Berita Terkini
Trending Tags

Kemarau Panjang, Petani Holtikultura di Sidomulyo Magetan Terancam Gagal Panen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 50
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Sidomulyo menghadapi kekeringan saat musim kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau mulai memukul petani hortikultura di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Minimnya pasokan air membuat sejumlah tanaman seperti tomat, cabai, dan terong tumbuh tidak maksimal, bahkan sebagian terancam mati sebelum memasuki masa panen.

Kondisi tersebut diperparah dengan harga sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan. Petani pun menghadapi tekanan ganda: hasil produksi berkurang akibat kekurangan air, sementara harga jual di tingkat petani ikut merosot.

Jamin Nurwakid, salah seorang petani di Desa Sidomulyo, mengatakan tanaman yang dikelolanya mulai mengalami gangguan sejak memasuki musim kemarau. Hujan hanya turun sekitar satu kali setelah tanaman ditanam dan hingga kini belum kembali mendapatkan pasokan air hujan yang memadai.

Akibatnya, tanaman tidak mampu menyerap pupuk secara optimal. Upaya pemupukan menjadi kurang efektif karena kondisi tanah yang terlalu kering.

“Mulai tanam sudah musim kemarau. Hujan hanya satu kali dan sampai sekarang belum hujan lagi. Kalau dipupuk juga tidak bisa tercerna dengan baik karena kondisi airnya tidak mencukupi,” kata Jamin.

Menurutnya, keterbatasan air juga membuat petani tidak mampu melakukan penyiraman secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan buah yang dihasilkan berukuran lebih kecil dibandingkan kondisi normal.

“Penyebabnya memang musim sudah kemarau. Budidayanya juga kurang maksimal karena saya tidak bisa mengocori tanaman setiap hari. Kalau air dari bawah tidak mencukupi, tanaman tetap kesulitan meskipun sudah diberi obat atau pupuk,” ujarnya.

Jamin menyebut tanaman yang masih bertahan pun kondisinya memprihatinkan. Sebagian tanaman bahkan sudah berada dalam kondisi terancam mati karena sejak awal masa tanam tidak mendapatkan air yang cukup.

Selain persoalan produksi, petani juga harus menghadapi penurunan harga jual. Harga tomat yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp5.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp1.000 hingga Rp1.200 per kilogram. Untuk kualitas terbaik, harga tomat saat ini disebut hanya sekitar Rp1.800 per kilogram.

Image Not Found
Tomat petani Sidomulyo gagal tumbuh maksimal akibat kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sementara harga cabai berada di kisaran Rp21.000 per kilogram. Angka tersebut turun dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

“Mulai musim kemarau harga sudah turun terus. Tomat yang sebelumnya sekitar Rp5.000 sekarang tinggal Rp1.000 sampai Rp1.200 per kilogram. Cabai sekarang sekitar Rp21.000, sebelumnya Rp25.000 sampai Rp26.000,” kata Jamin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kerugian petani semakin besar. Tanaman yang rusak akibat kekurangan air membuat produksi menurun, sedangkan harga komoditas yang tersisa juga tidak cukup tinggi untuk menutup biaya produksi.

Hal senada disampaikan Sastro Rejan, petani lainnya di Desa Sidomulyo. Ia mengatakan hampir seluruh petani hortikultura di wilayah tersebut merasakan dampak kemarau tahun ini.

“Musim ini para petani sama-sama rugi karena kurang air. Tanaman terong, tomat, dan cabai banyak yang gagal panen,” ujar Sastro.

Sastro mencontohkan tanaman terong yang biasanya mampu menghasilkan buah cukup banyak. Namun, akibat kekurangan air, buah yang muncul hanya sedikit dan sebagian mengalami kelayuan.

Kondisi itu turut menekan harga jual. Terong yang sebelumnya dapat mencapai sekitar Rp6.000 per kilogram, kini hanya dihargai sekitar Rp1.000 per kilogram.

“Dulu terong bisa Rp6.000, bahkan lebih. Sekarang karena kondisinya tidak berbuah dan banyak yang layu, harganya hanya sekitar Rp1.000,” katanya.

Sastro menilai kerugian petani tidak hanya disebabkan oleh rendahnya harga jual. Kegagalan tanaman menghasilkan panen secara optimal membuat modal yang telah dikeluarkan sulit kembali.

