Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Kemarau Panjang, Petani Holtikultura di Sidomulyo Magetan Terancam Gagal Panen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 200
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Sidomulyo menghadapi kekeringan saat musim kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau mulai memukul petani hortikultura di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Minimnya pasokan air membuat sejumlah tanaman seperti tomat, cabai, dan terong tumbuh tidak maksimal, bahkan sebagian terancam mati sebelum memasuki masa panen.

Kondisi tersebut diperparah dengan harga sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan. Petani pun menghadapi tekanan ganda: hasil produksi berkurang akibat kekurangan air, sementara harga jual di tingkat petani ikut merosot.

Jamin Nurwakid, salah seorang petani di Desa Sidomulyo, mengatakan tanaman yang dikelolanya mulai mengalami gangguan sejak memasuki musim kemarau. Hujan hanya turun sekitar satu kali setelah tanaman ditanam dan hingga kini belum kembali mendapatkan pasokan air hujan yang memadai.

Akibatnya, tanaman tidak mampu menyerap pupuk secara optimal. Upaya pemupukan menjadi kurang efektif karena kondisi tanah yang terlalu kering.

“Mulai tanam sudah musim kemarau. Hujan hanya satu kali dan sampai sekarang belum hujan lagi. Kalau dipupuk juga tidak bisa tercerna dengan baik karena kondisi airnya tidak mencukupi,” kata Jamin.

Menurutnya, keterbatasan air juga membuat petani tidak mampu melakukan penyiraman secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan buah yang dihasilkan berukuran lebih kecil dibandingkan kondisi normal.

“Penyebabnya memang musim sudah kemarau. Budidayanya juga kurang maksimal karena saya tidak bisa mengocori tanaman setiap hari. Kalau air dari bawah tidak mencukupi, tanaman tetap kesulitan meskipun sudah diberi obat atau pupuk,” ujarnya.

Jamin menyebut tanaman yang masih bertahan pun kondisinya memprihatinkan. Sebagian tanaman bahkan sudah berada dalam kondisi terancam mati karena sejak awal masa tanam tidak mendapatkan air yang cukup.

Selain persoalan produksi, petani juga harus menghadapi penurunan harga jual. Harga tomat yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp5.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp1.000 hingga Rp1.200 per kilogram. Untuk kualitas terbaik, harga tomat saat ini disebut hanya sekitar Rp1.800 per kilogram.

Image Not Found
Tomat petani Sidomulyo gagal tumbuh maksimal akibat kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sementara harga cabai berada di kisaran Rp21.000 per kilogram. Angka tersebut turun dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

“Mulai musim kemarau harga sudah turun terus. Tomat yang sebelumnya sekitar Rp5.000 sekarang tinggal Rp1.000 sampai Rp1.200 per kilogram. Cabai sekarang sekitar Rp21.000, sebelumnya Rp25.000 sampai Rp26.000,” kata Jamin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kerugian petani semakin besar. Tanaman yang rusak akibat kekurangan air membuat produksi menurun, sedangkan harga komoditas yang tersisa juga tidak cukup tinggi untuk menutup biaya produksi.

Hal senada disampaikan Sastro Rejan, petani lainnya di Desa Sidomulyo. Ia mengatakan hampir seluruh petani hortikultura di wilayah tersebut merasakan dampak kemarau tahun ini.

“Musim ini para petani sama-sama rugi karena kurang air. Tanaman terong, tomat, dan cabai banyak yang gagal panen,” ujar Sastro.

Sastro mencontohkan tanaman terong yang biasanya mampu menghasilkan buah cukup banyak. Namun, akibat kekurangan air, buah yang muncul hanya sedikit dan sebagian mengalami kelayuan.

Kondisi itu turut menekan harga jual. Terong yang sebelumnya dapat mencapai sekitar Rp6.000 per kilogram, kini hanya dihargai sekitar Rp1.000 per kilogram.

“Dulu terong bisa Rp6.000, bahkan lebih. Sekarang karena kondisinya tidak berbuah dan banyak yang layu, harganya hanya sekitar Rp1.000,” katanya.

Sastro menilai kerugian petani tidak hanya disebabkan oleh rendahnya harga jual. Kegagalan tanaman menghasilkan panen secara optimal membuat modal yang telah dikeluarkan sulit kembali.

