Sekolah Rakyat Ngawi Sudah Berjalan, Guru dan SDM Pendukung Masih Dipenuhi Bertahap
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Ngawi telah berjalan dan kini menampung lebih dari 200 siswa. Namun, pemenuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung operasional sekolah tersebut masih berlangsung.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan proses seleksi guru Sekolah Rakyat Ngawi masih dilakukan dan ditargetkan selesai pada akhir September atau awal Oktober 2026. Selain guru, sejumlah tenaga kependidikan dan pendukung operasional juga masih dalam proses pemenuhan.
Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf saat berdialog dengan siswa dan orang tua siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ngawi, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, kepala sekolah juga belum ditetapkan secara definitif. Pemerintah Kabupaten Ngawi telah mengusulkan sejumlah nama untuk kemudian diseleksi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
“Dari beberapa nama yang diusulkan itu akan kita pilih dan kita tetapkan sebagai kepala sekolah,” kata Saifullah Yusuf.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari proses penyiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang masih berada pada tahap awal. Mensos mengakui fase awal membutuhkan penyesuaian dari berbagai pihak, mulai dari siswa, guru, pemerintah daerah hingga Kementerian Sosial.
Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendukung di Sekolah Rakyat Ngawi juga masih cukup besar. Mensos menyebut perlunya tambahan personel keamanan, petugas kebersihan, guru bantu, wali asrama, hingga wali asuh.

Pemerintah daerah bahkan diminta turut memberikan dukungan terhadap kebutuhan tersebut. Untuk keamanan, misalnya, Sekolah Rakyat masih memerlukan tambahan personel yang sementara dapat didukung dari unsur Satpol PP.
Sementara untuk kebersihan dan pengelolaan sampah, dukungan juga diharapkan dari perangkat daerah terkait. Kebutuhan lain mencakup wali asrama dan wali asuh yang akan mendampingi siswa selama mengikuti pendidikan berbasis asrama.
“Yang kita titipkan betul-betul di sini adalah kepada Pak Bupati, dukungan untuk merawat, menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran dari proses pembelajaran di sini,” ujar Saifullah Yusuf.
Sekolah Rakyat memiliki konsep pendidikan berasrama sehingga kebutuhan sumber daya manusia tidak hanya terbatas pada tenaga pengajar di ruang kelas. Pendampingan siswa juga berlangsung dalam kehidupan mereka di lingkungan asrama.
Karena itu, Mensos meminta Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk memberikan penguatan terhadap berbagai kebutuhan yang muncul selama program berjalan.
Di Ngawi, Sekolah Rakyat tersebut menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang ditujukan untuk memberikan akses belajar kepada anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok sasaran program pemerintah. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





