Siswa SDN 1 Ngrupit Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 163
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Puluhan siswa dan guru SD Negeri 1 Ngrupit, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar doa bersama sekaligus penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat pagi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di masjid yang berada di dekat sekolah, setelah para siswa menjalankan salat dhuha berjamaah. Selain berdoa untuk keselamatan dan kondisi para korban, siswa juga diajak menumbuhkan kepedulian dengan menyisihkan sebagian uang mereka untuk disumbangkan.
Kegiatan penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu. Gempa tersebut juga sempat memicu tsunami.
Berdasarkan data BNPB hingga Jumat pagi, bencana tersebut telah menyebabkan 75 orang meninggal dunia dan 907 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai sekitar 92 ribu orang.
Kepala SDN 1 Ngrupit, Prema Kartika Intansari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembiasaan pagi siswa yang sekaligus diarahkan untuk menanamkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
“Merajut doa dan peduli sesama saudara di NTT. Kegiatan hari ini tetap seperti biasa, pembiasaan pagi salat dhuha bersama dilanjutkan doa bersama untuk mendoakan korban di NTT, serta melaksanakan amal atau santunan untuk korban di NTT,” ujarnya.
Menurut Prema, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman bagi siswa untuk memahami arti kepedulian terhadap sesama manusia, khususnya masyarakat yang sedang tertimpa bencana.
Salah seorang siswa kelas 4, Aprilia Yasmin Adeliana, mengaku mendapat banyak kegiatan dalam pembelajaran pagi tersebut, mulai dari salat, berdoa, hingga menyumbangkan dana untuk korban bencana.
“Diajari salat, doa, menyumbangkan dana sama mewarnai. Untuk korban bencana alam di NTT,” kata Aprilia.
Dana yang berhasil terkumpul nantinya akan disalurkan kepada korban gempa di NTT melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo.
Pihak sekolah berharap kegiatan sosial tersebut tidak hanya membantu meringankan beban korban bencana, tetapi juga menjadi bekal bagi siswa untuk meningkatkan rasa empati, simpati, dan kepedulian terhadap sesama di masa mendatang. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



