DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menilai masih banyak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum dimaksimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah pariwisata.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, mengatakan Kabupaten Madiun memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor wisata. Selain dikenal sebagai Kampung Pesilat, wilayah ini juga memiliki beragam destinasi wisata alam yang tersebar di berbagai kecamatan.
“Kalau bicara masalah potensi, Kabupaten Madiun itu sangat besar. Apalagi ditunjang dengan Kampung Pesilat yang merupakan bagian dari Mataraman. Belum ditambah dengan beragam wisata alam yang tersebar di seluruh wilayah,” ujar Purwadi, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, potensi tersebut belum dikelola secara optimal. Padahal, tren wisata saat ini menunjukkan masyarakat lebih tertarik mengunjungi destinasi wisata alam dengan udara yang sejuk dan lingkungan yang masih asri.
“Hari ini rata-rata animo masyarakat mencari wisata alam dengan kadar oksigen yang bagus. Dan kita punya lokasi-lokasi yang mendukung itu,” katanya.
Purwadi menilai lambatnya pengembangan sektor pariwisata tidak lepas dari kurangnya sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), khususnya antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora).
Akibatnya, sejumlah destinasi wisata dinilai masih terkendala akses jalan yang kurang memadai serta minim fasilitas penunjang bagi wisatawan.
“Akses menuju tempat pariwisata rata-rata masih buruk. Kemudian kelengkapan fasilitas di lokasi juga masih tertinggal. Kalau ingin wisatawan tidak hanya sekali berkunjung, akses masuk dan fasilitasnya harus dibenahi lebih dulu,” jelasnya.
Ia juga mendorong Pemkab Madiun menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan pariwisata yang bersifat berkelanjutan. Menurutnya, berbagai kegiatan yang selama ini digelar, termasuk Sepasar ing Madiun (Sepasma), memang mampu menarik perhatian masyarakat, namun belum cukup untuk menjadi strategi pengembangan wisata jangka panjang.
“Inovasi Sepasma sebetulnya bagus, tetapi sifatnya belum berkelanjutan. Karena itu, pemerintah harus memutar otak menghadirkan inovasi lain. Kita punya budaya khas, punya daerah-daerah yang potensial. Pengembangan dan inovasi sektor pariwisata harus terus digalakkan,” pungkas Purwadi. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





