Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Kekeringan Meluas, BPBD Ponorogo Distribusikan 31 Ribu Liter Air Bersih

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 167
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo droping air di desa Munggu, kecamatan Bungkal. Foto : Istimewa

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo terus melakukan penanganan terhadap dampak kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah. Hingga 31 Agustus 2026, BPBD mencatat telah mendistribusikan sebanyak 31.000 liter air bersih kepada warga terdampak di dua wilayah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan laporan mengenai kekeringan telah diterima dari beberapa titik. Setiap laporan terlebih dahulu ditindaklanjuti dengan asesmen bersama pemerintah desa untuk menentukan kebutuhan warga.

Dari sejumlah laporan yang masuk, dua wilayah dinilai membutuhkan distribusi air bersih secara langsung. Keduanya yakni Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, dan Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

“Untuk kekeringan sampai dengan 31 Agustus, terlaporkan di beberapa titik. BPBD bersama pemerintah desa melakukan asesmen. Dari beberapa laporan tersebut, ada dua yang diputuskan harus dilakukan distribusi air bersih,” kata Masun.

Di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, tercatat sebanyak 189 jiwa terdampak dan mendapat pemenuhan kebutuhan air bersih. Sejak akhir Juli hingga 31 Agustus, BPBD bersama mitra telah mendistribusikan sekitar 18.000 liter air ke wilayah tersebut.

Sementara di Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, terdapat 153 jiwa yang terdampak. Pada periode yang sama, distribusi air bersih telah mencapai sekitar 13.000 liter.

Dengan demikian, total air bersih yang telah didistribusikan ke dua wilayah tersebut mencapai 31.000 liter hingga 31 Agustus. Distribusi dilakukan tidak hanya oleh BPBD, tetapi juga melibatkan sejumlah mitra, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI).

Selain distribusi air, BPBD juga menyesuaikan penanganan berdasarkan kondisi dan kesiapan masing-masing desa. Desa Wates, misalnya, berdasarkan hasil asesmen disepakati belum memerlukan distribusi air bersih secara langsung. Desa tersebut membutuhkan dukungan sarana dan prasarana berupa tandon penampungan air.

“Khusus Desa Wates, disepakati hanya meminta bantuan sarpras dari BPBD berupa tandon-tandon. Airnya nanti akan dicukupi dari sumur bor yang sudah dibangun sebelumnya,” jelas Masun.

Sementara itu, laporan kekeringan juga datang dari Desa Gelang Kulon. BPBD masih melakukan asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat. Jika hasil asesmen menyatakan perlu dilakukan distribusi air bersih, penyaluran diperkirakan mulai dilakukan pada awal pekan depan.

Menurut Masun, distribusi air di Gelang Kulon perlu diawali dengan pemenuhan sarana penampungan. Sebab, di lokasi tersebut belum tersedia tandon yang memadai untuk menampung bantuan air bersih.

“Gelang Kulon minta air bersih dan saat ini sedang asesmen. Perkiraannya Senin depan akan dilakukan distribusi pertama. Namun, prasarana harus dicukupi terlebih dahulu karena tandon belum tersedia,” ujarnya.

BPBD Ponorogo memastikan setiap laporan kekeringan akan ditindaklanjuti melalui asesmen bersama pemerintah desa. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah wilayah terdampak membutuhkan distribusi air bersih, bantuan peralatan, atau keduanya.

Masun menyebut tidak semua desa memiliki kesiapan sarana penunjang distribusi air. Karena itu, BPBD juga menyiapkan kebutuhan pendukung seperti tandon dan jeriken bagi masyarakat.

“Tidak semua desa siap dengan peralatannya. Jadi kami juga harus menyiapkan, termasuk tandon-tandon, jeriken untuk masyarakat dan seterusnya. Insyaallah kami siap, baik prasarananya maupun distribusinya,” katanya.

BPBD juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan kekeringan di Ponorogo. Salah satunya PMI yang sejak awal turut bekerja sama dalam pendistribusian air bersih ke sejumlah titik terdampak.

“Kami berterima kasih kepada banyak mitra, terutama PMI yang sejak awal sudah menggandeng kami bersama-sama melakukan dropping air di beberapa titik,” pungkas Masun. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pernikahan Unik di Hari Kesaktian Pancasila, Akad Nikah Diawali Pengibaran Bendera

    Pernikahan Unik di Hari Kesaktian Pancasila, Akad Nikah Diawali Pengibaran Bendera

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ada yang berbeda dalam prosesi pernikahan Agus Suprianto dan Eka Dwi Wahyuni di Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Kamis (1/10/2026). Berlangsung bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, prosesi pernikahan diawali dengan nuansa kebangsaan. Sebelum akad nikah, dilakukan pengibaran bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana kemudian dilanjutkan dengan […]

    Bagikan
  • Tanem, Warga Ponorogo yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Madiun

    Tanem, Warga Ponorogo yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Madiun

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Bengawan Madiun pada Sabtu (14/06/2025) akhirnya teridentifikasi sebagai Tanem (60), warga Desa/Kecamatan Sawoo, Ponorogo. Ia sempat dilaporkan hilang sejak akhir Mei lalu. Jasad korban ditemukan warga di kawasan Dukuh Banjeng, Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, dalam kondisi membusuk dan […]

    Bagikan
  • Lebih Senyap dan Modern, Ini Wajah Baru KA Bangunkarta dan Singasari yang Mulai Beroperasi

    Lebih Senyap dan Modern, Ini Wajah Baru KA Bangunkarta dan Singasari yang Mulai Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mulai pertengahan April 2026, pengalaman perjalanan kereta api dari wilayah Jawa Timur menuju Jakarta akan terasa berbeda. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menghadirkan rangkaian kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) pada dua layanan andalannya, yakni KA Bangunkarta dan KA Singasari. Perubahan ini efektif berlaku mulai 15 […]

    Bagikan
  • Penyelundupan Arak Jawa Kemasan Es Kelapa ke Lapas Madiun Digagalkan

    Penyelundupan Arak Jawa Kemasan Es Kelapa ke Lapas Madiun Digagalkan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras tradisional jenis arak jawa yang disamarkan dalam kemasan minuman Es kelapa muda (es degan). Insiden ini terjadi pada jam kunjungan, saat seorang pengunjung mencoba mengelabui petugas dengan membawa miras untuk salah satu warga binaan. Kepala Kesatuan Pengamanan […]

    Bagikan
  • Didakwa Korupsi Kolam Renang, Kades Sukosari Madiun Ajukan Eksepsi

    Didakwa Korupsi Kolam Renang, Kades Sukosari Madiun Ajukan Eksepsi

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Kepala Desa (Kades) Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Kusno, menjalani sidang perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan kolam renang desa yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (16/10/2025). Dalam perkara ini, Kusno didakwa bersama rekanan proyeknya, Eko Edi Siswanto, atas dugaan penyimpangan pada pembangunan kolam renang di […]

    Bagikan
  • Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah rumah milik Misran (46), warga Dukuh Balipanjang, Desa Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, roboh pada Rabu pagi (8/4/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Misran diketahui tengah berada di dapur. Tiba-tiba, bagian kuda-kuda atap rumah patah dan menyebabkan bangunan ambruk. Diduga kuat, […]

    Bagikan
expand_less