Kebakaran Hutan Gunung Prongos, 5 Hektare Vegetasi Terbakar
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Prongos, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026). Api membakar vegetasi hutan di Petak 117F yang berada di wilayah Desa Koripan dan Desa Bekare, Kecamatan Bungkal.
Luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Kobaran api membakar kawasan hutan rimba campur yang ditumbuhi pohon jati, sengon, serta sejumlah jenis pohon lainnya.
Proses pemadaman menghadapi kendala medan. Lokasi titik api berada di kawasan yang terjal dan berbatu sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran.
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, TNI, dan Perhutani harus berjalan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus membuat penyekatan agar api tidak meluas.
Pemadaman dilakukan secara manual dan berlangsung hingga malam hari. Kondisi medan yang curam membuat petugas harus ekstra berhati-hati saat melakukan penanganan di sekitar titik api.Anggota BPBD Ponorogo, Hadi Susanto, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
“Medannya memang agak terjal karena bebatuan dan batas tanah desa dengan hutan ini cukup curam. Kondisi malam juga menyebabkan kita agak kesulitan,” kata Hadi.
Petugas juga mewaspadai potensi api merembet ke lahan milik warga. Terlebih, di sekitar kawasan hutan terdapat sejumlah kandang ternak yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Jika api sampai menjalar ke area tersebut, pakan ternak dikhawatirkan ikut terbakar dan membahayakan warga.
“Kalau sampai menyulut ke pakan ternak tentu akan membahayakan. Hutan ini juga berbatasan langsung dengan lahan milik warga,” jelas Hadi.
Sementara itu, Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Slahung, Sudarto, mengatakan api mulai terlihat sejak Kamis siang. Setelah mengetahui adanya titik api, personel Perhutani langsung melakukan patroli dan pemantauan di kawasan tersebut.
Berdasarkan pengamatan awal, titik api berada di bagian tengah Petak 117F. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Asper untuk selanjutnya dilakukan penanganan bersama petugas gabungan.
“Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan. Tadi waktu personel kami melakukan patroli, selanjutnya kami melaporkan ke Asper dan segera kita tindak lanjuti bersama untuk melakukan pemadaman,” ujar Sudarto.
Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas gabungan juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru maupun pergerakan api menuju lahan warga.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan turut berjaga di luar rumah untuk memantau kondisi kebakaran. Mereka mengawasi pergerakan kobaran api agar tidak mengarah ke permukiman.Petugas BPBD, TNI, dan Perhutani masih melakukan pemantauan serta penyekatan di sekitar lokasi kebakaran guna mencegah api kembali meluas. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





