Berita Terkini
Trending Tags

Penemuan Granat Aktif di Magetan, Diduga Sisa Perang Dunia II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 33 menit yang lalu
  • visibility 25
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim Jibom Gegana evakuasi granat diduga sisa perang. (5/8/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Warga Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan sebuah granat fragmentasi yang diduga masih aktif di lokasi proyek pembangunan fasilitas olahraga desa, Rabu (5/8/2026). Benda berbahaya tersebut ditemukan seorang pekerja saat meratakan tanah uruk yang berasal dari bongkaran sebuah rumah lama.

Setelah menerima laporan warga, aparat Polsek Maospati bersama Polres Magetan langsung mengamankan lokasi dan menutup area proyek untuk mencegah masyarakat mendekat. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jawa Timur kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih menjelaskan, penemuan granat bermula dari laporan pekerja proyek yang menemukan benda mencurigakan saat proses pengurukan lahan yang akan dibangun menjadi tempat olahraga desa.

“Begitu ada laporan dari warga mengenai benda yang diduga bahan peledak, kami langsung melaporkan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan Tim Gegana yang memiliki Unit Jibom. Selanjutnya kami bersama Polres mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang masuk ke area penemuan,” ujarnya.

Menurut Vista, tanah yang digunakan untuk menguruk lokasi proyek berasal dari bekas rumah milik Aris (55), warga Desa Pandeyan. Saat tanah diratakan menggunakan pacul, pekerja menemukan benda menyerupai besi yang belakangan diketahui merupakan granat.

“Informasinya lokasi ini akan dibangun menjadi tempat olahraga. Tanah dipindahkan dari bekas rumah ke lokasi proyek, kemudian saat diratakan ditemukan benda tersebut oleh salah satu pekerja,” tambahnya.

Image Not Found
Granat aktif ditemukan di lokasi proyek di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Pekerja yang menemukan granat, Maeran, mengaku sama sekali tidak menyadari bahwa benda yang dicangkulkan dan sempat dipegangnya merupakan granat aktif. Awalnya ia mengira benda tersebut hanyalah batu atau besi biasa yang ikut terbawa dalam tanah uruk.

“Saya meratakan tanah, sempat kena cangkul. Saya pegang karena saya kira batu atau besi biasa. Bahkan sempat saya geser dan lempar sedikit karena tidak tahu kalau itu granat. Setelah teman bilang bentuknya seperti granat, kami langsung melapor ke kepala dusun lalu diteruskan ke Babinsa dan polisi,” tuturnya.

Untungnya granat tersebut tidak meledak meski sempat terkena cangkul dan dipindahkan oleh pekerja.

Operator Jibom Gegana Surabaya, Aipda Gunanto, memastikan benda yang ditemukan merupakan granat militer jenis fragmentasi yang diperkirakan merupakan peninggalan Perang Dunia II dan kondisinya masih aktif.

“Ini granat militer jenis granat fragmentasi dan masih aktif. Kami evakuasi ke Surabaya untuk dimusnahkan sesuai prosedur,” jelasnya.

Gunanto mengingatkan bahwa granat tersebut memiliki daya ledak yang sangat berbahaya. Selain mampu merusak bangunan di sekitar titik ledakan, serpihan granat juga dapat menyebabkan korban jiwa.

“Daya ledaknya cukup besar. Serpihannya bisa mengenai orang dan mengakibatkan luka berat bahkan meninggal dunia. Karena itu proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati sesuai prosedur,” tegasnya.

Usai granat berhasil diamankan, garis polisi di lokasi mulai dibuka. Meski demikian, aparat mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi atau bahan peledak, terutama di lokasi bekas bangunan lama atau area yang pernah menjadi kawasan bersejarah. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan warga. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Idul Adha, Ribuan Penumpang Serbu Kereta Api di Madiun, Kedatangan Tembus 28 Ribu Orang

    Libur Idul Adha, Ribuan Penumpang Serbu Kereta Api di Madiun, Kedatangan Tembus 28 Ribu Orang

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Lonjakan penumpang kereta api jarak jauh terjadi selama libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat total 48.536 penumpang menggunakan layanan kereta api jarak jauh dalam periode 26–28 Mei 2026. Data yang dihimpun hingga Jumat (29/5/2026) menunjukkan arus kedatangan penumpang mendominasi […]

    Bagikan
  • Simbol Kedermawanan, Bupati Magetan Andum Kereweng Kepada Warga

    Simbol Kedermawanan, Bupati Magetan Andum Kereweng Kepada Warga

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tradisi andum kereweng selalu tidak terlewatkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Tradisi ini menjadi sorotan utama masyarakat, bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena makna sosial dan moral yang dikandungnya. Pada Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-350 tahun ini tradisi andum kereweng kembali digelar di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih, […]

    Bagikan
  • Dugaan Terkait OTT KPK, Anggota DPRD Ali Masngudi Berlari Dikejar Awak Media

    Dugaan Terkait OTT KPK, Anggota DPRD Ali Masngudi Berlari Dikejar Awak Media

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Masih seputar KPK. Kali ini anggota DPRD Kabupaten Madiun, Ali Masngudi bungkam dan bergegas lari dari kejaran awak media saat dikonfirmasi soal keterlibatan dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Madiun. Ali Masngudi merupakan salah satu unsur pimpinan DPRD Kabupaten Madiun, terlihat sedang mengikuti rapat paripurna Kamis (29/01/2026) di […]

    Bagikan
  • Minibus Hantam Truk Fuso di Tol Ngawi, Tiga Orang Meninggal Dunia

    Minibus Hantam Truk Fuso di Tol Ngawi, Tiga Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Ngawi–Solo KM 548, tepatnya di wilayah Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, pada Kamis malam (17/4/2025) sekitar pukul 20.40 WIB. Sebuah minibus jenis Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1563 JUY menghantam bagian belakang truk Mitsubishi Fuso yang tengah melaju di jalur lambat. Kecelakaan […]

    Bagikan
  • 20 Orang Tersesat di Lereng Tengah Hutan, 2 Diantaranya Sempat Terkena Reruntuhan Batu

    20 Orang Tersesat di Lereng Tengah Hutan, 2 Diantaranya Sempat Terkena Reruntuhan Batu

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 20 orang dari komunitas hiking Thunak Thunuk Madiun terjebak di Lereng Tengah Hutan, Perbatasan Desa Kepel dengan Desa Kuwiran Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun pada Minggu petang (19/1/2025). Beruntungnya, saat ini puluhan pendaki telah dievakuasi dan dikumpulkan di sebuah tempat ibadah GKJW untuk terus ditenangkan. Ketua Komunitas hiking Thunak Thunuk, […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun Tekankan Lurah dan Camat Wajib Pahami Prioritas Pembangunan Kota

    Plt Wali Kota Madiun Tekankan Lurah dan Camat Wajib Pahami Prioritas Pembangunan Kota

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menekankan pentingnya pemahaman aparatur wilayah terhadap arah pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Optimalisasi Produktivitas Kerja dan Bimbingan Teknis Aplikasi e-KAK dan m-SKP Tahun 2026 yang diikuti para lurah dan camat di wilayah Kecamatan Taman pada Kamis (05/03/2026) Menurut Bagus, perencanaan […]

    Bagikan
expand_less