Berita Terkini
Trending Tags

Empat Warga Madiun Jadi Tersangka Sindikat Buzzer Hoaks, Eks Bos Tersangka Buka Suara

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 83
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Siroojul Kahfi, Eks atasan AYF buka suara soal mantan karyawannya. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Nama Kabupaten Madiun ikut terseret dalam pengungkapan kasus dugaan sindikat penyebar hoaks yang dibongkar Polda Metro Jaya. Dari delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya diketahui berasal dari Madiun. Salah satu tersangka berinisial AYF dikabarkan pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kabupaten Madiun.

Isu yang beredar di media sosial menyebut AYF merupakan anak buah Siroojul Kahfi, pemilik PT Kahfi Indo Group yang berkantor di Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Menanggapi kabar tersebut, Kahfi memberikan klarifikasi bahwa AYF memang pernah menjadi karyawan di perusahaannya, namun sudah mengundurkan diri sekitar dua tahun lalu.

“Memang benar beliau pernah menjadi pegawai di sini. Lebih tepatnya mantan pegawai kami,” kata Siroojul Kahfi saat ditemui di kantornya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Kahfi, AYF bekerja sebagai manajer sales selama menjadi bagian dari PT Kahfi Indo Group. Selama itu pula, ia menilai rekam jejak AYF tergolong baik dan tidak pernah menunjukkan perilaku yang bermasalah.

“Kalau saya boleh jujur, beliau orangnya baik. Selama di sini track record-nya baik,” ujarnya.

Kahfi bahkan mengaku pernah memberikan penilaian positif ketika ada perusahaan lain yang meminta referensi mengenai AYF sebelum merekrutnya.

“Kami sampaikan bahwa anak itu berperilaku baik di sini,” katanya.

Meski demikian, Kahfi menegaskan seluruh hubungan kerja dengan AYF telah berakhir sekitar dua tahun lalu. Sejak saat itu, pihak perusahaan mengaku tidak lagi menjalin komunikasi maupun mengetahui aktivitas mantan karyawannya tersebut.

“Setelah beliau keluar, kami sudah tidak pernah berkomunikasi lagi,” ucapnya.

Ia mengaku baru mengetahui AYF ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan sindikat buzzer hoaks setelah informasi tersebut ramai diberitakan.

“Saya baru tahunya juga baru kemarin dan saya juga sangat kaget,” tuturnya.

Informasi terakhir yang diketahui Kahfi, AYF sempat bekerja di salah satu perusahaan perbankan di Kota Madiun setelah keluar dari PT Kahfi Indo Group.

“Setahu saya beliau kerja di salah satu bank di Madiun. Itu saja yang saya tahu,” katanya.

Kahfi menegaskan bahwa seluruh aktivitas AYF setelah mengundurkan diri bukan lagi menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Apa pun yang terjadi dengan beliau, ya bukan lagi menjadi ranah tanggung jawab kami,” tegasnya.

Diberitakan sejumlah media, Sebelumnya Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan sindikat buzzer penyebar hoaks. Mereka berinisial AD, BC, AY, YAP, YNI, MMA, G, dan S. Polisi menyebut para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari penyusun narasi, pengelola akun media sosial, editor konten, pengakselerasi komentar, hingga pihak yang menawarkan proyek propaganda digital.

Dalam penyidikan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa 11 telepon seluler, dua laptop, satu iPad, dua flashdisk berisi konten digital, serta uang tunai sebesar Rp220 juta yang diduga berkaitan dengan pembayaran proyek penyebaran konten.

Hingga kini, penyidik masih mendalami pihak-pihak yang diduga menjadi pemesan jasa propaganda digital tersebut, termasuk kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam jaringan penyebaran hoaks itu. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB Catat 18 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    BNPB Catat 18 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor pada Sabtu (15/3/2025). Selain itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras. Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir melanda enam […]

    Bagikan
  • Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan hektar tanaman cengkeh di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, mati akibat serangan Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC). Serangan penyakit tanaman ini membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena gagal panen. Kondisi memprihatinkan itu tampak di Desa Kare, Senin (20/10/2025). Hampir seluruh pohon cengkeh di lahan warga tampak gundul […]

    Bagikan
  • Rem Diduga Blong, Motor Tabrak Mobil di Jalur Wisata Sarangan Magetan

    Rem Diduga Blong, Motor Tabrak Mobil di Jalur Wisata Sarangan Magetan

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur wisata Sarangan, Kabupaten Magetan, Rabu petang (31/12/2025). Sebuah sepeda motor Honda Vario yang melaju dari arah Karanganyar menuju Sarangan diduga mengalami rem blong saat melewati turunan tajam kawasan Lawu Green Forests (LGF). Motor tersebut kemudian menghantam mobil Honda Mobilio yang datang dari arah berlawanan. Peristiwa […]

    Bagikan
  • 20 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Perkara Dugaan Korupsi Dana BOS SMK PGRI 2 Ponorogo

    20 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Perkara Dugaan Korupsi Dana BOS SMK PGRI 2 Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sidang kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK PGRI 2 Ponorogo terus bergulir di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Agung Riyadi, menyatakan majelis telah menghadirkan 20 saksi untuk memberikan keterangan. “Sejauh ini sudah ada 20 saksi yang kami hadirkan di persidangan. Tahapan pemeriksaan saksi […]

    Bagikan
  • HUT PGRI ke-80 di Magetan, Bupati Ajak Guru Berinovasi dan Perkuat Sinergi Pendidikan

    HUT PGRI ke-80 di Magetan, Bupati Ajak Guru Berinovasi dan Perkuat Sinergi Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Apel akbar dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Magetan digelar dengan penuh khidmat. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pendidik atas dedikasinya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PGRI, […]

    Bagikan
  • Atap TK Dharma Wanita Geneng 2 Ambruk, Murid Sementara Belajar dari Rumah

    Atap TK Dharma Wanita Geneng 2 Ambruk, Murid Sementara Belajar dari Rumah

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Atap bangunan Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Geneng 2 di Dusun Karangasem 2, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi ambruk pada Kamis (25/09/2025) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun sebanyak 30 murid harus dialihkan belajar dari rumah. Peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 WIB saat wilayah Geneng diguyur hujan […]

    Bagikan
expand_less