Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Longsor, Banjir hingga Angin Kencang Mengintai Magetan, Kesiapsiagaan Diperkuat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mitigasi dini diperkuat untuk menekan risiko bencana selama musim hujan. (4/11/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring datangnya musim hujan, Kabupaten Magetan mulai memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor. Sebanyak 150 personel gabungan dari unsur pemerintah daerah, kepolisian, relawan, hingga dunia usaha disiap siagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana selama musim penghujan.

Kesiapan tersebut ditandai melalui Apel Kesiapan Tanggap Darurat Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Magetan Tahun 2026 yang digelar di halaman Polres Magetan, Rabu (4/11/2026). Apel ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antar lembaga dalam menghadapi situasi darurat.

Kapolres Magetan AKBP Bagas Sancoyoning Aji mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya bertumpu pada pengerahan personel saat terjadi kejadian, tetapi juga membutuhkan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

“Kurang lebih ada 150 personel gabungan dari seluruh elemen, baik pemerintah, Polres maupun relawan, untuk siap siaga mengantisipasi bencana hidrometeorologi,” ujar Bagas.

Menurutnya, Polres Magetan juga telah menginstruksikan jajaran untuk turun langsung ke masyarakat guna menyosialisasikan potensi bencana di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan menindaklanjuti instruksi Kapolda Jawa Timur sejak pekan sebelumnya.

Melalui para Bhabinkamtibmas, kepolisian melakukan identifikasi wilayah rawan sekaligus memberikan himbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana.

Image Not Found
Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi digelar di Polres Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Bagas menekankan pentingnya masyarakat memahami langkah penyelamatan diri ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi maupun angin kencang. Warga diminta menghindari kawasan berisiko, seperti berada di bawah pohon besar, serta menjauhi daerah aliran sungai yang berpotensi mengalami peningkatan debit air.

“Musim hujan sudah dimulai sejak minggu kemarin. Kami menghimbau masyarakat untuk selalu siap siaga apabila terjadi curah hujan tinggi maupun angin kencang, serta mengetahui posisi yang aman,” tegasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo menyebut, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Pemerintah, relawan, dan dunia usaha menjadi tiga pilar penting dalam upaya penanggulangan bencana.

Menurutnya, musim penghujan diprediksi berlangsung mulai akhir Oktober 2026 hingga Februari 2027 mendatang. Dalam periode tersebut, sejumlah ancaman bencana berpotensi meningkat, terutama tanah longsor, banjir, angin kencang, dan pohon tumbang.

“Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen dan kesiapan kita dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Seluruh unsur, termasuk personil, peralatan, dan armada, harus selalu siap ketika kondisi darurat membutuhkan penanganan,” jelas Eka.

Dia mengungkapkan, Kecamatan Poncol, Plaosan, dan Panekan menjadi sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus terhadap potensi tanah longsor. Sementara itu, ancaman banjir selama ini kerap terjadi di Kecamatan Kartoharjo.

Namun, perkembangan kondisi cuaca juga menunjukkan potensi genangan di kawasan perkotaan Magetan. Meski genangan yang terjadi relatif singkat, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Selain itu, kejadian angin kencang di Kecamatan Kartoharjo beberapa waktu lalu menjadi pengingat pentingnya mitigasi terhadap ancaman pohon tumbang dan kerusakan bangunan. Sekitar 25 rumah dilaporkan terdampak, dengan mayoritas mengalami kerusakan ringan.

Eka menegaskan, pemeriksaan kondisi pohon di sepanjang jalan utama juga menjadi bagian penting dari upaya mitigasi. Pohon yang berpotensi tumbang perlu mendapat penanganan untuk meminimalkan risiko terhadap pengguna jalan maupun permukiman.

BPBD Magetan menilai, upaya penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan personel dan peralatan ketika bencana terjadi. Mitigasi atau langkah pencegahan sebelum bencana justru menjadi aspek penting untuk menekan dampak kerusakan maupun kerugian.

