Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Empat Warga Madiun Jadi Tersangka Sindikat Buzzer Hoaks, Eks Bos Tersangka Buka Suara

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 317
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Siroojul Kahfi, Eks atasan AYF buka suara soal mantan karyawannya. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Nama Kabupaten Madiun ikut terseret dalam pengungkapan kasus dugaan sindikat penyebar hoaks yang dibongkar Polda Metro Jaya. Dari delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya diketahui berasal dari Madiun. Salah satu tersangka berinisial AYF dikabarkan pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kabupaten Madiun.

Isu yang beredar di media sosial menyebut AYF merupakan anak buah Siroojul Kahfi, pemilik PT Kahfi Indo Group yang berkantor di Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Menanggapi kabar tersebut, Kahfi memberikan klarifikasi bahwa AYF memang pernah menjadi karyawan di perusahaannya, namun sudah mengundurkan diri sekitar dua tahun lalu.

“Memang benar beliau pernah menjadi pegawai di sini. Lebih tepatnya mantan pegawai kami,” kata Siroojul Kahfi saat ditemui di kantornya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Kahfi, AYF bekerja sebagai manajer sales selama menjadi bagian dari PT Kahfi Indo Group. Selama itu pula, ia menilai rekam jejak AYF tergolong baik dan tidak pernah menunjukkan perilaku yang bermasalah.

“Kalau saya boleh jujur, beliau orangnya baik. Selama di sini track record-nya baik,” ujarnya.

Kahfi bahkan mengaku pernah memberikan penilaian positif ketika ada perusahaan lain yang meminta referensi mengenai AYF sebelum merekrutnya.

“Kami sampaikan bahwa anak itu berperilaku baik di sini,” katanya.

Meski demikian, Kahfi menegaskan seluruh hubungan kerja dengan AYF telah berakhir sekitar dua tahun lalu. Sejak saat itu, pihak perusahaan mengaku tidak lagi menjalin komunikasi maupun mengetahui aktivitas mantan karyawannya tersebut.

“Setelah beliau keluar, kami sudah tidak pernah berkomunikasi lagi,” ucapnya.

Ia mengaku baru mengetahui AYF ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan sindikat buzzer hoaks setelah informasi tersebut ramai diberitakan.

“Saya baru tahunya juga baru kemarin dan saya juga sangat kaget,” tuturnya.

Informasi terakhir yang diketahui Kahfi, AYF sempat bekerja di salah satu perusahaan perbankan di Kota Madiun setelah keluar dari PT Kahfi Indo Group.

“Setahu saya beliau kerja di salah satu bank di Madiun. Itu saja yang saya tahu,” katanya.

Kahfi menegaskan bahwa seluruh aktivitas AYF setelah mengundurkan diri bukan lagi menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Apa pun yang terjadi dengan beliau, ya bukan lagi menjadi ranah tanggung jawab kami,” tegasnya.

Diberitakan sejumlah media, Sebelumnya Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan sindikat buzzer penyebar hoaks. Mereka berinisial AD, BC, AY, YAP, YNI, MMA, G, dan S. Polisi menyebut para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari penyusun narasi, pengelola akun media sosial, editor konten, pengakselerasi komentar, hingga pihak yang menawarkan proyek propaganda digital.

Dalam penyidikan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa 11 telepon seluler, dua laptop, satu iPad, dua flashdisk berisi konten digital, serta uang tunai sebesar Rp220 juta yang diduga berkaitan dengan pembayaran proyek penyebaran konten.

Hingga kini, penyidik masih mendalami pihak-pihak yang diduga menjadi pemesan jasa propaganda digital tersebut, termasuk kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam jaringan penyebaran hoaks itu. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penataan PKL Alun-Alun Kota Madiun, Pemkot Siapkan Relokasi ke Zona Selatan

    Penataan PKL Alun-Alun Kota Madiun, Pemkot Siapkan Relokasi ke Zona Selatan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menyiapkan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Madiun ke sisi selatan, tepatnya di area paving depan Masjid Agung. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari penataan ruang publik agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pengunjung Alun-Alun Kota Madiun. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol […]

    Bagikan
  • 158 Desa/Kelurahan Rampungkan AHU Koperasi Merah Putih, Target Tuntas 100 Persen 25 Juni

    158 Desa/Kelurahan Rampungkan AHU Koperasi Merah Putih, Target Tuntas 100 Persen 25 Juni

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Madiun menunjukkan progres signifikan. Hingga Jumat (20/06/2025) pagi, tercatat 158 desa dan kelurahan telah merampungkan proses pengesahan Administrasi Hukum Umum (AHU) melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) Kementerian Hukum dan HAM. Dari total 206 desa dan kelurahan di wilayah tersebut, capaian ini […]

    Bagikan
  • Muscab PKB Kota Madiun Digelar April 2026, PAC Diminta Usulkan Minimal 5 Nama Calon Ketua DPC

    Muscab PKB Kota Madiun Digelar April 2026, PAC Diminta Usulkan Minimal 5 Nama Calon Ketua DPC

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Madiun mulai mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang. Saat ini, proses penjaringan calon ketua DPC tengah berjalan di tingkat internal partai. Ketua DPC PKB Kota Madiun, Ngedi Trisno Yhusianto, mengatakan tahapan penjaringan calon dimulai dari Pengurus […]

    Bagikan
  • Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah bergulir hampir satu tahun di Kabupaten Magetan ternyata belum dirasakan oleh sejumlah sekolah di Kecamatan Lembeyan. Setidaknya TK Tapen, SDN 1 Tapen, dan SDN 2 Tapen masih belum pernah menerima distribusi MBG hingga akhir Januari 2026. Temuan tersebut terungkap berdasarkan pantauan lapangan dan keluhan […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri Magetan melaksanakan pemusnahan barang bukti dari puluhan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan dihadiri Wakapolres Magetan serta sejumlah perwakilan instansi terkait. Dalam pemusnahan periode kedua tahun 2025 yang mencakup putusan sejak Mei hingga November, Kejari memusnahkan barang bukti dari 45 perkara. Perkara tersebut meliputi 7 kasus Kamnegtibum, 11 […]

    Bagikan
  • Fantastis! Kekayaan Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Capai Rp14,5 Miliar

    Fantastis! Kekayaan Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Capai Rp14,5 Miliar

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma, tercatat memiliki kekayaan paling tinggi dibanding dua pejabat lain yang ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (7/11/2025). Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang diakses melalui laman resmi elhkpn.kpk.go.id, Yunus memiliki total harta senilai Rp. […]

    Bagikan
expand_less