Senin, 9 Nov 2026
Trending Tags

Atlet Muda FORKI Kota Madiun Bersinar di Kejurprov Jatim dan Kejurnas Shokaido 2026, Targetkan Tembus Level Nasional

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 291
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Atlet muda FORKI Madiun raih medali di Kejurprov dan Kejurnas. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Kiprah atlet karate muda dari FORKI Kota Madiun kembali mencuri perhatian di dua ajang bergengsi sekaligus, yakni Kejurprov FORKI Jawa Timur di Malang (10–12 April 2026) dan Kejurnas Karate Shokaido III di Bandar Lampung (9–12 April 2026). Dalam dua event berbeda yang berlangsung hampir bersamaan itu, para atlet menunjukkan konsistensi, disiplin, dan mental juara yang patut diapresiasi.

Di Kejurprov Jawa Timur yang digelar di GOR Ken Arok, Malang, kontingen muda Kota Madiun tampil impresif dengan raihan 9 medali emas, 6 perak, dan 4 perunggu, sekaligus mengantarkan mereka sebagai Juara Umum 2. Sementara di Kejurnas Shokaido di Bandar Lampung, atlet senior yang tergabung dalam tim Jawa Timur juga sukses menyumbang prestasi hingga meraih Juara Umum 2 tingkat nasional.

Salah satu sorotan datang dari Animha Furqon Tirta Kharisma, atlet kategori kumite kadet -57 kg. Siswa kelas 9 SMPN 3 Madiun ini telah menekuni karate sejak kelas 3 SD, berawal dari keinginan sederhana untuk belajar bela diri.

Persiapannya menuju Kejurprov terbilang sederhana namun konsisten. Ia mengaku tidak pernah bolos latihan dan rutin menambah fisik dengan lari sore. Hasilnya, Animha berhasil meraih juara 1, bahkan menang telak di semifinal melawan atlet tuan rumah Malang dengan skor 9-1.

“Yang penting latihan rutin dan jaga fisik. Alhamdulillah bisa juara,” ujarnya singkat, dengan target berikutnya menembus Kejurnas FORKI.

Prestasi juga datang dari sektor putri melalui Anindya Shifa Adianty (14), siswa SMPN 1 Madiun. Atlet yang sudah berlatih sejak kelas 1 SD ini tampil di Kejurnas Shokaido Bandar Lampung pada kelas -61 kg.

Meski sempat mengalami kendala fisik saat pertandingan Kata, ia tetap mampu meraih medali perunggu. Di nomor kumite, performanya justru memuncak dengan menyabet medali emas, termasuk kemenangan di final melawan atlit dari Sumatera Utara dengan skor 4-1.

“Waktu kata sempat minder karena kaki sakit, tapi tetap berusaha maksimal. Di kumite alhamdulillah bisa emas,” ungkapnya.

Ia juga mengakui pengalaman bertanding di tingkat nasional memberinya banyak pelajaran, termasuk menghadapi lawan dengan gaya bertanding keras dan suasana pertandingan yang tidak selalu kondusif.

“Targetku bismillah bisa berangkat di Kejurnas Forki terus dapat medali di sana. Persiapannya tentu latihan rutin dan jaga pola makan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FORKI Kota Madiun, Dony Koeswoyo, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari strategi pembinaan jangka panjang. Dengan total sekitar 50 atlet, tim dibagi menjadi dua yakni atlet senior dikirim ke Kejurnas Shokaido di Lampung, sementara atlet kadet hingga junior bertanding di Kejurprov Jatim.

Image Not Found
Prestasi karateka Madiun tembus tingkat provinsi dan nasional, Foto : Kris-Sinergia

“Kita telah memprogramkan untuk latihan secara rutin. Senin-Selasa latihan Kata dan Kamis-Jumat latihan Kumite. Jadi persiapan itu tidak bisa instan. Harus melalui latihan rutin dan disiplin,” jelasnya.

