Sumur Surut Dan PDAM Mati, Warga Dusun Dungus Ponorogo Kesulitan Air Bersih
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Warga Dusun Dungus, Desa Karang Patihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau.
Kondisi tersebut telah dirasakan warga sekitar satu bulan terakhir. Selain sejumlah sumur mulai surut bahkan mengering, aliran PDAM yang selama ini menjadi salah satu sumber air warga juga semakin kecil hingga tidak lagi mengalir.
Pantauan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, PDAM di kawasan permukiman warga terlihat tidak mengalirkan air. Padahal, keberadaan jaringan PDAM menjadi harapan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Warga bahkan telah menyiapkan sejumlah tempat penampungan air di pinggir jalan. Wadah tersebut disiapkan untuk menampung bantuan air bersih apabila sewaktu-waktu datang dari pemerintah maupun pihak swasta.
Salah seorang warga, Soirah (65), mengatakan kesulitan air bersih mulai dirasakan sekitar satu bulan terakhir. Awalnya, air PDAM masih mengalir meski tidak setiap hari. Namun, debit air semakin lama semakin kecil hingga akhirnya tidak lagi mengalir.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan memasak, warga terpaksa membeli air dalam kemasan galon. Sementara untuk mendapatkan air dalam jumlah lebih banyak, warga harus meminta kepada tetangga atau mengambil air dari desa sebelah yang berjarak sekitar satu kilometer.
“Ini sudah sekitar satu bulan kesulitan air. Awalnya PDAM masih mengalir, tapi sekarang sudah tidak ada. Kalau untuk mandi dan memasak terpaksa beli air galon. Kalau butuh air lebih banyak, biasanya minta ke tetangga atau mengambil air ke desa sebelah, jaraknya sekitar satu kilometer. Sekarang kami menunggu bantuan air karena sumur juga sudah mulai habis.”

Kondisi serupa dialami Rida Asmawati (45). Ia mengatakan sebelumnya air PDAM masih mengalir sekitar dua hari sekali. Namun, debitnya semakin kecil hingga dalam tiga hari terakhir tidak lagi mengalir.
Rida juga menunjukkan lokasi sumur yang masih memiliki air. Namun, kondisi air terlihat kotor sehingga warga khawatir menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah sumur lain di sekitar permukiman warga juga mulai mengering. Kondisi ini membuat warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Untuk kebutuhan minum, warga memilih membeli air galon. Sedangkan untuk mandi, sebagian warga terpaksa menumpang di rumah tetangga yang jaraknya cukup jauh.
“Awalnya PDAM masih mengalir dua hari sekali, tapi lama-lama semakin kecil. Tiga hari terakhir ini sudah tidak mengalir sama sekali. Sumur sebenarnya masih ada airnya, tapi kondisinya kotor dan kami takut kalau dipakai malah membuat gatal. Untuk minum kami beli air galon, sedangkan kalau mandi kadang harus numpang ke rumah tetangga. Kami berharap pemerintah bisa membantu dan PDAM kembali mengalir dengan lancar.”
Di Dusun Dungus, Desa Karang Patihan, RT 3 RW 1, setidaknya terdapat sekitar 30 kepala keluarga yang terdampak kekurangan air bersih.
Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih serta memastikan aliran PDAM kembali normal. Dengan begitu, kebutuhan dasar warga untuk minum, memasak, dan mandi dapat terpenuhi di tengah musim kemarau. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



