Berita Terkini
Trending Tags

Memasuki Musim Kemarau, Kebakaran Lahan di Magetan Melonjak Tajam, Damkar Catat 49 Kasus hingga Akhir Juli

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 123
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Damkar Magetan padamkan kebakaran lahan saat kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Memasuki puncak musim kemarau, kasus kebakaran di Kabupaten Magetan mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir Juli 2026, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan mencatat 49 kejadian kebakaran, atau hampir menyamai total kasus sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar 60 kejadian.

Dari seluruh peristiwa tersebut, kebakaran lahan menjadi jenis kejadian yang paling mendominasi. Sebanyak 29 kasus terjadi di lahan tebu, rumpun bambu (bambrongan), maupun semak belukar yang sangat mudah terbakar akibat kondisi cuaca kering disertai angin kencang.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Magetan, Ali Sukamto, mengatakan lonjakan kasus mulai terlihat sejak memasuki musim kemarau. Jika pada periode Januari hingga April jumlah kebakaran relatif rendah dan didominasi kebakaran rumah akibat kelalaian saat memasak, maka sejak Mei hingga Juli tren kebakaran lahan meningkat tajam.

“Memang pada musim kemarau ini terjadi peningkatan kebakaran lahan, terutama di lahan tebu dan rumpun bambu. Sebagian besar dipicu oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan api, termasuk kebiasaan membakar sampah yang kemudian merambat ke rumpun bambu,” ujarnya.

Ali menjelaskan, kebakaran di lahan tebu diduga tidak hanya dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan, tetapi juga adanya unsur kesengajaan. Menurutnya, terdapat oknum yang membakar lahan tebu agar proses panen menjadi lebih mudah.

“Kasus di lahan tebu cukup banyak karena saat ini memasuki musim panen. Ada dugaan sebagian sengaja dibakar, selain juga karena puntung rokok. Padahal tindakan itu justru merugikan petani karena kualitas tebu menurun, kadar air berkurang, sehingga berat tebu ikut menyusut saat dijual,” jelasnya.

Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, petugas Damkar beberapa kali harus menangani dua hingga tiga kejadian kebakaran lahan dalam satu hari. Luasan lahan yang terbakar secara akumulatif diperkirakan mencapai sekitar lima hektare, meski belum dilakukan pendataan rinci terhadap seluruh lokasi.

Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran, Damkar Magetan menyiagakan delapan armada, terdiri dari lima kendaraan rescue dan tiga truk tangki air. Seluruh armada didukung 25 personel yang bersiaga selama 24 jam untuk menangani kebakaran maupun operasi penyelamatan lainnya.

Ali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area terbuka, serta menghindari praktik pembakaran lahan, khususnya di kawasan perkebunan tebu.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran. Petani juga kami harapkan rutin mengawasi lahannya agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat sebelum meluas,” tegasnya.

Dengan kondisi vegetasi yang semakin kering dan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, Damkar Magetan memperkirakan potensi kebakaran lahan masih cukup tinggi. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menekan jumlah kejadian sekaligus meminimalkan kerugian yang ditimbulkan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sunday market bantaran Kota Madiun menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat untuk mengisi akhir pekan. Hal itu berdampak dari banyaknya kendaraan bagi roda 2 maupun roda 4 yang parkir tidak sesuai tempatnya. Seperti memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kota Madiun. ‘’Sesuai UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan […]

    Bagikan
  • Beli Motor Pakai Jutaan uang Koin, Showroom di Ponorogo Heboh

    Beli Motor Pakai Jutaan uang Koin, Showroom di Ponorogo Heboh

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana tak biasa terjadi di sebuah dealer sepeda motor di Kabupaten Ponorogo, Senin (01/09/2025). Seorang warga Desa Sendang, Kecamatan Ngrayun, mendatangi showroom tersebut dengan membawa empat karung dan satu kardus berisi uang koin. Uang receh pecahan Rp500 dan Rp1.000 itu dipakai untuk membeli sepeda motor baru seharga Rp20,4 juta. Adalah Sunarta, […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Ngebut Pembangunan Infrastruktur, Target Rp 253 Miliar Hingga 2029

    Pemkab Ponorogo Ngebut Pembangunan Infrastruktur, Target Rp 253 Miliar Hingga 2029

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tancap gas mengejar percepatan pembangunan infrastruktur. Langkah ini diambil sebagai jawaban atas banyaknya keluhan masyarakat soal jalan rusak yang meresahkan, sekaligus bagian dari strategi jangka panjang demi konektivitas yang lebih baik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan […]

    Bagikan
  • BEJAT! Pimpinan Ponpes Ponorogo Diduga Cabuli 11 Santri, 6 Masih Anak di Bawah Umur

    BEJAT! Pimpinan Ponpes Ponorogo Diduga Cabuli 11 Santri, 6 Masih Anak di Bawah Umur

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – JYD (55), pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Raden Wijaya di Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap belasan santri laki-laki yang menjadi anak didiknya sendiri. JYD diamankan petugas Polres Ponorogo pada Senin (18/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB langsung dari pondok pesantren miliknya. Pengamanan dilakukan menyusul […]

    Bagikan
  • Memacu Andrenalin di Rumah Hantu Lawu Plaza, Jadi Hiburan Pilihan Akhir Tahun

    Memacu Andrenalin di Rumah Hantu Lawu Plaza, Jadi Hiburan Pilihan Akhir Tahun

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana mencekam dan pengalaman pemicu adrenalin menjadi daya tarik utama wahana rumah hantu yang hadir di Kota Madiun. Berlokasi di lantai satu Lawu Plaza, pusat perbelanjaan Jalan Pahlawan Kota Madiun, wahana bertema Rumah Tua Gunung Wilis ini langsung menarik perhatian pengunjung sejak dibuka awal Desember lalu. Patung-patung hantu yang dipajang […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Garap Perkebunan dan Wisata Petik Melon

    Wali Kota Maidi Garap Perkebunan dan Wisata Petik Melon

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari target 100 hari kerja yang berfokus pada peningkatan ekonomi. Salah satu fokus utama adalah memperbanyak perkebunan melon. “Untuk memenuhi kebutuhan melon di Kota Madiun yang mencapai puluhan ton, kita akan tanami bibit melon di lahan yang tidak […]

    Bagikan
expand_less