Prestasi di dua ajang ini menjadi batu loncatan menuju target berikutnya, yakni Kejurnas PB FORKI di Bandung. Ajang ini akan mempertemukan para juara dari Kejurprov dan Kejurnas perguruan se-Indonesia.

FORKI Kota Madiun diperkirakan akan mengirim 2 hingga 3 atlet terbaik dengan target realistis 1 emas dan 2 perak.

“Memang ada beberapa target yang belum tercapai, tapi tidak mempengaruhi posisi kita. Ini bagian dari dinamika pertandingan,” tambah Dony.

Dony menambahkan Forki Kota Madiun bakal mengirimkan 4 atlet terbaiknya ke ajang Kejurnas Forki di Bandung nantinya. Bahkan, pihaknya menargetkan perolehan medali 1 emas, 2 perak, 1 perunggu.

“Para atlit akan intensif mengikuti latihan untuk mencapai target di Kejurnas PB Forki nanti,” pungkasnya. 

Kisah Animha dan Anindya menjadi gambaran nyata regenerasi atlet karate di Kota Madiun yang terus berjalan. Dengan kombinasi latihan disiplin, pengalaman bertanding, dan dukungan organisasi, peluang untuk menembus level nasional bahkan internasional semakin terbuka.

Lebih dari sekadar medali, perjalanan mereka juga mencerminkan nilai sportivitas, kerja keras, dan mental pantang menyerah modal penting bagi atlet muda dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat ke depan. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI-Polri dan BPBD Trenggalek Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan Jati di Gandusari dalam Empat Jam

    TNI-Polri dan BPBD Trenggalek Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan Jati di Gandusari dalam Empat Jam

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Tim gabungan TNI, Polri, BPBD Kabupaten Trenggalek, dan Perhutani berhasil memadamkan kebakaran hutan jati di kawasan petak 3A RPH Gandusari, KRPH Gandusari, BKPH Karangan, KPH Kediri, Dusun Beji, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (25/7/2026). Kebakaran yang terjadi di lahan pemajekan dan kawasan hutan negara itu berhasil dikendalikan setelah proses […]

    Bagikan
  • Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 705
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, aktivitas pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tampak menurun. Kondisi cuaca yang tak stabil serta padatnya aktivitas pendaki dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor utama. Data Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan menunjukkan penurunan tersebut. Asisten Perhutani (Asper) […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

    Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan masih memiliki kewajiban membayar tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada BPJS Kesehatan senilai sekitar Rp6 miliar. Kewajiban tersebut menjadi salah satu konsekuensi tekanan fiskal yang dihadapi daerah setelah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) […]

    Bagikan
  • Komitmen KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan KA Sebidang

    Komitmen KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan KA Sebidang

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Keselamatan berlalu lintas merupakan hal utama. Termasuk saat melintas di perlintasan kereta api (KA) sebidang, baik yang terjaga maupun tidak terjaga. Meski begitu, tersiar kabar burung jika bakal ada pengurangan personil untuk yang berjaga di perlintasan KA sebidang. Menyikapi hal itu, PT KAI Daop 7 Madiun memastikan seluruh pintu perlintasan […]

    Bagikan
  • Gadis Disabilitas Hilang di Magetan, Ditemukan Tewas Tenggelam di Bojonegoro

    Gadis Disabilitas Hilang di Magetan, Ditemukan Tewas Tenggelam di Bojonegoro

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ilut Apriliani (15) gadis penyandang disabilitas intelektual asal Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, yang sebelumnya dilaporkan hilang di hutan, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Bengawan Solo, wilayah Bojonegoro, pada Minggu (11/5/2025). Kabar penemuan jasad korban diperkuat dengan beredarnya video amatir yang menunjukkan sejumlah petugas Badan Penanggulangan […]

    Bagikan
  • Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

    Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena langka menghebohkan warga Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seekor anak sapi jantan hasil persilangan induk Simental dengan pejantan Limousin lahir dengan kelainan fisik berupa tiga mata, dua moncong, dua lidah, namun hanya memiliki satu kepala dan satu badan. Anak sapi tersebut lahir pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul […]

    Bagikan
expand_less