Rotary Club Madiun Central Edukasi Pelajar Madiun soal Kesehatan Mental dan Bahaya Cyberbullying
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 29
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Rotary Club of Madiun Central menggelar kegiatan District Governor Visit dan Youth Empowerment untuk membekali pelajar menghadapi tantangan di era digital, mulai dari cyberbullying, perundungan, ancaman keamanan pribadi hingga persoalan kesehatan mental.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Madiun, Senin (14/9/2026), dengan melibatkan pelajar tingkat SMP, SMA, SMK, MA dan sederajat dari wilayah Kota dan Kabupaten Madiun.
Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Plt Wali Kota Madiun sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, serta District Governor Rotary International District 3420, I Wayan Tur Adnyana.
President Rotary Club of Madiun Central, Cindyra Laila, mengatakan program Youth Empowerment merupakan bagian dari upaya Rotary dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui kegiatan sosial dan edukatif.
“Untuk kegiatan hari ini, ini adalah Youth Empowerment. Kita bekali anak-anak dengan sesi kesehatan mental dan juga nanti pelatihan Canva untuk melakukan kampanye,” kata Cindyra.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memang memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi secara bijak, terutama oleh generasi muda.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kesehatan mental, tetapi juga membahas self-confidence, anti-bullying, cyberbullying, keselamatan pribadi, kreativitas digital hingga keberanian pelajar menyampaikan aspirasi atau youth voice.
Cindyra menyebut program tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan. Rotary Club of Madiun Central berencana melanjutkan kegiatan melalui sesi berikutnya agar pelajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan kampanye positif di lingkungan mereka.
“Kita berharap anak-anak yang mengikuti acara ini pulang mendapatkan impact, mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi mereka dan mereka bisa menjadi dampak bagi lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, menilai pelajar merupakan kelompok yang rentan menghadapi persoalan perundungan di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, bentuk perundungan yang awalnya terlihat ringan tetap perlu mendapat perhatian. Jika dibiarkan, perilaku tersebut dikhawatirkan berkembang menjadi tindakan yang lebih serius dan berdampak terhadap kondisi psikologis anak.
“Anak-anak itu memang rawan sekali untuk adanya bullying. Meskipun bullying-nya itu ringan, tetapi itu harus dihilangkan dari jiwa-jiwa anak-anak,” kata Lismawati.
Ia menegaskan, perhatian terhadap kesehatan mental dan keamanan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat dan organisasi sosial.
Lismawati mengapresiasi kegiatan yang digelar Rotary Club of Madiun Central karena dinilai sejalan dengan upaya membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
“Kita bersama-sama untuk membangun ekosistem yang ramah,” ujarnya.
Menurut Lismawati, ekosistem yang aman dan ramah bagi anak diperlukan agar pelajar dapat tumbuh serta berkembang secara optimal. Dukungan masyarakat, kata dia, akan memperkuat berbagai upaya pemerintah dalam menciptakan ruang yang positif bagi generasi muda.
Program Youth Empowerment Rotary Club of Madiun Central juga diarahkan agar pelajar tidak sekadar menjadi penerima edukasi. Mereka didorong menjadi bagian dari penyebaran pesan positif, termasuk kampanye anti-bullying, anti-cyberbullying, kesehatan mental dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





