Berita Terkini
Trending Tags

Kebakaran Gunung Tekil Meluas, Diduga Merembet dari Pembakaran Lahan Warga

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 69
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Tekil Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Tekil, Desa Truneng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Kamis (27/8/2026). Kobaran api membakar vegetasi hutan dan terus menjalar ke sejumlah petak lainnya. Area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Mandor Perhutani, Sunyoto, menyebut api diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan milik warga di sekitar kawasan hutan. Api kemudian merembet masuk ke area hutan. Meski demikian, pihak Perhutani masih belum mengetahui secara pasti penyebab maupun apakah pembakaran tersebut dilakukan dengan sengaja.

Menurut Sunyoto, kebakaran pertama kali terlihat pada Rabu (26/8) sore. Petugas sempat melakukan penanganan, namun api kembali muncul keesokan paginya. Kondisi angin dan keringnya vegetasi membuat api kemudian menjalar menuju kawasan hutan di bagian barat Gunung Tekil.

Tanaman yang terdampak antara lain pohon kalitus, jati, dan berbagai jenis tanaman rimba. Perambatan api menjadi perhatian karena kawasan hutan tersebut berada berdekatan dengan lahan pertanian serta rumah warga.

Selain membakar vegetasi, kepulan asap juga sempat mengganggu warga dan pengguna jalan yang melintas di jalur antara Desa Galak dan Truneng. Gangguan terhadap arus kendaraan masih relatif ringan.

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh petugas Perhutani dan BPBD Ponorogo. Petugas menggunakan metode manual untuk mengatasi titik api, sementara BPBD mengerahkan alat penyemprot air untuk membantu proses pemadaman.

Kebakaran terjadi di Petak 112 A, RPH Slahung, BKPH Ponorogo Selatan. Petugas masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah lokasi guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Sunyoto mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membersihkan lahan dengan cara membakar. Terlebih pada musim dengan kondisi tanaman kering dan angin yang dapat membuat api dengan cepat menyebar ke area sekitarnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral! CCTV Rekam Aksi Maling Burung Kontes di Ponorogo, 4 Ekor Raib Sekejap

    Viral! CCTV Rekam Aksi Maling Burung Kontes di Ponorogo, 4 Ekor Raib Sekejap

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Aksi pencurian burung kontes kembali menghebohkan warga Ponorogo, Jawa Timur. Sebanyak empat ekor burung kenari, jalak, dan kacer hilang dalam satu malam setelah seorang pria terekam kamera CCTV meloncat pagar rumah warga di Lingkungan RT 1 RW 2, Kelurahan Patihan, Kecamatan Ponorogo. Rekaman berdurasi 50 detik yang diunggah ke Instagram […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Evakuasi Sarang Tawon Vespa dengan Teknik Pembakaran

    BPBD Kota Madiun Evakuasi Sarang Tawon Vespa dengan Teknik Pembakaran

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – BPBD Kota Madiun menerima laporan dari pihak PLN terkait keberadaan sarang tawon vespa pada Sabtu (15/3/2025). Hal itu diketahui oleh petugas PLN saat akan pembersihan panel kontrol yang ada di sekitar Pabrik Gula Rejo Agung, yang terletak di Jalan Basuki Rahmat guna pemeliharaan. Setelah menerima informasi keberadaan sarang tawon tersebut, pihak […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

    DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menilai masih banyak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum dimaksimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah pariwisata. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, mengatakan Kabupaten Madiun memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor wisata. Selain […]

    Bagikan
  • 40 Pejabat Administrator Magetan Ikuti Diklat Kepemimpinan, BKPSDM Tegaskan Bukan untuk Isi Jabatan Eselon II yang Kosong

    40 Pejabat Administrator Magetan Ikuti Diklat Kepemimpinan, BKPSDM Tegaskan Bukan untuk Isi Jabatan Eselon II yang Kosong

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebanyak 40 pejabat administrator (eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang berlangsung hingga Oktober 2026 di Jakarta. Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), bukan sebagai persiapan langsung untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang saat ini masih […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mulai mewaspadai potensi peningkatan kasus penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Chikungunya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan bahwa perubahan suhu dan kelembapan […]

    Bagikan
  • Sampah Berserakan di Tepi Jalan Magetan–Madiun, Papan Himbauan Hanya Pajangan

    Sampah Berserakan di Tepi Jalan Magetan–Madiun, Papan Himbauan Hanya Pajangan

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemandangan di jalur penghubung Kabupaten Magetan–Madiun kini jauh dari kata asri. Alih-alih disuguhi hijaunya pepohonan, pengguna jalan dari Kecamatan Takeran hingga Ngariboyo justru dipaksa menatap deretan sampah yang berserakan di tepi jalan. Bukan hanya plastik kresek dan botol minuman, bahkan karung berisi limbah rumah tangga tampak teronggok di parit. Bau menyengat […]

    Bagikan
expand_less