Kurangi kecanduan gadget , UNESA Kenalkan Karawitan kepada Pelajar Desa Serag Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Upaya mengenalkan seni tradisional sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Serag, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 dengan melibatkan Sanggar Yayasan Rumah Budaya Harmini Parni sebagai mitra.
Program tersebut merupakan kolaborasi Program Studi S1 Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dengan Program Studi S3 Pendidikan Seni FBS Unesa.
Salah satu kegiatan yang diberikan berupa pelatihan karawitan kepada 15 siswa Madrasah Ibtidaiyah. Para peserta sebelumnya belum banyak mengenal instrumen gamelan maupun seni karawitan.
Ketua PKM Karawitan di Desa Serag, Anbie Haldini Muhammad mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Pada awal pelatihan, peserta masih mengalami kesulitan karena belum terbiasa memainkan gamelan.
“Ceritanya selama dua hari saya bersama anggota kelompok membantu 15 siswa Madrasah Ibtidaiyah. Mereka baru mengenal gamelan. Kesulitan itu karena memang hal yang baru. Akhirnya mereka bisa enjoy dan mengenal gending Cublak-Cublak Suweng,” ujarnya.
Menurut Anbie, pelatihan karawitan juga diarahkan sebagai salah satu cara mengenalkan aktivitas seni kepada anak di tengah tingginya penggunaan gawai. Peserta diharapkan memiliki alternatif kegiatan yang bersifat edukatif sekaligus menyenangkan.
“Pelatihan ini memang dalam rangka mengurangi kecenderungan gadget. Harapannya, dengan kegiatan ini mereka bisa sedikit lupa dengan gadget,” katanya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selama dua hari. Pembinaan seni karawitan diharapkan dapat terus berlanjut sehingga para siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Sementara itu, Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik FBS Unesa, Welly Suryandoko menjelaskan PKM tersebut melibatkan dua program studi di lingkungan FBS Unesa.
“Kegiatan dua hari ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ada dua prodi, yakni Prodi S1 Pendidikan Seni Sendratasik dan Prodi S3 Pendidikan Seni dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Unesa tidak hanya mendorong pelestarian seni tradisional, tetapi juga berupaya mempertemukan seni dan budaya dengan potensi pengembangan masyarakat desa. Kegiatan karawitan menjadi salah satu bentuk pengenalan seni yang diharapkan dapat tumbuh menjadi aktivitas berkelanjutan di lingkungan masyarakat. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





