Proyek Rekonstruksi Jalan Menuju TPA Botok Disorot, Talud Baru Disebut Mudah Ambrol
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Pekerjaan rekonstruksi Jalan Sidowayah–Botok yang menjadi salah satu akses menuju rencana pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) baru di Kabupaten Magetan mendapat sorotan warga. Pasalnya, bangunan talud yang masih dalam tahap pengerjaan disebut memiliki kualitas yang kurang baik dan mudah rusak.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 711.525.000 dengan masa pelaksanaan mulai 23 Juni hingga 20 Oktober 2026. Salah satu bagian pekerjaan berupa pembangunan talud di sepanjang akses jalan tersebut.
Sorotan muncul setelah warga menemukan bagian talud yang masih relatif baru namun mudah mengalami kerusakan. Bahkan, menurut warga, material pada bagian tertentu dapat terlepas hanya dengan sentuhan tangan.
Simun, warga setempat, mengatakan bangunan talud tersebut baru dikerjakan sekitar tiga minggu. Ia menilai kondisi konstruksi belum menunjukkan kualitas yang baik meski pekerjaan masih berlangsung.
“Ini baru sekitar tiga minggu. Kalau kualitasnya seperti ini, saya kira kurang bagus. Kemungkinan semennya kurang dan pasir yang digunakan juga harus bagus supaya bangunan kuat,” ujar Simun.
Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi perhatian karena talud nantinya akan berfungsi sebagai bagian pendukung infrastruktur jalan. Jika konstruksi tidak cukup kuat, kerusakan dikhawatirkan semakin parah ketika terkena hujan.
“Kalau terkena hujan nanti bisa larut dan ambrol. Kalau sekarang saja sudah seperti ini, kalau sudah berbulan-bulan bisa lebih parah,” katanya.
Di sisi lain, pekerja proyek memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan tanpa kendala berarti dan dikerjakan sesuai rencana teknis.
Panji, salah seorang pekerja, menjelaskan pekerjaan yang tengah dilakukan mencakup pembangunan akses jalan berupa rabat beton, talud, sekaligus bagian taper pada persimpangan. Jalan tersebut memiliki lebar sekitar tiga meter, sementara taper direncanakan berukuran dua meter kali 20 meter.

“Ini akses jalan dari Sidowayah menuju Botok. Total pekerjaan jalan sekitar 800 meter. Untuk jalannya lebarnya tiga meter, sedangkan taper untuk persimpangan dua meter kali 20 meter,” jelas Panji.
Mengenai kualitas pekerjaan, Panji menyebut pelaksanaan proyek sejauh ini berjalan sesuai rencana anggaran dan biaya (RAB).
“Kalau pekerjaan di sini insyaallah aman semua. Tidak ada kendala. Untuk kualitas juga insyaallah aman dan sesuai RAB,” ujarnya.
Sorotan warga terhadap talud tersebut menjadi penting mengingat pekerjaan masih berlangsung dan masa kontrak proyek baru berakhir pada 20 Oktober 2026. Kondisi bangunan yang dinilai mudah rusak di tengah proses pengerjaan diharapkan dapat segera mendapat perhatian dari pelaksana maupun pihak terkait.
Pemeriksaan terhadap kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis menjadi hal penting untuk memastikan infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memiliki daya tahan sesuai peruntukannya.
Terlebih, Jalan Sidowayah–Botok diproyeksikan menjadi akses penting menuju kawasan Botok dan rencana pembangunan TPA baru. Dengan nilai proyek mencapai lebih dari Rp700 juta, masyarakat berharap setiap bagian pekerjaan dikerjakan secara optimal dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