“Petani pasti rugi. Untuk pulang modal saja tidak bisa,” ujarnya.

Para petani berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga pasokan air kembali tersedia. Mereka juga berharap harga komoditas hortikultura dapat kembali membaik agar hasil panen yang tersisa tetap mampu memberikan pendapatan bagi petani.

Di tengah ketidakpastian cuaca dan harga, petani kini harus bertahan dengan mengandalkan tanaman yang masih mampu tumbuh. Bagi mereka, datangnya hujan bukan sekadar perubahan musim, tetapi menjadi penentu apakah tanaman yang tersisa masih bisa diselamatkan atau berakhir gagal panen. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Madiun Kota Himbau Karnaval HUT ke-80 RI Patuhi Batasan Penggunaan Sound System

    Kapolres Madiun Kota Himbau Karnaval HUT ke-80 RI Patuhi Batasan Penggunaan Sound System

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Banyak event atau karnaval yang memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak jarang perayaan itu menggunakan sound berukuran besar atau biasa dikenal masyarakat sound horeg. Menyikapi hal itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengimbau masyarakat dan panitia karnaval untuk memahami batasan sound system selama kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan karnaval […]

    Bagikan
  • Karyawan Minimarket Gagalkan Aksi Pembobolan Brankas di Ngawi, Pelaku Ternyata Juga Mengaku Bobol Toko Perhiasan

    Karyawan Minimarket Gagalkan Aksi Pembobolan Brankas di Ngawi, Pelaku Ternyata Juga Mengaku Bobol Toko Perhiasan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Aksi pencurian di sebuah minimarket di Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berhasil digagalkan berkat kesigapan seorang karyawati yang menerima notifikasi alarm keamanan di telepon genggamnya. Pelaku yang sempat terjebak di dalam minimarket akhirnya berhasil diringkus petugas kepolisian saat sedang berusaha membobol brankas. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) […]

    Bagikan
  • Permudah Akses Antar Desa, TNI AD Bangun 4 Jembatan Di Ponorogo

    Permudah Akses Antar Desa, TNI AD Bangun 4 Jembatan Di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat pedesaan terus dilakukan. TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0802 Ponorogo mulai membangun empat jembatan di sejumlah wilayah, guna mempermudah mobilitas warga antar desa, Senin (30/3/2026). Salah satu lokasi pembangunan berada di Desa Belang, Kecamatan Bungkal. Selama ini, warga setempat harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi […]

    Bagikan
  • Gugatan Ditolak MK, Sugiri-Lisdyarita Sah Menang Pilkada Ponorogo

    Gugatan Ditolak MK, Sugiri-Lisdyarita Sah Menang Pilkada Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Ipong Muchlissoni-Segoro Luhur Kusumo Daru, terkait hasil Pilkada Ponorogo 2024. Pantauan siaran langsung di akun Youtube Mahkamah Konstitusi, putusan dibacakan oleh Hakim MK, Saldi Isra dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dengan nomor perkara 45/PHPU.BUP-XXIII/2025, Selasa (4/2). Sidang […]

    Bagikan
  • Musrenbang Kecamatan Dagangan 2025: Fokus Peningkatan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Agroforestri

    Musrenbang Kecamatan Dagangan 2025: Fokus Peningkatan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Agroforestri

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Selasa (11/3/2025). Musrenbang yang diadakan di Gedung Panca Sakti Desa Dagangan ini memiliki makna strategis sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Madiun Tahun 2026. Camat Dagangan, Tarji, mengungkapkan bahwa tema Musrenbang tahun ini adalah […]

    Bagikan
  • Reward Atlet Porprov 2025 Cair, Pemkot Madiun Kucurkan Rp. 1,4 Miliar 

    Reward Atlet Porprov 2025 Cair, Pemkot Madiun Kucurkan Rp. 1,4 Miliar 

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wajah bahagia terpancar dari para atlet usai menerima reward dari Pemerintah Kota Madiun. Total penghargaan yang diberikan mencapai Rp 1,4 miliar bagi para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di ajang Porprov 2025 lalu. Tercatat, kotingen Kota Madiun memboyong 9 emas, 18 perak dan 3 perunggu. Atlet peraih medali emas […]

    Bagikan
expand_less