Berita Terkini
Trending Tags

Empat Hari Empat Malam Tempuh Perjalanan, Relawan Magetan Antar Bantuan hingga Satar Punda Barat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 46
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Relawan Magetan membawa bantuan kemanusiaan menuju Satar Punda Barat, NTT. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Misi kemanusiaan relawan asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung penuh tantangan. Selama empat hari empat malam perjalanan, tim harus menghadapi kemacetan, antrean penyeberangan, perjalanan laut berjam-jam hingga kembali merasakan guncangan gempa saat tiba di lokasi tujuan.

Sebanyak 10 relawan yang tergabung dalam tim BPBD Magetan, BAZNAS, dan komunitas Relawan 24 Jam membawa bantuan senilai sekitar Rp125 juta menuju Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Salah satu relawan, Setyo Budi Hariyanto, mengatakan tim berangkat dari Magetan pada Selasa (15/9/2026) menggunakan dua kendaraan operasional BPBD dan Relawan 24 Jam yang dipenuhi paket bantuan.

“Perjalanan dari Magetan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sudah menghadapi kendala karena macet dan antrean panjang selama 10 jam. Beruntung kami dibantu tim Basarnas Banyuwangi untuk proses penyeberangan,” ujar Hari.

Dari Ketapang, rombongan menyeberang menuju Bali, kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar enam jam sebelum kembali menyeberang melalui Pelabuhan Lembar, Lombok. Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Kayangan hingga Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tantangan perjalanan belum berakhir setelah rombongan tiba di Pelabuhan Sape. Mereka harus menunggu sekitar 18 jam sebelum dapat melanjutkan penyeberangan menuju Labuan Bajo.

Perjalanan laut menuju Labuan Bajo ditempuh sekitar delapan jam menggunakan kapal kecil sambil membawa berbagai bantuan. Di antaranya pakaian untuk orang dewasa dan anak-anak, perlengkapan salat, paket sembako, serta santunan untuk anak yatim yang dihimpun dari para donatur.

Kondisi laut yang cukup menantang membuat sebagian anggota tim mengalami mabuk laut.

“Delapan jam mengarungi laut dengan ombak yang cukup menantang bikin beberapa teman mabuk laut. Dari Labuan Bajo, kami masih harus menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam lagi untuk sampai ke lokasi,” tuturnya.

Setelah perjalanan panjang tersebut, rombongan akhirnya tiba di Desa Satar Punda Barat pada 19 September 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Namun, kedatangan mereka justru disambut guncangan gempa. Bumi Manggarai Timur kembali berguncang ketika para relawan baru tiba di lokasi.

Image Not Found
Relawan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa. Foto : Istimewa

Desa tersebut dipilih sebagai sasaran penyaluran bantuan setelah para relawan memperoleh informasi mengenai minimnya bantuan yang masuk ke wilayah tersebut. Informasi awal diperoleh dari unggahan media sosial mengenai keluhan camat setempat, kemudian diperkuat melalui koordinasi dengan warga lokal yang dikenal tim.

Selama dua hari berada di Satar Punda Barat, relawan tidak hanya mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana. Mereka juga bergotong royong membangun sebuah musala yang nantinya dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah sekaligus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Image Not Found
Relawan Magetan bergotong royong membangun musala di lokasi bencana. Foto : Istimewa

Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan sekitar 120 kepala keluarga muslim yang tinggal di wilayah tersebut.

“Kami di desa ini bertahan dua hari, menyalurkan bantuan berupa baju, santunan anak yatim, hingga membangun sebuah musala. Kita peduli kepada saudara kita yang kena musibah, baik muslim maupun nonmuslim. Saat ini kami perjalanan pulang menuju Magetan,” jelas Hari.

Menurutnya, bantuan yang dibawa merupakan bentuk kepedulian masyarakat Magetan kepada warga yang terdampak bencana. Penyaluran dilakukan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok masyarakat.

Setelah tim menyelesaikan kegiatan dan meninggalkan lokasi, gempa kembali mengguncang wilayah tersebut. Gempa susulan bermagnitudo 5,3 dengan kedalaman 10 kilometer terjadi pada 21 September 2026 pukul 08.41 WITA.

Rangkaian gempa tersebut membuat sebagian warga masih memilih tidak tidur di dalam rumah karena khawatir terjadi guncangan susulan.

