Ini Kesepakatan Rakor Lintas Sektor Soal Parluh PSHT Pimpinan M.Taufiq di Kota Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Rencana Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dibawah pimpinan M. Taufiq di Kota Madiun menjadi atensi serius Pemerintah Daerah. Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor terkait ketentraman dan ketertiban umum di gedung GCIO Diskominfo Kota Madiun pada Senin (16/8/2026). Rakor ini dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kota/Kabupaten Madiun serta Magetan.
Dengan mempertimbangkan keamanan dan aspirasi masyarakat, maka disepakati bahwa pelaksanaan Parluh PSHT pimpinan M. Taufiq tidak digelar di Kota Madiun maupun Kabupaten Madiun. Sebelumnya telah beredar agenda Parluh tersebut pada tanggal 25-26 September 2026.
“Kesimpulan hari ini tadi menyepakati terkait yang pertama bahwa Pemerintah Kota menjamin keselamatan dari masyarakat. Sepakat bahwa untuk Parluh dipersilakan tetapi tidak di Kota Madiun,” jelas Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun usai Rakor.
Sebelumnya juga telah dilakukan Rakor pada 12 Agustus yang melibatkan masyarakat di lingkungan Padepokan Agung Madiun di Jalan Merak. Mereka meminta agar pelaksanaan Parluh tidak dilakukan di lokasi tersebut. Pasalnya, mereka khawatir terhadap potensi keamanan serta trauma peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya.
“Rakor tanggal 12 Agustus, masyarakat bersurat kemudian kami terima audiensi sudah menyampaikan bahwa kekhawatiran terkait keamanan dan pengalaman yang sudah pernah terjadi. Sehingga hari ini juga kita berkoordinasi dengan Kabupaten Madiun dan juga Kabupaten Magetan. Jadi keamanan yang paling utama,” imbuhnya.

Dalam kesepakatan tersebut juga disampaikan bahwa Forkopimda Magetan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Parluh PSHT pimpinan M.Taufiq. Namun, hal itu menunggu koordinasi oleh pihak penyelenggara.
“Nanti menunggu dari pihak penyelenggara. Yang sudah siap Magetan. Magetan siap menerima,” jelas Bagus.
Tidak hanya terkait aspirasi masyarakat, kegiatan Parluh tersebut juga bertepatan dengan agenda Manasik Haji Akbar. Kota Madiun telah ditunjuk oleh Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) untuk pelaksanaan tersebut yang direncanakan pada 25-27 September 2026.
“Iya ada Manasik Haji Akbar tanggal 25-27 nanti. Jadi potensi keamanan telah di mapping oleh pihak kepolisian. Juga menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





