Anies vs 6 Kandidat Internal RSUD dr. Harjono Ponorogo, Siapa Berpeluang Jadi Direktur ?
- account_circle Sinergia Mediatama
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Perebutan kursi Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo memasuki fase penting. Tujuh kandidat masih bertahan setelah melewati tahapan assessment kompetensi.
Komposisinya menarik. Hanya satu kandidat yang berasal dari luar lingkungan RSUD dr. Harjono Ponorogo, yakni Anies Djaka Karyawan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.
Sementara enam kandidat lainnya berasal dari lingkungan internal RSUD dr. Harjono Ponorogo. Mereka adalah Ariana Widiawati, Dwi Kusumaningsih, Heni Lastari, Isna Rofiudin Ruslan, Rony Jiudianto, dan Wiwik Widiyati.
Anies sebelumnya dinyatakan lolos assessment kompetensi dan tetap bertahan dalam perebutan jabatan tersebut. Setelah tahapan assessment, seluruh kandidat dijadwalkan mengikuti uji gagasan atau makalah serta wawancara pada 2–4 September 2026.
Komposisi tujuh kandidat tersebut membuat pertarungan kursi Direktur RSDH menjadi menarik.
Anies datang dengan pengalaman dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun, sedangkan enam kandidat lainnya telah berkarier di lingkungan RSUD dr. Harjono.
Namun, asal institusi bukan menjadi dasar untuk menentukan siapa yang paling berhak menduduki jabatan tersebut.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita justru menegaskan tidak boleh ada peserta yang mendapatkan perlakuan khusus dalam proses seleksi.
“Ini tidak boleh membeda-bedakan. Kalau memang dia bagus, ya sudah, harus diangkat,” kata Lisdyarita.
Menurutnya, seluruh peserta memiliki peluang yang sama. Penilaian harus melihat kapasitas, kemampuan, gagasan, serta pemahaman terhadap persoalan instansi yang dilamar.
Untuk memperkuat proses seleksi, Pemkab Ponorogo melibatkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi negeri.
Kehadiran akademisi diharapkan membuat proses penilaian lebih objektif. Pertanyaan yang diberikan juga diharapkan mampu menggali kemampuan peserta secara lebih tajam sesuai posisi yang diperebutkan.
Bagi kandidat Direktur RSDH, tahapan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan gagasan sekaligus kemampuan membaca persoalan rumah sakit.
Siapa yang mampu menawarkan solusi paling realistis dan memiliki kapasitas untuk menjalankannya akan menjadi bagian penting dalam penilaian.
Lisdyarita juga memberikan sinyal bahwa pergantian pejabat tidak dilakukan hanya demi melakukan rotasi.
Menurutnya, pejabat yang sudah bekerja dengan baik tidak perlu digeser apabila masih mampu menjalankan tugas secara optimal.
“Kenapa kita harus menggeser orang yang sudah bagus?” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa seleksi bukan sekadar mencari figur baru, tetapi mencari kandidat yang dinilai paling mampu menjalankan tugas pada jabatan yang diperebutkan.
Dengan tujuh kandidat yang masih bertahan, persaingan kini memasuki tahap penentuan.
Anies menjadi satu-satunya kandidat dari luar lingkungan RSDH. Enam kandidat lainnya memiliki pengalaman langsung di rumah sakit tersebut.
Namun, tidak ada jaminan kandidat internal otomatis lebih unggul. Begitu pula Anies tidak otomatis memiliki keuntungan karena membawa pengalaman dari luar. Pemkab Ponorogo telah menegaskan bahwa seluruh kandidat memiliki peluang yang sama.
Kini, pertanyaan besarnya tinggal satu: siapa yang mampu meyakinkan panitia seleksi bahwa dirinya merupakan figur paling tepat untuk memimpin RSUD dr. Harjono Ponorogo?
Jawabannya akan ditentukan dari hasil seluruh tahapan seleksi dan penilaian panitia seleksi. (Tim)
- Penulis: Sinergia Mediatama
- Editor: Diez





