Sabtu, 24 Okt 2026
Trending Tags

Pemkot Madiun Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Persetujuan Kemensos RI

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkot Madiun usulkan lahan 6 hektare untuk Sekolah Rakyat. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengusulkan lahan seluas sekitar 6 hektare di kawasan Jalan Tirta Raya Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo sebagai lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat. Usulan tersebut disampaikan setelah dua lokasi yang sebelumnya diajukan dinilai belum memenuhi persyaratan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan tim dari Kemensos telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang diusulkan di depan Dinas Pertanian Kota Madiun.

“Kemarin dari Kementerian sudah datang ke wilayah Tirta Raya, depan Dinas Pertanian, untuk mengecek lokasi baru Sekolah Rakyat. Karena dua tempat sebelumnya tidak memenuhi syarat, maka kita usulkan lahan di depan Dinas Pertanian dengan luas sekitar 6 hektare,” ujar Bagus usai meninjau lokasi Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, proses administrasi pengajuan lahan akan segera dikirimkan ke Kemensos sebagai tindak lanjut. Apabila usulan tersebut masuk dalam perencanaan pemerintah pusat, Pemkot Madiun akan segera melakukan penataan lahan.

“Secara administrasi nanti segera dikirimkan. Kalau sudah masuk dalam perencanaannya dari Kementerian Sosial, kita langsung melakukan pengurukan untuk pemerataan tanah,” katanya.

Bagus menjelaskan, lahan yang diusulkan merupakan kawasan bekas Peceland. Pemanfaatan lahan tersebut dipilih karena hingga kini belum terealisasi sesuai rencana investasi sebelumnya.

“Karena rencana investasi di Peceland masih cukup lama, aset ini kita manfaatkan agar lebih produktif. Kebetulan proyek strategis nasional (Sekolah Rakyat) ini membutuhkan lahan yang luas, sehingga kita alihkan disinu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kawasan Tirta Raya ke depan diproyeksikan menjadi kawasan pendidikan. Selain telah berdiri Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, lokasi tersebut juga direncanakan menjadi tempat pembangunan Sekolah Rakyat.

Untuk mendukung rencana itu, Pemerintah Kota Madiun saat ini juga tengah mengusulkan perubahan rencana tata ruang. Pasalnya, kawasan tersebut sebelumnya diperuntukkan sebagai kawasan wisata.

“Karena sebelumnya tata ruangnya untuk wisata, sekarang teman-teman sedang mengajukan perubahan. Nantinya wilayah ini salah satunya akan menjadi kawasan pendidikan karena sudah ada Poltek dan insyaallah nanti juga ada Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Heroik Peternak Di Ponorogo, Panjat Tiang Selamatkan Bendera Merah Putih

    Aksi Heroik Peternak Di Ponorogo, Panjat Tiang Selamatkan Bendera Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (17/08/2025), berlangsung haru sekaligus menegangkan. Seorang petani yang juga peternak kambing, Siswanto (40), melakukan aksi heroik dengan memanjat tiang bendera setinggi delapan meter demi menyelamatkan jalannya upacara. Kejadian bermula saat tali pengerek bendera tersangkut […]

    Bagikan
  • Tiga Bulan Tercatat Sudah 14 Muda Mudi Ajukan Nikah Dini

    Tiga Bulan Tercatat Sudah 14 Muda Mudi Ajukan Nikah Dini

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tiga Bulan Pertama di tahun 2025, jumlah pasangan muda mudi yang melakukan pernikahan dini di Kabupaten Madiun terbilang banyak. Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Madiun, hingga Maret ini tercatat 14 pasang yang melakukan pernikahan usia dini atau permohonan dispensasi nikah.  […]

    Bagikan
  • Program Satu Rumah Satu Pohon Produktif Dikeroyok 198 Desa, Anggaran Hampir Rp. 6 Milyard

    Program Satu Rumah Satu Pohon Produktif Dikeroyok 198 Desa, Anggaran Hampir Rp. 6 Milyard

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Program unggulan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, satu rumah satu pohon, ternyata dikeroyok semua desa.Buktinya, tahun anggaran 2026 ini belanja bantuan bibit alpukat dan mangga dari 198 desa tembus di kisaran Rp. 6 Milyard. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, (DPMD) Supriadi mengatakan pos belanja dari masing masing desa untuk program satu […]

    Bagikan
  • Bulog Ponorogo Salurkan Bantuan Beras, 141.935 KPM Terima Jatah

    Bulog Ponorogo Salurkan Bantuan Beras, 141.935 KPM Terima Jatah

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ratusan ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Ponorogo mulai menerima bantuan pangan berupa beras. Di Kabupaten Ponorogo sendiri, tercatat sebanyak 141.935 KPM masuk dalam daftar penerima. Pemimpin Cabang Perum Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah terkait bantuan pangan untuk tiga […]

    Bagikan
  • Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan. Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur […]

    Bagikan
  • Tiga Kepala OPD Alumni Jatinangor Saling Berebut Menjadi Sekda Magetan

    Tiga Kepala OPD Alumni Jatinangor Saling Berebut Menjadi Sekda Magetan

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan hingga pertengahan Agustus 2025 baru diikuti tiga pejabat. Tiga Kepala OPD yang merupakan alumni kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat bersaing ketat agar bisa duduk sebagai Sekda Magetan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, Masruri, membenarkan bahwa hanya ada tiga […]

    Bagikan
expand_less