkab Madiun Bakal Dilelang

    Ratusan Aset Kendaraan dari sejumlah OPD Pemkab Madiun Bakal Dilelang

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun berencana merampingkan aset kendaraan operasional dinas dengan melelang ratusan unit kendaraan yang sudah tidak layak pakai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban APBD, khususnya pada pos belanja barang dan jasa. Kabid Aset dan Akuntansi BPKAD Kabupaten Madiun, Ririn Asmarani, mengatakan terdapat 105 unit kendaraan operasional mangkrak yang akan […]

    Bagikan
  • Kesaksian Ajudan Maidi Saat OTT, Telpon Thariq Atas Perintah Penyidik KPK, Wali Kota Madiun Nonaktif Sedang Olahraga

    Kesaksian Ajudan Maidi Saat OTT, Telpon Thariq Atas Perintah Penyidik KPK, Wali Kota Madiun Nonaktif Sedang Olahraga

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Mantan ajudan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Daffa Syaddad Felix Raharjo Putra, mengungkapkan bahwa panggilan telepon kepada terdakwa Thariq Megah, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) saat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 19 Januari 2026 dilakukan atas arahan penyidik KPK. Keterangan tersebut disampaikan Daffa […]

    Bagikan
  • SDN 02 Taman Kota Madiun Terima 5 Siswa ABK pada Tahun Ajaran 2026/2027, Perkuat Komitmen Sekolah Inklusi

    SDN 02 Taman Kota Madiun Terima 5 Siswa ABK pada Tahun Ajaran 2026/2027, Perkuat Komitmen Sekolah Inklusi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – SDN 02 Taman Kota Madiun kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusi. Pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima enam siswa baru, dengan lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK). Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) […]

    Bagikan
  • 1.911 Siswi Divaksin HPV,                     PJ Walikota : Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin

    1.911 Siswi Divaksin HPV, PJ Walikota : Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia – Kota Madiun| Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) tengah melaksanakan pencanangan kejar imunisasi Human Papilloma Virus (HPV). Imunisasi dengan sasaran 1.911 siswi SMP kelas 9 ini sudah berjalan sejak Senin 13 Januari 2025 lalu. PJ Walikota Madiun, Eddy Supriyanto didampingi Kepala Dinkes-PPKB dan Kepala Dinas Pendidikan Kota […]

    Bagikan
  • Jebakan Tikus Makan Korban Lagi! Petani 60 Tahun di Madiun Tewas Tersengat Listrik di Sawah

    Jebakan Tikus Makan Korban Lagi! Petani 60 Tahun di Madiun Tewas Tersengat Listrik di Sawah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Jebakan tikus beraliran listrik kembali memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Korban diketahui bernama Sukono (60), warga Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun ditemukan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dari perangkap tikus yang terpasang di area persawahan. Ia ditemukan tak bernyawa di area persawahan Dusun Sedoro, Desa Tanjungrejo, […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini justru berubah fungsi menjadi “tempat sampah” di Kabupaten Magetan. Di perbatasan Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, aliran sungai tampak dipenuhi plastik, botol bekas, popok bayi, hingga sisa makanan. Tumpukan itu menimbulkan bau menyengat, air keruh, serta gundukan sampah bercampur tanaman liar. Kondisi […]

    Bagikan
expand_less