Berita Terkini
Trending Tags

Kekeringan Meluas, BPBD Ponorogo Distribusikan 31 Ribu Liter Air Bersih

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo droping air di desa Munggu, kecamatan Bungkal. Foto : Istimewa

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo terus melakukan penanganan terhadap dampak kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah. Hingga 31 Agustus 2026, BPBD mencatat telah mendistribusikan sebanyak 31.000 liter air bersih kepada warga terdampak di dua wilayah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan laporan mengenai kekeringan telah diterima dari beberapa titik. Setiap laporan terlebih dahulu ditindaklanjuti dengan asesmen bersama pemerintah desa untuk menentukan kebutuhan warga.

Dari sejumlah laporan yang masuk, dua wilayah dinilai membutuhkan distribusi air bersih secara langsung. Keduanya yakni Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, dan Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

“Untuk kekeringan sampai dengan 31 Agustus, terlaporkan di beberapa titik. BPBD bersama pemerintah desa melakukan asesmen. Dari beberapa laporan tersebut, ada dua yang diputuskan harus dilakukan distribusi air bersih,” kata Masun.

Di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, tercatat sebanyak 189 jiwa terdampak dan mendapat pemenuhan kebutuhan air bersih. Sejak akhir Juli hingga 31 Agustus, BPBD bersama mitra telah mendistribusikan sekitar 18.000 liter air ke wilayah tersebut.

Sementara di Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, terdapat 153 jiwa yang terdampak. Pada periode yang sama, distribusi air bersih telah mencapai sekitar 13.000 liter.

Dengan demikian, total air bersih yang telah didistribusikan ke dua wilayah tersebut mencapai 31.000 liter hingga 31 Agustus. Distribusi dilakukan tidak hanya oleh BPBD, tetapi juga melibatkan sejumlah mitra, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI).

Selain distribusi air, BPBD juga menyesuaikan penanganan berdasarkan kondisi dan kesiapan masing-masing desa. Desa Wates, misalnya, berdasarkan hasil asesmen disepakati belum memerlukan distribusi air bersih secara langsung. Desa tersebut membutuhkan dukungan sarana dan prasarana berupa tandon penampungan air.

“Khusus Desa Wates, disepakati hanya meminta bantuan sarpras dari BPBD berupa tandon-tandon. Airnya nanti akan dicukupi dari sumur bor yang sudah dibangun sebelumnya,” jelas Masun.

Sementara itu, laporan kekeringan juga datang dari Desa Gelang Kulon. BPBD masih melakukan asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat. Jika hasil asesmen menyatakan perlu dilakukan distribusi air bersih, penyaluran diperkirakan mulai dilakukan pada awal pekan depan.

Menurut Masun, distribusi air di Gelang Kulon perlu diawali dengan pemenuhan sarana penampungan. Sebab, di lokasi tersebut belum tersedia tandon yang memadai untuk menampung bantuan air bersih.

“Gelang Kulon minta air bersih dan saat ini sedang asesmen. Perkiraannya Senin depan akan dilakukan distribusi pertama. Namun, prasarana harus dicukupi terlebih dahulu karena tandon belum tersedia,” ujarnya.

BPBD Ponorogo memastikan setiap laporan kekeringan akan ditindaklanjuti melalui asesmen bersama pemerintah desa. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah wilayah terdampak membutuhkan distribusi air bersih, bantuan peralatan, atau keduanya.

Masun menyebut tidak semua desa memiliki kesiapan sarana penunjang distribusi air. Karena itu, BPBD juga menyiapkan kebutuhan pendukung seperti tandon dan jeriken bagi masyarakat.

“Tidak semua desa siap dengan peralatannya. Jadi kami juga harus menyiapkan, termasuk tandon-tandon, jeriken untuk masyarakat dan seterusnya. Insyaallah kami siap, baik prasarananya maupun distribusinya,” katanya.

BPBD juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan kekeringan di Ponorogo. Salah satunya PMI yang sejak awal turut bekerja sama dalam pendistribusian air bersih ke sejumlah titik terdampak.

“Kami berterima kasih kepada banyak mitra, terutama PMI yang sejak awal sudah menggandeng kami bersama-sama melakukan dropping air di beberapa titik,” pungkas Masun. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ngawi melonjak tajam pada awal Ramadan. Di Pasar Besar Ngawi, komoditas ini kini dijual Rp120 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya Rp95 ribu. Kenaikan tersebut membuat harga cabai setara dengan harga daging sapi yang juga berada di kisaran Rp120 ribu per […]

    Bagikan
  • Pengawasan Ditingkatkan, Kompetensi Pengemudi Perahu di Telaga Sarangan Jadi Sorotan

    Pengawasan Ditingkatkan, Kompetensi Pengemudi Perahu di Telaga Sarangan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Meski sistem keamanan wisata perahu di Telaga Sarangan terus dibenahi, namun insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu perahu wisata baru-baru ini kembali memunculkan sorotan terhadap kompetensi pengemudi serta konsistensi pengawasan di lapangan. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, Eka Raditya, menyebutkan bahwa secara umum sistem keamanan […]

    Bagikan
  • Revitalisasi Pasar Sayur Dimatangkan, Ada Miskomunikasi soal Relokasi photo_camera 3

    Revitalisasi Pasar Sayur Dimatangkan, Ada Miskomunikasi soal Relokasi

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan menggelar pertemuan dengan Paguyuban Pedagang Mandiri Pasar Sayur, Selasa (10/2/2026). Forum dialog tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan pedagang untuk menyamakan persepsi soal rencana penataan dan pembangunan Pasar Sayur Magetan. Sekretaris Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menyebut audiensi itu penting untuk memastikan seluruh data pedagang […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Kota Madiun Serbu Gerakan Pasar Murah di Lapak Kampir

    Ratusan Warga Kota Madiun Serbu Gerakan Pasar Murah di Lapak Kampir

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun mengadakan gerakan pasar murah di Lapak Kampir Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun Jumat (7/3/2025). Hal ini seiring masih tingginya harga bahan pokok di pasaran pada saat momen ramadhan hingga idul fitri mendatang.  Ratusan […]

    Bagikan
  • Pohon Besar Tumbang Tutup Akses Alternatif Madiun–Ponorogo, Jalur Selingkar Wilis Rawan Longsor

    Pohon Besar Tumbang Tutup Akses Alternatif Madiun–Ponorogo, Jalur Selingkar Wilis Rawan Longsor

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup total akses jalan alternatif penghubung Kabupaten Madiun–Ponorogo di Jalan Raya Kandangan, Desa/Kecamatan Kare, Rabu (19/11/2025). Peristiwa itu terjadi setelah wilayah pegunungan tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi sejak sore hingga malam. Pada Kamis pagi (20/11/2025), warga bersama personel TNI/Polri serta relawan BPBD bergotong royong membersihkan […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Catat Angka Kriminalitas Tahun 2024 Turun

    Polres Madiun Kota Catat Angka Kriminalitas Tahun 2024 Turun

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Angka kriminalitas sepanjang 2024 di wilayah hukum Polres Madiun Kota tercatat menurun dibandingkan tahun 2023. Dalam rilis akhir tahun 2024, Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto didamping Wakapolres serta Kasat Reskrim membeberkan selama 2024 tercatat sebanyak 183 perkara dengan 163 di antaranya sudah terselesaikan. Sementara, 20 perkara lainnya masih dalam proses. […]

    Bagikan
expand_less