Mitigasi dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, sosialisasi wilayah rawan, serta penguatan infrastruktur pengendalian bencana. Sejumlah langkah mitigasi struktural juga dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), di antaranya pembuatan sodetan, normalisasi saluran, dan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.

“Yang paling penting dalam penanggulangan bencana adalah prabencana, yakni mitigasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan. Kalau kita terlambat melakukan mitigasi, dampaknya bisa berupa kerusakan yang lebih besar maupun biaya penanganan yang semakin tinggi,” ungkap Eka.

Dia menambahkan, tanggung jawab penanggulangan bencana bukan hanya berada di pundak BPBD. Seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait harus memiliki peran serta kesadaran yang sama dalam membangun kesiapsiagaan.

Dengan penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, serta langkah mitigasi sejak dini, pemerintah daerah berharap potensi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan dapat diantisipasi secara optimal. Masyarakat juga diharapkan lebih tanggap terhadap perubahan cuaca dan segera melakukan langkah pengamanan apabila berada di wilayah rawan bencana. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keseruan Bermain Sambil Belajar di Kids Library Demangan

    Keseruan Bermain Sambil Belajar di Kids Library Demangan

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tak salah jika Kota Madiun menjadi Kota yang ramah anak. Bagaimana tidak, anak-anak tidak akan bingung untuk memilih tempat untuk bermain atau pun sambil belajar. Ya, di sudah Taman Hijau Demangan, Pemerintah Kota Madiun telah menyediakan fasilitas umum yakni Kids Library. Fasilitas itu merupakan ruang perpustakaan yang dirancang khusus untuk […]

    Bagikan
  • Sekitar 20 Persen Masyarakat Kab Madiun Belum Tersentuh Layanan BPJS

    Sekitar 20 Persen Masyarakat Kab Madiun Belum Tersentuh Layanan BPJS

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Meski kabupaten Madiun menyandang status Universal Health Coverage (UHC). Namun tidak serta merta masyarakat setempat bisa mendapatkan pelayanan BPJS kesehatan. Ternyata ada 20 persen dari jumlah masyarakat tersebut keikutsertaan dalam BPJS kesehatan bisa di aktifkan dan non-aktifkan untuk menekan budget anggaran. Hal ini baru diketahui, setelah anggota dewan dari gabungan […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Terjunkan 15 Personel SAR untuk Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

    BPBD Magetan Terjunkan 15 Personel SAR untuk Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mengirim 15 personel dalam tim SAR gabungan untuk membantu pencarian seorang pendaki yang hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Pencarian ditempuh melalui jalur Bukit Jobolarangan via Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Plt Kalaksa BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, menyampaikan bahwa […]

    Bagikan
  • Teror Hewan Liar Serang Kambing Warga Dagangan, DKPP Madiun Turunkan Tim

    Teror Hewan Liar Serang Kambing Warga Dagangan, DKPP Madiun Turunkan Tim

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Serangan hewan liar terhadap ternak kambing milik warga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menyebut, insiden ini telah berlangsung sejak pertengahan Januari 2026 dan menimbulkan korban ternak mati maupun luka-luka. Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, Harris Imballo R. Siregar, […]

    Bagikan
  • Pertamina Siagakan Satgas RAFI 2026, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman Saat Ramadan-Lebaran

    Pertamina Siagakan Satgas RAFI 2026, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman Saat Ramadan-Lebaran

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kesiapan pasokan energi selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026 melalui pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI). Satgas tersebut mulai beroperasi sejak 9 Maret hingga 1 April 2026 mendatang untuk menjamin kelancaran distribusi bahan bakar minyak […]

    Bagikan
  • Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Sawah Madiun

    Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Sawah Madiun

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Jebakan tikus menggunakan aliran listrik kembali memakan korban. Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas dalam kondisi tertelungkup di area persawahan Dusun Titang, Desa Bakur, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Selasa (15/9/2026). Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB. Saat ditemukan, tubuh korban berada di pinggir sawah dan diduga menindih kabel yang digunakan sebagai […]

    Bagikan
expand_less