Minggu, 8 Nov 2026
Trending Tags

Penemuan Granat Aktif di Magetan, Diduga Sisa Perang Dunia II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 206
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim Jibom Gegana evakuasi granat diduga sisa perang. (5/8/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Warga Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan sebuah granat fragmentasi yang diduga masih aktif di lokasi proyek pembangunan fasilitas olahraga desa, Rabu (5/8/2026). Benda berbahaya tersebut ditemukan seorang pekerja saat meratakan tanah uruk yang berasal dari bongkaran sebuah rumah lama.

Setelah menerima laporan warga, aparat Polsek Maospati bersama Polres Magetan langsung mengamankan lokasi dan menutup area proyek untuk mencegah masyarakat mendekat. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jawa Timur kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih menjelaskan, penemuan granat bermula dari laporan pekerja proyek yang menemukan benda mencurigakan saat proses pengurukan lahan yang akan dibangun menjadi tempat olahraga desa.

“Begitu ada laporan dari warga mengenai benda yang diduga bahan peledak, kami langsung melaporkan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan Tim Gegana yang memiliki Unit Jibom. Selanjutnya kami bersama Polres mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang masuk ke area penemuan,” ujarnya.

Menurut Vista, tanah yang digunakan untuk menguruk lokasi proyek berasal dari bekas rumah milik Aris (55), warga Desa Pandeyan. Saat tanah diratakan menggunakan pacul, pekerja menemukan benda menyerupai besi yang belakangan diketahui merupakan granat.

“Informasinya lokasi ini akan dibangun menjadi tempat olahraga. Tanah dipindahkan dari bekas rumah ke lokasi proyek, kemudian saat diratakan ditemukan benda tersebut oleh salah satu pekerja,” tambahnya.

Image Not Found
Granat aktif ditemukan di lokasi proyek di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Pekerja yang menemukan granat, Maeran, mengaku sama sekali tidak menyadari bahwa benda yang dicangkulkan dan sempat dipegangnya merupakan granat aktif. Awalnya ia mengira benda tersebut hanyalah batu atau besi biasa yang ikut terbawa dalam tanah uruk.

“Saya meratakan tanah, sempat kena cangkul. Saya pegang karena saya kira batu atau besi biasa. Bahkan sempat saya geser dan lempar sedikit karena tidak tahu kalau itu granat. Setelah teman bilang bentuknya seperti granat, kami langsung melapor ke kepala dusun lalu diteruskan ke Babinsa dan polisi,” tuturnya.

Untungnya granat tersebut tidak meledak meski sempat terkena cangkul dan dipindahkan oleh pekerja.

Operator Jibom Gegana Surabaya, Aipda Gunanto, memastikan benda yang ditemukan merupakan granat militer jenis fragmentasi yang diperkirakan merupakan peninggalan Perang Dunia II dan kondisinya masih aktif.

“Ini granat militer jenis granat fragmentasi dan masih aktif. Kami evakuasi ke Surabaya untuk dimusnahkan sesuai prosedur,” jelasnya.

Gunanto mengingatkan bahwa granat tersebut memiliki daya ledak yang sangat berbahaya. Selain mampu merusak bangunan di sekitar titik ledakan, serpihan granat juga dapat menyebabkan korban jiwa.

“Daya ledaknya cukup besar. Serpihannya bisa mengenai orang dan mengakibatkan luka berat bahkan meninggal dunia. Karena itu proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati sesuai prosedur,” tegasnya.

Usai granat berhasil diamankan, garis polisi di lokasi mulai dibuka. Meski demikian, aparat mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi atau bahan peledak, terutama di lokasi bekas bangunan lama atau area yang pernah menjadi kawasan bersejarah. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan warga. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Perangkat Desa Gemarang Diperiksa, Usai Penetapan Tersangka Proyek Kolam Renang Mangkrak

    Tiga Perangkat Desa Gemarang Diperiksa, Usai Penetapan Tersangka Proyek Kolam Renang Mangkrak

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 236
    • 1Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun memeriksa tiga perangkat Desa Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terkait kasus dugaan korupsi pembangunan kolam renang yang terbengkalai di Dusun Mundu. Pemeriksaan dilakukan menyusul penetapan mantan Kepala Desa Gemarang, Suprapti, sebagai tersangka dalam kasus ini pada Selasa (10/06/2025). Kepala Desa Gemarang saat ini, Tri Wiwik, […]

    Bagikan
  • Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

    Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional di Ngawi, Jawa Timur. Sejak dua bulan terakhir, komoditas tersebut sulit ditemukan di lapak pedagang. Kalaupun tersedia, harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini masih terjadi pada Senin (20/4/2026) pagi. Minyakita dijual […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun mendapat tambahan armada untuk layanan balik gratis dengan tujuan Jakarta. Tambahan satu unit bus ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) salah satu BUMD perbankan Jawa Timur. Kepala Dishub Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengungkapkan bahwa tambahan armada ini merupakan bagian dari upaya […]

    Bagikan
  • Dinas Sosial Kabupaten Madiun Gelar Bimtek Tagana dan Pordam untuk Perkuat Layanan Psikososial

    Dinas Sosial Kabupaten Madiun Gelar Bimtek Tagana dan Pordam untuk Perkuat Layanan Psikososial

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Sosial Kabupaten Madiun menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan Pordam (Pelopor Perdamaian) yang bertugas di bidang Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Juni 2025, di Hotel Setia Budi, Kota Madiun. Kegiatan dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun – Polres Madiun Kota Panen Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan

    Pemkot Madiun – Polres Madiun Kota Panen Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Polres Madiun Kota menggelar panen jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan, Selasa (18/2/2025). Panen jagung ini dilakukan di lahan seluas 3000 meter persegi. Sementara, total lahan yang ditanami jagung di Kota Madiun mencapai 2 hektar. Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto, mengatakan bahwa program […]

    Bagikan
  • Pengembangan Lada Mahalona Dorong Ekonomi Petani Transmigran di Luwu Timur Sulsel

    Pengembangan Lada Mahalona Dorong Ekonomi Petani Transmigran di Luwu Timur Sulsel

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Sinergia | Luwu Timur, Sulawesi Selatan – Tim Ekspedisi Patriot IPB University melakukan survei dan pemetaan potensi komoditas lada (merica) di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 11 Oktober 2025. Hal itu untuk mengidentifikasi perkembangan usaha tani lada yang menjadi sumber pendapatan utama petani transmigran. Kegiatan ini bertujuan menggali potensi hilirisasi serta memperkuat […]

    Bagikan
expand_less