“Petani pasti rugi. Untuk pulang modal saja tidak bisa,” ujarnya.

Para petani berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga pasokan air kembali tersedia. Mereka juga berharap harga komoditas hortikultura dapat kembali membaik agar hasil panen yang tersisa tetap mampu memberikan pendapatan bagi petani.

Di tengah ketidakpastian cuaca dan harga, petani kini harus bertahan dengan mengandalkan tanaman yang masih mampu tumbuh. Bagi mereka, datangnya hujan bukan sekadar perubahan musim, tetapi menjadi penentu apakah tanaman yang tersisa masih bisa diselamatkan atau berakhir gagal panen. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Gebyog Resah, Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat Akibat Tunggakan

    Petani Gebyog Resah, Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat Akibat Tunggakan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan petani di Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, mendatangi kantor desa setempat. Mereka meminta kejelasan distribusi pupuk subsidi untuk musim tanam (MT) kedua yang hingga kini belum tersalurkan. Keterlambatan distribusi membuat para petani cemas. Pasalnya, pemupukan yang tidak tepat waktu dikhawatirkan berimbas pada menurunnya hasil panen, bahkan berpotensi gagal. Permasalahan […]

    Bagikan
  • Pemotor Tewas Usai Bertabrakan dengan Truk di Ngawi, Sepeda Motor Korban Terbakar

    Pemotor Tewas Usai Bertabrakan dengan Truk di Ngawi, Sepeda Motor Korban Terbakar

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan sebuah truk dari arah berlawanan. Benturan keras mengakibatkan sepeda motor korban terbakar di lokasi kejadian. Peristiwa tersebut […]

    Bagikan
  • Dampak KA Bangunkarta Anjlok, 8 Kereta Api dari Jakarta Terlambat Hingga 316 Menit di Daop 7

    Dampak KA Bangunkarta Anjlok, 8 Kereta Api dari Jakarta Terlambat Hingga 316 Menit di Daop 7

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Sebanyak delapan perjalanan kereta api jarak jauh dari arah Jakarta mengalami keterlambatan signifikan saat tiba di sejumlah stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Keterlambatan bahkan mencapai lebih dari lima jam atau 316 menit. Gangguan perjalanan ini merupakan dampak dari anjloknya KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen yang terjadi pada Senin (6/4/2026) […]

    Bagikan
  • DPRD dan Bupati Madiun Sepakati 2 Raperda Non-APBD, Atur Investasi hingga Pasar Modern

    DPRD dan Bupati Madiun Sepakati 2 Raperda Non-APBD, Atur Investasi hingga Pasar Modern

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun bersama Bupati Madiun menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) non-APBD dalam rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD, Rabu (25/2/2026). Dua Raperda tersebut mengatur tentang Penanaman Modal serta Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Persetujuan ditandai dengan penandatanganan bersama antara pimpinan DPRD dan Bupati Madiun sebagai tahap […]

    Bagikan
  • Perumdam Tirta Dharma Purabaya Madiun Buktikan Kinerja Sehat Selama Tahun 2024

    Perumdam Tirta Dharma Purabaya Madiun Buktikan Kinerja Sehat Selama Tahun 2024

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Madiun | Pemerintah Kabupaten Madiun melalui badan usaha Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun mencatatkan prestasi kinerja baik selama tahun 2024. Berdasarkan laporan hasil laporan Kinerja BUMD Air Minum, Deputi Bidang Akuntan Negara BPKP, dari 393 BUMD Air Minum. BUMD milik kabupaten Madiun mendapat skor kinerja 3.86. […]

    Bagikan
  • Ratusan Personel Disiagakan untuk Amankan Konser Dewa 19 di Ponorogo

    Ratusan Personel Disiagakan untuk Amankan Konser Dewa 19 di Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Polres Ponorogo menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan jalannya konser musik Dewa 19 di Alun-alun Ponorogo pada Sabtu (30/08/2025). Konser tersebut menjadi acara penutup rangkaian Hari Jadi ke-529 Ponorogo. Kabag Ops Polres Ponorogo, Kompol Edy Suyono, mengatakan pengamanan akan dilakukan secara maksimal dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta dukungan dari Satuan Brimob. […]

    Bagikan
expand_less