Selain kondisi pascabencana, para relawan juga menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau selama berada di lokasi. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi sambutan warga terhadap rombongan dari Magetan.

Interaksi selama penyaluran bantuan dan pembangunan musala justru meninggalkan kesan tersendiri bagi para relawan. Mereka melihat kehidupan masyarakat setempat tetap diwarnai semangat gotong royong dan toleransi meski berada dalam situasi pascabencana.

“Sempat membuat warga dan teman-teman dari Magetan ketakutan. Di sana memang masih jarang penduduk yang berani tidur di dalam rumah. Tujuan kami murni kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, tanpa memandang latar belakang. Toleransi di sana luar biasa, warga sangat menghargai dan menyambut kami dengan hangat,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meski Bulog Salurkan 18 Ribu Liter Per Pekan, Minyakita di Pasar Sayur Magetan Diharga Rp. 21 Ribu Per Liter

    Meski Bulog Salurkan 18 Ribu Liter Per Pekan, Minyakita di Pasar Sayur Magetan Diharga Rp. 21 Ribu Per Liter

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penyaluran MinyaKita oleh Perum Bulog di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Magetan belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat konsumen. Meski setiap pekan digelontorkan hingga 18 ribu liter minyak goreng bersubsidi, MinyaKita di Pasar Sayur Magetan masih dijual seharga Rp21.000 per liter atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Targetkan Kepala Sekolah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Wali Kota Maidi Targetkan Kepala Sekolah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menunjukkan komitmennya terhadap keberlangsungan dan peningkatan mutu pendidikan dengan melantik 16 kepala sekolah baru. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Adiwiyata Barat, Dinas Pendidikan Kota Madiun, dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi pada Jumat (23/05/2025). Pelantikan ini dilakukan sebagai respon cepat atas banyaknya kursi kepala […]

    Bagikan
  • Jembatan Garuda Penghubung Madiun-Ponorogo Segera Dibangun

    Jembatan Garuda Penghubung Madiun-Ponorogo Segera Dibangun

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, meninjau lokasi pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI di Desa Lembah, Kecamatan Delopo, Kabupaten Madiun, Rabu (3/6/2026).  Jembatan yang akan dibangun tersebut nantinya menjadi akses penghubung strategis antar kabupaten. “Jembatan ini nantinya akan menjadi salah satu akses penghubung antara Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Ponorogo,” kata Danrem […]

    Bagikan
  • Suasana Khidmat Tirtayatra Umat Hindu, Perjalanan Suci Sarat Makna, Harapan dan Perjuangan

    Suasana Khidmat Tirtayatra Umat Hindu, Perjalanan Suci Sarat Makna, Harapan dan Perjuangan

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Mojokerto – Di bawah terik matahari yang menyengat, suasana hening menyelimuti pelataran Pura Bala Widya Mandira di kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Bangsal, Mojokerto. Tak ada hiruk pikuk, hanya lantunan doa dan wajah-wajah khusyuk dari puluhan umat Hindu yang datang dari berbagai daerah di eks Karesidenan Madiun juga umat Hindu Mojokerto. Mereka bukan sekadar pelancong […]

    Bagikan
  • Kampung Bahasa Bulukerto Magetan Tawarkan Belajar Empat Bahasa Gratis, Target Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa

    Kampung Bahasa Bulukerto Magetan Tawarkan Belajar Empat Bahasa Gratis, Target Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya melestarikan bahasa sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dilakukan Pemerintah Kelurahan Bulukerto, Kabupaten Magetan, melalui program Kampung Bahasa. Program yang digagas sejak 2023 itu kini berkembang menjadi pusat pembelajaran gratis yang mengajarkan empat bahasa, yakni bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, dan Arab. Bahkan, pesertanya pun mencapai ratusan orang dari berbagai daerah. Tak hanya […]

    Bagikan
  • Bupati dan Wabup Magetan Ikuti Pembekalan Nasional di IPDN Jatinangor

    Bupati dan Wabup Magetan Ikuti Pembekalan Nasional di IPDN Jatinangor

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dan Wakil Bupati Suyatni Priasmoro mengikuti kegiatan pendidikan kepemimpinan kepala daerah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Retret Gelombang II yang dilaksanakan sejak Minggu (22/06/2025) hingga Kamis (26/06/2025). Kehadiran keduanya dalam kegiatan tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Bagian Tata […]

    Bagikan
expand_less