Atlet Muda FORKI Kota Madiun Bersinar di Kejurprov Jatim dan Kejurnas Shokaido 2026, Targetkan Tembus Level Nasional
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kiprah atlet karate muda dari FORKI Kota Madiun kembali mencuri perhatian di dua ajang bergengsi sekaligus, yakni Kejurprov FORKI Jawa Timur di Malang (10–12 April 2026) dan Kejurnas Karate Shokaido III di Bandar Lampung (9–12 April 2026). Dalam dua event berbeda yang berlangsung hampir bersamaan itu, para atlet menunjukkan konsistensi, disiplin, dan mental juara yang patut diapresiasi.
Di Kejurprov Jawa Timur yang digelar di GOR Ken Arok, Malang, kontingen muda Kota Madiun tampil impresif dengan raihan 9 medali emas, 6 perak, dan 4 perunggu, sekaligus mengantarkan mereka sebagai Juara Umum 2. Sementara di Kejurnas Shokaido di Bandar Lampung, atlet senior yang tergabung dalam tim Jawa Timur juga sukses menyumbang prestasi hingga meraih Juara Umum 2 tingkat nasional.
Salah satu sorotan datang dari Animha Furqon Tirta Kharisma, atlet kategori kumite kadet -57 kg. Siswa kelas 9 SMPN 3 Madiun ini telah menekuni karate sejak kelas 3 SD, berawal dari keinginan sederhana untuk belajar bela diri.
Persiapannya menuju Kejurprov terbilang sederhana namun konsisten. Ia mengaku tidak pernah bolos latihan dan rutin menambah fisik dengan lari sore. Hasilnya, Animha berhasil meraih juara 1, bahkan menang telak di semifinal melawan atlet tuan rumah Malang dengan skor 9-1.
“Yang penting latihan rutin dan jaga fisik. Alhamdulillah bisa juara,” ujarnya singkat, dengan target berikutnya menembus Kejurnas FORKI.
Prestasi juga datang dari sektor putri melalui Anindya Shifa Adianty (14), siswa SMPN 1 Madiun. Atlet yang sudah berlatih sejak kelas 1 SD ini tampil di Kejurnas Shokaido Bandar Lampung pada kelas -61 kg.
Meski sempat mengalami kendala fisik saat pertandingan Kata, ia tetap mampu meraih medali perunggu. Di nomor kumite, performanya justru memuncak dengan menyabet medali emas, termasuk kemenangan di final melawan atlit dari Sumatera Utara dengan skor 4-1.
“Waktu kata sempat minder karena kaki sakit, tapi tetap berusaha maksimal. Di kumite alhamdulillah bisa emas,” ungkapnya.
Ia juga mengakui pengalaman bertanding di tingkat nasional memberinya banyak pelajaran, termasuk menghadapi lawan dengan gaya bertanding keras dan suasana pertandingan yang tidak selalu kondusif.
“Targetku bismillah bisa berangkat di Kejurnas Forki terus dapat medali di sana. Persiapannya tentu latihan rutin dan jaga pola makan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FORKI Kota Madiun, Dony Koeswoyo, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari strategi pembinaan jangka panjang. Dengan total sekitar 50 atlet, tim dibagi menjadi dua yakni atlet senior dikirim ke Kejurnas Shokaido di Lampung, sementara atlet kadet hingga junior bertanding di Kejurprov Jatim.

“Kita telah memprogramkan untuk latihan secara rutin. Senin-Selasa latihan Kata dan Kamis-Jumat latihan Kumite. Jadi persiapan itu tidak bisa instan. Harus melalui latihan rutin dan disiplin,” jelasnya.
Prestasi di dua ajang ini menjadi batu loncatan menuju target berikutnya, yakni Kejurnas PB FORKI di Bandung. Ajang ini akan mempertemukan para juara dari Kejurprov dan Kejurnas perguruan se-Indonesia.
FORKI Kota Madiun diperkirakan akan mengirim 2 hingga 3 atlet terbaik dengan target realistis 1 emas dan 2 perak.
“Memang ada beberapa target yang belum tercapai, tapi tidak mempengaruhi posisi kita. Ini bagian dari dinamika pertandingan,” tambah Dony.
Dony menambahkan Forki Kota Madiun bakal mengirimkan 4 atlet terbaiknya ke ajang Kejurnas Forki di Bandung nantinya. Bahkan, pihaknya menargetkan perolehan medali 1 emas, 2 perak, 1 perunggu.
“Para atlit akan intensif mengikuti latihan untuk mencapai target di Kejurnas PB Forki nanti,” pungkasnya.
Kisah Animha dan Anindya menjadi gambaran nyata regenerasi atlet karate di Kota Madiun yang terus berjalan. Dengan kombinasi latihan disiplin, pengalaman bertanding, dan dukungan organisasi, peluang untuk menembus level nasional bahkan internasional semakin terbuka.
Lebih dari sekadar medali, perjalanan mereka juga mencerminkan nilai sportivitas, kerja keras, dan mental pantang menyerah modal penting bagi atlet muda dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat ke depan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





