Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menilai masih banyak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum dimaksimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah pariwisata.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, mengatakan Kabupaten Madiun memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor wisata. Selain dikenal sebagai Kampung Pesilat, wilayah ini juga memiliki beragam destinasi wisata alam yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Kalau bicara masalah potensi, Kabupaten Madiun itu sangat besar. Apalagi ditunjang dengan Kampung Pesilat yang merupakan bagian dari Mataraman. Belum ditambah dengan beragam wisata alam yang tersebar di seluruh wilayah,” ujar Purwadi, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, potensi tersebut belum dikelola secara optimal. Padahal, tren wisata saat ini menunjukkan masyarakat lebih tertarik mengunjungi destinasi wisata alam dengan udara yang sejuk dan lingkungan yang masih asri.

“Hari ini rata-rata animo masyarakat mencari wisata alam dengan kadar oksigen yang bagus. Dan kita punya lokasi-lokasi yang mendukung itu,” katanya.

Purwadi menilai lambatnya pengembangan sektor pariwisata tidak lepas dari kurangnya sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), khususnya antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora).

Akibatnya, sejumlah destinasi wisata dinilai masih terkendala akses jalan yang kurang memadai serta minim fasilitas penunjang bagi wisatawan.

“Akses menuju tempat pariwisata rata-rata masih buruk. Kemudian kelengkapan fasilitas di lokasi juga masih tertinggal. Kalau ingin wisatawan tidak hanya sekali berkunjung, akses masuk dan fasilitasnya harus dibenahi lebih dulu,” jelasnya.

Ia juga mendorong Pemkab Madiun menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan pariwisata yang bersifat berkelanjutan. Menurutnya, berbagai kegiatan yang selama ini digelar, termasuk Sepasar ing Madiun (Sepasma), memang mampu menarik perhatian masyarakat, namun belum cukup untuk menjadi strategi pengembangan wisata jangka panjang.

“Inovasi Sepasma sebetulnya bagus, tetapi sifatnya belum berkelanjutan. Karena itu, pemerintah harus memutar otak menghadirkan inovasi lain. Kita punya budaya khas, punya daerah-daerah yang potensial. Pengembangan dan inovasi sektor pariwisata harus terus digalakkan,” pungkas Purwadi. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Resmi Serahkan SK Direksi Baru PDAM Masa Bhakti 2025–2030

    Bupati Madiun Resmi Serahkan SK Direksi Baru PDAM Masa Bhakti 2025–2030

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Setelah melalui proses seleksi yang berlangsung lebih dari dua bulan, jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun akhirnya resmi diumumkan. Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan direksi dilakukan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, sebagai bentuk penetapan hasil seleksi akhir yang telah dilaksanakan. Dalam […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Siapkan Pembahasan Dua Raperda, Fokus Penataan Pasar dan Limbah Domestik

    DPRD Magetan Siapkan Pembahasan Dua Raperda, Fokus Penataan Pasar dan Limbah Domestik

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan mulai memproses dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan oleh Bupati Magetan. Kedua regulasi tersebut berkaitan dengan penataan pasar serta pengelolaan air limbah domestik di wilayah Magetan. Ketua DPRD Magetan, Suratno, mengatakan raperda tentang penataan pasar disusun untuk menjawab berbagai aspirasi masyarakat, terutama dari pedagang pasar tradisional yang […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Siapkan Layanan Maksimal Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Maulid Nabi

    KAI Daop 7 Madiun Siapkan Layanan Maksimal Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Maulid Nabi

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinegia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyatakan telah siap mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 2025. Lonjakan arus mudik diprediksi terjadi Jumat (05/09/2025), sementara arus balik diperkirakan memuncak pada Minggu (07/09/2025). Data KAI mencatat, Kamis (04/09/2025) ada 7.962 penumpang yang berangkat dan […]

    Bagikan
  • Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Siman Ponorogo Protes Corat-Coret Jalan Berlubang 

    Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Siman Ponorogo Protes Corat-Coret Jalan Berlubang 

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kesal jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga Desa Demangan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, melakukan aksi protes dengan mencorat-coret badan Jalan Margo Utomo, Senin (29/6/2026). Berbagai tulisan seperti “Jalan Rusak”, “Ati-ati”, hingga tanda panah yang menunjukkan titik-titik lubang memenuhi badan jalan. Tulisan tersebut dibuat sebagai peringatan bagi pengguna jalan sekaligus bentuk protes […]

    Bagikan
  • Stand Up Komedi Mahasiswa Ponorogo Ricuh Usai Sindir Monumen Reog

    Stand Up Komedi Mahasiswa Ponorogo Ricuh Usai Sindir Monumen Reog

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Aksi stand up comedy yang digelar oleh sekelompok mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo pada Jumat (30/05/2025) berakhir ricuh. Pertunjukan yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk kritik terhadap 100 hari kinerja pemerintah daerah justru memicu kemarahan warga setelah menyinggung proyek Monumen Reog. Salah satu komika dalam penampilannya menyebut monumen yang […]

    Bagikan
  • Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan […]

    Bagikan
expand_less