Jumat, 23 Okt 2026
Trending Tags

DPRD Magetan Setujui KUA-PPAS Perubahan 2026, Anggaran Infrastruktur Naik Hampir Rp. 35 Miliar

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anggaran infrastruktur Magetan bertambah hampir Rp35 miliar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan menyetujui dan menandatangani Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2026. Dalam perubahan anggaran tersebut, sektor infrastruktur menjadi salah satu pos dengan tambahan anggaran terbesar, yakni mencapai hampir Rp35 miliar.

Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah mengatakan, pembahasan perubahan APBD telah disesuaikan dengan rencana kerja DPRD serta kebutuhan yang dinilai mendesak. Ia menegaskan, tambahan anggaran untuk infrastruktur jauh lebih besar dibandingkan anggaran pengadaan kendaraan operasional bagi kecamatan yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik.

“Untuk infrastruktur di perubahan ini, penambahan anggarannya Rp34 miliar sekian, hampir Rp35 miliar. Mayoritas untuk jalan,” ujar Riyin.

Menurutnya, tambahan anggaran sekitar Rp6,7 miliar untuk sarana transportasi dan operasional kecamatan hanya sekitar lima persen dari total tambahan anggaran infrastruktur. Riyin menjelaskan, kendaraan tersebut bukan diperuntukkan khusus bagi camat, melainkan sebagai sarana operasional kecamatan dalam mendukung pelayanan dan kegiatan pemerintahan di tingkat desa.

Kebutuhan kendaraan dinilai semakin mendesak karena sebagian besar kendaraan operasional kecamatan telah berusia sekitar 18 hingga 20 tahun. Kondisinya disebut banyak yang sudah tidak layak digunakan.

“Mobil di kecamatan itu yang menggunakan bukan hanya camat. Dipakai untuk akomodasi kegiatan di kecamatan. Yang lama sudah 18 tahun, 20 tahun, rata-rata sudah tidak layak dipakai,” katanya.

Kendaraan operasional tersebut juga diproyeksikan mendukung berbagai agenda pemerintahan desa yang akan berlangsung dalam waktu dekat, termasuk penataan dan pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara serentak serta persiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Riyin menilai mobilitas aparatur kecamatan ke desa-desa akan meningkat sehingga dukungan sarana transportasi menjadi bagian dari kebutuhan operasional pemerintahan.

Riyin juga meluruskan informasi mengenai sejumlah tambahan anggaran yang sebelumnya ramai diperbincangkan. Ia menegaskan, DPRD tidak serta-merta menyetujui seluruh usulan awal eksekutif, melainkan melakukan penyesuaian setelah proses verifikasi.

Image Not Found
DPRD Magetan menyetujui KUA-PPAS Perubahan APBD 2026. Foto : Kus-Sinergia

Untuk sarana dan prasarana sekolah, misalnya, usulan awal yang disebut mencapai sekitar Rp90 miliar kemudian dipangkas menjadi sekitar Rp28 miliar. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar Rp1 miliar yang diarahkan untuk penanganan sarana pendidikan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sementara itu, tambahan anggaran untuk DPRD yang sebelumnya diajukan sekitar Rp3,1 miliar akhirnya disepakati sekitar Rp1,1 miliar. 

Riyin mengatakan, tambahan tersebut berkaitan dengan kebutuhan DPRD dalam menyesuaikan berbagai perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah pusat.

“Urgensinya karena banyak aturan yang berubah. Kalau tidak kita ikuti, kita justru berisiko karena tidak mengikuti aturan pusat. Kami harus menyesuaikan dengan kebijakan yang terus berubah,” jelasnya.

Ia mencontohkan adanya agenda koordinasi dengan pemerintah provinsi dan organisasi perangkat daerah terkait sebagai bagian dari tindak lanjut perubahan regulasi. Namun, ia menyebut rincian penggunaan anggaran tersebut masih akan diperiksa dan disesuaikan lebih lanjut.

“Ini baru rumahnya. Setelah ini rinciannya akan dicek lagi, untuk apa saja. Saya juga sudah koordinasi dengan Sekretaris DPRD terkait detail-detailnya,” ujarnya.

