Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

7 Fraksi DPRD Soroti Penurunan Dana Transfer dan PAD,  Bupati Madiun Akui Ketergantungan Pusat Masih Besar

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 261
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat Paripurna DPRD Dengan Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Fraksi Kabupaten Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ketergantungan fiskal Kabupaten Madiun terhadap pemerintah pusat kembali menjadi sorotan DPRD. Dalam pembahasan Perubahan APBD 2026, tujuh fraksi menyoroti penurunan dana transfer pusat yang mencapai sekitar Rp97 miliar hingga Rp100 miliar, di tengah kenaikan kebutuhan belanja daerah.

Sorotan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Rabu (26/8/2026).

Secara umum, perubahan APBD 2026 mencatat koreksi penurunan pendapatan daerah sekitar Rp51,8 miliar. Penurunan ini dipicu berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, meski transfer antar-daerah mengalami kenaikan sekitar Rp44 miliar.

Tujuh fraksi DPRD pun memberikan catatan kritis. Mulai dari dorongan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembengkakan belanja operasional, efektivitas belanja modal, hingga pemangkasan belanja transfer ke desa yang mencapai Rp110,46 miliar.

Dalam pandangan umumnya, Fraksi Golkar Nurani Rakyat, PDIP, Demokrat, Gerindra, dan NasDem meminta penjelasan lebih rinci mengenai penyebab turunnya dana transfer dari pusat. Mereka juga mendorong Pemkab Madiun mencari terobosan baru untuk meningkatkan PAD tanpa menambah beban masyarakat.

Sementara Fraksi PKB dan PKS melihat kenaikan PAD sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Selain sektor pendapatan, struktur belanja daerah juga menjadi perhatian. Belanja operasi dalam Perubahan APBD 2026 tercatat meningkat sekitar Rp73 miliar. Kenaikan terbesar berasal dari belanja barang dan jasa sekitar Rp52 miliar serta belanja pegawai yang naik sekitar Rp17 miliar hingga Rp18 miliar.

Catatan paling tajam juga muncul terkait pemangkasan belanja transfer ke desa yang mencapai Rp110,46 miliar. Fraksi PDIP dan NasDem meminta Pemkab Madiun membuka secara rinci desa-desa yang terdampak serta memastikan pengurangan anggaran tidak mengganggu insentif RT/RW, program padat karya, maupun bantuan keuangan desa.

Sejumlah catatan khusus juga disampaikan masing-masing fraksi.

Fraksi Golkar Nurani Rakyat menekankan kepatuhan terhadap dasar hukum pengelolaan keuangan daerah, termasuk Permendagri Nomor 77 Tahun 2020. Fraksi ini juga meminta anggaran pemeliharaan jalan ditingkatkan.

Fraksi PDIP mempertanyakan kenaikan belanja modal tanah sekitar Rp5 miliar di tengah masih adanya aset pemerintah yang belum termanfaatkan secara optimal. 

Sementara Fraksi Demokrat menyoroti ketidaksesuaian pencapaian tiga Indikator Kinerja Kunci berdasarkan LKPJ 2025 serta mempertanyakan dasar hukum perubahan Penjabaran APBD yang mendahului pembahasan Perubahan APBD.

Di sisi lain, seluruh fraksi mendorong pemerintah daerah mempercepat pelaksanaan program dan proyek fisik agar penyerapan anggaran tidak kembali menumpuk di akhir tahun serta mampu menekan potensi munculnya SiLPA

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengakui, berkurangnya dana transfer pusat menjadi persoalan serius karena Kabupaten Madiun masih memiliki tingkat ketergantungan yang cukup besar terhadap dana dari pemerintah pusat.

“Karena terus terang saja, kalau Kabupaten Madiun masih tetap ketergantungannya masih cukup besar. Karena termasuk kebutuhan pokok, termasuk biaya gaji kepada teman-teman semua,” kata Hari Wuryanto.

Menurut Hari, penurunan dana transfer bukan hanya terjadi di Kabupaten Madiun. Sejumlah daerah lain di Indonesia juga mengalami pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.

“Tidak hanya Kabupaten Madiun saja yang dikurangi. Kabupaten lain juga lebih besar pengurangannya. Tapi ini dirasakan oleh semua,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh untuk menentukan besaran dana transfer. Karena itu, salah satu ruang yang bisa dimaksimalkan Pemkab Madiun adalah meningkatkan PAD melalui berbagai inovasi.

“Saran yang sangat baik kaitannya dengan peningkatan PAD. Kita akan berupaya untuk berinovasi bagaimana PAD kita meningkat. Kalau dana transfer, kita cuma bisanya ada pendekatan kepada pusat,” kata Hari.

Ia berharap ke depan kebijakan transfer pemerintah pusat tidak kembali mengalami pemangkasan. Pasalnya, dana tersebut masih menjadi salah satu penopang utama pembiayaan kebutuhan daerah. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan

    Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kepengurusan baru Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Cabang Madiun periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Minggu (15/3/2026). Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kyai Haji Hasan Abdullah Sahal, serta dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madiun. Acara ini […]

    Bagikan
  • Upacara Bendera Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Madiun Berlangsung Khidmat

    Upacara Bendera Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Madiun Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 di Kota Madiun dipusatkan di Alun-Alun Madiun pada Minggu (17/08/2025). Upacara ini dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, OPD, TNI-Polri serta para pelajar Kota Madiun hingga masyarakat. Wali Kota Madiun, Maidi bertindak sebagai inspektur upacara dan komandan upacara diampu oleh […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Persetujuan Kemensos RI

    Pemkot Madiun Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Persetujuan Kemensos RI

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengusulkan lahan seluas sekitar 6 hektare di kawasan Jalan Tirta Raya Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo sebagai lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat. Usulan tersebut disampaikan setelah dua lokasi yang sebelumnya diajukan dinilai belum memenuhi persyaratan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus […]

    Bagikan
  • Sirkuit Suryo Magetan Didorong Jadi Arena Balap Berstandar dan Penggerak Ekonomi Daerah

    Sirkuit Suryo Magetan Didorong Jadi Arena Balap Berstandar dan Penggerak Ekonomi Daerah

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai pembangunan Sirkuit Suryo di Kabupaten Magetan menunjukkan kemajuan pesat dan melampaui ekspektasi awal. Saat pertama kali ditinjau, kondisi lintasan dinilai belum memenuhi standar sirkuit, namun kini telah berkembang signifikan. “Kalau dibandingkan dengan peninjauan awal, progresnya sudah jauh lebih baik dan semakin mendekati standar sirkuit […]

    Bagikan
  • Menikmati Kicau Merdu Burung Perkutut yang Bikin Candu

    Menikmati Kicau Merdu Burung Perkutut yang Bikin Candu

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Halaman Denbekang V/1B Madiun tampak dipenuhi ratusan orang pecinta burung perkutut, Minggu (31/08/2025). Ini bagian dari latihan bersama dan lomba kicau burung perkutut    yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Bahkan, pecinta burung perkutut dari wilayah JawaTengah pun turut hadir meramaikan Latber yang juga dalam rangka HUT ke-80 RI. Mayor Cba. […]

    Bagikan
  • Sidang Perdana Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko, Jaksa Ungkap Tiga Kasus Korupsi

    Sidang Perdana Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko, Jaksa Ungkap Tiga Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Sinergia | Sidoarjo – Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (10/4/2026). Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Sugiri didakwa terlibat dalam tiga perkara korupsi yang mencakup dugaan suap dan gratifikasi. Sidang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan dua terdakwa lain, yakni Direktur RS Harjono […]

    Bagikan
expand_less