Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

2 Anak dari Buruh Serabutan Asal Kradinan Madiun Kini Masuk Sekolah Rakyat

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • visibility 172
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
calon siswa saat mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Sinergia | Madiun – Program Sekolah Rakyat mulai memberikan dampak nyata bagi keluarga prasejahtera di Kabupaten Madiun. Salah satunya dirasakan keluarga Darus Salam (52), buruh serabutan asal Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, yang kini kedua anaknya diterima sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.

Sebelumnya, hanya putra bungsunya, Ali Farzan Nur Faeyza (8), yang terdaftar sebagai siswa Sekolah Rakyat jenjang SD. Kini, anak sulungnya, Siti Eka Nur Khotijah (17), juga dipastikan bergabung dalam program pendidikan berkonsep asrama tersebut pada jenjang SMP.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Anton Susilo, membenarkan penambahan peserta didik dari keluarga Darus Salam. Menurutnya, Siti Eka telah resmi masuk dalam daftar calon siswa dan mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (31/7/2026).

“Anaknya Pak Darus Salam sudah masuk Sekolah Rakyat. Hari ini juga mengikuti pembukaan MPLS,” kata Anton.

Meski demikian, para siswa belum langsung tinggal di asrama. Pemkab Madiun masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana sekolah sebelum seluruh peserta menempati asrama.

“Karena infrastruktur gedung masih disiapkan, kemungkinan anak-anak baru akan masuk asrama sekitar 10 hari lagi. Yang jelas, anak Pak Darus Salam sudah resmi menjadi peserta Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Anton menjelaskan, jumlah calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun saat ini mencapai 261 orang. Rinciannya terdiri dari 58 siswa SD, 113 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Jumlah tersebut mengalami perubahan komposisi rombongan belajar dibanding rencana awal. Kuota SD dikurangi dari tiga menjadi dua rombongan belajar karena keterbatasan jumlah calon siswa, sedangkan jenjang SMP justru bertambah dari tiga menjadi empat rombongan belajar.

“Mayoritas peserta memang berasal dari jenjang SMP. Kami bersama pendamping PKH, pendamping rehabilitasi sosial, dan TKSK terus melakukan pendataan agar target dari Kementerian Sosial bisa terpenuhi. Saat ini sudah maksimal di angka 261 calon siswa,” jelasnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin melalui sistem pendidikan berasrama. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus memperluas kesempatan anak-anak prasejahtera memperoleh pendidikan yang layak.

Salah satu keluarga yang merasakan manfaat program tersebut adalah Darus Salam. Sebelumnya, pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu hidup bersama dua anaknya di rumah sederhana berlantai tanah di Desa Kradinan.

Sejak istrinya meninggal dunia saat pandemi COVID-19, Darus harus membesarkan kedua anaknya seorang diri dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia mengerjakan berbagai pekerjaan, mulai dari membajak sawah, mencangkul hingga menjadi buruh panen jagung demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program pendidikan gratis berasrama itu diharapkan dapat membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan keluar dari lingkaran kemiskinan.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditinggal Memasak, Dapur dan Kandang di Magetan Terbakar, Tujuh Kambing Mati Terpanggang

    Ditinggal Memasak, Dapur dan Kandang di Magetan Terbakar, Tujuh Kambing Mati Terpanggang

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah rumah di Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, dilanda kebakaran pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Kebakaran diduga dipicu tungku tradisional yang masih menyala saat digunakan memasak, namun ditinggal oleh pemilik rumah. Api pertama kali muncul dari bagian dapur yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Bara api diduga membesar […]

    Bagikan
  • Talud Rumah Ambrol di Panekan Magetan Usai Hujan 3 Jam, Pemilik Rumah Terluka photo_camera 2

    Talud Rumah Ambrol di Panekan Magetan Usai Hujan 3 Jam, Pemilik Rumah Terluka

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, memicu terjadinya tanah longsor di Dusun Bulusari, Desa Jabung, Sabtu (7/3/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang warga terluka setelah tertimpa material longsor. Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun selama kurang lebih tiga jam di kawasan tersebut. Akibatnya, talud pondasi […]

    Bagikan
  • Diduga Korsleting Listrik, Atap Masjid Al Ikhlas Soroito Terbakar Usai Salat Dzuhur

    Diduga Korsleting Listrik, Atap Masjid Al Ikhlas Soroito Terbakar Usai Salat Dzuhur

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Masjid Al Ikhlas Soroito di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, terbakar pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Kebakaran terjadi tak lama setelah jamaah selesai melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Saat asap mulai terlihat, kondisi masjid sudah dalam keadaan kosong. Heru Setyo, warga sekitar, mengatakan asap terlihat keluar dari bagian atap […]

    Bagikan
  • Kebakaran Kandang Ayam di Magetan, 12 Ribu Ekor Tewas Terpanggang

    Kebakaran Kandang Ayam di Magetan, 12 Ribu Ekor Tewas Terpanggang

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kebakaran hebat melanda kandang ayam di Dusun Jombok, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan pada Jumat siang (25/07/2025). Peristiwa ini menyebabkan lebih dari 12 ribu ayam mati terpanggang. Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 12.28 WIB. Perangkat desa setempat segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Magetan. Dua unit […]

    Bagikan
  • Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

    Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menghapus kuota impor untuk komoditas vital seperti gula mulai menimbulkan gejolak. Suara keberatan datang dari kalangan petani, khususnya yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI). Dalam sebuah pertemuan di Pabrik Gula Rejo Agung Baru, Kamis (17/4/2025), APTRI menyampaikan kecemasan mendalam. […]

    Bagikan
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ngebel Dorong Ketahanan Pangan melalui Pertanian Padi

    Bhabinkamtibmas Polsek Ngebel Dorong Ketahanan Pangan melalui Pertanian Padi

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Bripka Purbayu Satriawan, S.H., melakukan pengecekan lokasi pertanian padi di Dusun Krajan, Desa Talun. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan motivasi kepada petani setempat. Bripka Purbayu mengunjungi lahan milik Bapak Sugito seluas 1.200 m² yang produktif ditanami padi. […]

    Bagikan
expand_less