Riyin memastikan seluruh fraksi di DPRD Magetan menyetujui kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026. Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh unsur pimpinan DPRD dan seluruh fraksi. Menurutnya, pembagian anggaran dalam perubahan APBD tetap diupayakan berimbang dengan mempertimbangkan kebutuhan mendasar masyarakat, termasuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Terkait pengadaan videotron yang juga menjadi sorotan, Riyin meminta masyarakat melihat rencana tersebut secara proporsional. Ia menilai keberadaan videotron dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan citra dan kualitas tampilan Kabupaten Magetan. Riyin membandingkan kondisi Magetan dengan daerah sekitar seperti Kabupaten Madiun dan Ngawi yang dinilainya telah memiliki sejumlah videotron.

“Magetan sudah layak untuk upgrade seperti kabupaten sebelah. Madiun ada berapa titik, Ngawi ada berapa titik. Kita mau satu saja sudah ramai seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan, nilai pengadaan telah disesuaikan dengan Standar Satuan Harga (SSH) dan dalam proses pembahasan nilainya juga mengalami penyesuaian. Riyin memastikan pembahasan anggaran belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat tahapan lanjutan. DPRD, kata dia, akan terus melakukan pengawasan agar setiap anggaran yang telah disepakati digunakan sesuai peruntukannya.

“Kita harus bijak dalam segala hal. Setelah ini masih ada tahapan dan rapat-rapat lanjutan. Pengawasan dan semuanya akan kita maksimalkan,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miris! Pasutri Di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ibu Kandung Sendiri

    Miris! Pasutri Di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ibu Kandung Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan berhasil mengamankan sepasang suami istri dengan status pernikahan siri yang terlibat kasus pencurian sepeda motor milik keluarga sendiri. Mirisnya, korban merupakan ibu kandung dari pelaku laki-laki. Kedua pelaku yakni Irvan Rendy Saputra (23), warga Dusun Grojokan, Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, dan istrinya Rizqi […]

    Bagikan
  • Tiga Kepala OPD Alumni Jatinangor Saling Berebut Menjadi Sekda Magetan

    Tiga Kepala OPD Alumni Jatinangor Saling Berebut Menjadi Sekda Magetan

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan hingga pertengahan Agustus 2025 baru diikuti tiga pejabat. Tiga Kepala OPD yang merupakan alumni kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat bersaing ketat agar bisa duduk sebagai Sekda Magetan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, Masruri, membenarkan bahwa hanya ada tiga […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Tunggu Pertek BKN untuk Mutasi Jabatan, 11 OPD Masuk Evaluasi

    Pemkab Magetan Tunggu Pertek BKN untuk Mutasi Jabatan, 11 OPD Masuk Evaluasi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menunggu terbitnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum melaksanakan mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah posisi strategis tercatat masih kosong, termasuk jabatan camat serta sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama. Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, menjelaskan bahwa proses tersebut masih […]

    Bagikan
  • Razia Indekos, Miras dan Pasangan Kumpul Kebo Diamankan

    Razia Indekos, Miras dan Pasangan Kumpul Kebo Diamankan

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    KABUPATEN MADIUN – Pada Selasa sore, 24 Desember 2024, sehari sebelum perayaan Natal, petugas Satpol PP Kabupaten Madiun melakukan razia ke sejumlah indekos di wilayah Caruban, Kecamatan Mejayan. Dalam razia tersebut, beberapa penghuni kos dimintai data KTP dan dilakukan pemeriksaan. Dari sejumlah rumah kos yang diperiksa, petugas menemukan sebuah kamar yang dihuni oleh pasangan bukan […]

    Bagikan
  • BPBD Ngawi Minta Pengelola Wisata Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi

    BPBD Ngawi Minta Pengelola Wisata Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kab. Ngawi – Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Ngawi harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Termasuk bagi pengelola wisata alam yang ada di Kabupaten Ngawi. Terlebih, momen libur natal dan tahun baru tentu akan meningkatkan kunjungan di objek-objek wisata alam di Ngawi. Data dari BPBD Ngawi mencatat dalam beberapa hari terakhir cuaca ekstrem sering terjadi di […]

    Bagikan
  • Klaim Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Madiun Tembus Rp. 58,8 Miliar

    Klaim Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Madiun Tembus Rp. 58,8 Miliar

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Madiun mencatat telah membayarkan manfaat program jaminan sosial ketenaga kerjaan (Jamsostek) kepada peserta dengan total nilai sebesar Rp. 58,8 Miliar rupiah. Angka tersebut dari total TK klaim sebanyak 4.168 kasus klaim periode Januari hingga November 2025. Sementara data per 26 Desember 2025, tercatat […]

    Bagikan
expand_less