Kebakaran Lereng Lawu Meluas, Seluruh Jalur Pendakian Kini Ditutup Sementara
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu yang terjadi sejak Senin (14/9/2026) berdampak pada aktivitas pendakian. Seluruh jalur pendakian Gunung Lawu untuk sementara ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan, menyusul kebakaran yang membakar kawasan hutan di wilayah Magetan dan merambat ke arah Kabupaten Ngawi.
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pendaki. Pihak pengelola menilai kebakaran di satu titik kawasan Gunung Lawu dapat mengancam sejumlah jalur pendakian, terutama ketika api masih berpotensi bergerak akibat kondisi angin dan vegetasi yang kering.
Asper BKPH Lawu Selatan KPH Lawu Ds, Mulyadi, mengatakan keputusan menutup jalur pendakian diambil demi keselamatan karena kawasan Gunung Lawu memiliki beberapa jalur yang dapat terdampak apabila kebakaran meluas.
“Gunung Lawu ini ada beberapa jalur pendakian. Jadi, kalau satu titik terbakar itu akan mengancam semua jalur. Untuk itu demi keselamatan pendakian, untuk sementara waktu kita tutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar Mulyadi, Selasa (15/9/2026).
Kebakaran di sisi Magetan terjadi di wilayah RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, tepatnya Petak 50 A1 dan Petak 50 E. Berdasarkan pendataan terbaru dari pihak Perhutani, luas kawasan yang terdampak di wilayah Magetan diperkirakan mencapai sekitar sembilan hektare.
Angka tersebut lebih besar dibandingkan estimasi sementara sebelumnya yang masih berada di kisaran dua hektare. Perbedaan luasan terjadi karena pendataan dilakukan secara bertahap dan kondisi kebakaran sebelumnya masih berkembang.
Mulyadi memastikan kondisi api di wilayah Magetan saat ini telah padam. Namun, api disebut telah bergerak menuju kawasan hutan di wilayah Kabupaten Ngawi.
“Petak yang terbakar di wilayah Magetan itu RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, Petak 50 A1 dan Petak 50 E, dengan estimasi keluasan kurang lebih sembilan hektare. Untuk saat ini wilayah Magetan sudah mati, sudah padam. Api sekarang menjalar ke wilayah Ngawi,” jelasnya.
Meski titik api di wilayah Magetan telah padam, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Selain itu, petugas memperkuat ilaran atau sekat bakar di kawasan perbatasan. Sekat tersebut dibuat untuk mengantisipasi kemungkinan api dari arah Ngawi kembali merembet ke wilayah Magetan.
“Karena yang sudah padam itu kita memastikan tidak ada bara api, kemudian kita membuat ilaran untuk mengantisipasi rembetan dari jalur wilayah Ngawi,” kata Mulyadi.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, termasuk Perhutani, BPBD, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta masyarakat. Petugas masih melakukan pemantauan terhadap kawasan yang terbakar dan jalur penjalaran api.
Dengan ditutupnya seluruh jalur pendakian, masyarakat maupun calon pendaki diimbau tidak memaksakan diri memasuki kawasan Gunung Lawu hingga kondisi dinyatakan aman dan pembukaan kembali jalur pendakian diumumkan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, pemantauan terhadap kebakaran di kawasan perbatasan Magetan-Ngawi masih terus dilakukan. Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti dan masih dalam penelusuran. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





