Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Viral di Media Sosial, Jalan Berbunga Tabebuia di Magetan Suguhkan Nuansa Bak Jepang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bunga tabebuia bermekaran menghiasi jalan kawasan Dukuh Gedangan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Deretan bunga tabebuia yang bermekaran dengan warna-warni mencolok menghadirkan panorama cantik di jalan kawasan Dukuh Gedangan, Desa Candirejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Keindahan bunga yang menyerupai sakura di Jepang ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengunjung yang ingin menikmati suasana berbeda sekaligus mengabadikannya dalam foto dan video.

Pesona jalan berbunga tersebut belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok. Tak sedikit warga yang penasaran dan datang langsung untuk menyaksikan keindahannya.

Seprrti Anjani Salmai Holida dan rekannya Celsia Widiatna Aulia Putri. Kedua pengunjung ini mengaku terkesan dengan pemandangan bunga tabebuia yang bermekaran di sepanjang jalan. Bagi mereka, panorama tersebut menghadirkan suasana yang mengingatkan pada keindahan bunga sakura di Jepang.

Keduanya menghabiskan waktu dengan berfoto, merekam video, serta menikmati suasana di sekitar lokasi. Warna bunga yang beragam, mulai dari kuning, putih, merah muda hingga ungu, menjadi daya tarik utama.

Image Not Found
Warga mengabadikan keindahan bunga tabebuia yang sedang mekar. Foto : Kus-Sinergia

“Bagus banget, seperti lagi di Jepang. Bunganya cantik dan seru banget,” ungkap mereka.

Selain untuk menikmati keindahan alam, foto dan video yang diambil juga menjadi kenang-kenangan sekaligus bahan unggahan di media sosial. Mereka memilih menikmati suasana tanpa memetik bunga yang bermekaran.

Daya tarik serupa juga dirasakan Candra Darusman. Ia sengaja datang ke kawasan Gedangan setelah melihat sejumlah video keindahan jalan berbunga tersebut berseliweran di TikTok.

Menurutnya, tabebuia yang kerap dijuluki sakura Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pariwisata Magetan. Terlebih, bunga dengan aneka warna itu mampu menghadirkan suasana estetik yang menarik perhatian masyarakat.

“Ini kelihatannya jenis tabebuia, sakuranya Indonesia. Warnanya bermacam-macam, ada putih, kuning, merah muda atau pink, dan ungu,” kata Candra.

Ia berharap keberadaan tanaman tabebuia tidak hanya menjadi daya tarik musiman di kawasan Gedangan, tetapi juga dapat dikembangkan di sejumlah titik lain di Magetan. Menurutnya, penanaman bunga serupa di berbagai kawasan publik dapat memperkuat identitas Magetan sebagai daerah tujuan wisata.

Candra menyebut, sejumlah lokasi di Magetan juga telah memiliki tanaman tabebuia, di antaranya kawasan sekitar Alun-Alun Magetan, lapangan di Candirejo, serta Taman Refugia.

Ia berharap Magetan dapat semakin banyak ditumbuhi tabebuia, terutama saat memasuki musim berbunga. Dengan demikian, keindahan panorama yang menyerupai Jepang dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat maupun wisatawan.

“Kalau perlu, Magetan dipenuhi tanaman seperti ini saat musimnya, supaya seperti Jepang. Ini sangat menunjang sektor pariwisata. Orang-orang pasti semakin penasaran untuk berkunjung ke Magetan,” ujarnya.

Bagi Candra, keindahan bunga tabebuia juga menjadi sarana promosi wisata yang efektif. Pengunjung yang mengabadikan momen dan membagikannya melalui media sosial secara tidak langsung turut memperkenalkan Magetan kepada masyarakat yang lebih luas.

Fenomena mekarnya tabebuia di kawasan Gedangan menjadi gambaran bagaimana keindahan ruang publik dapat menghadirkan pengalaman wisata sederhana, tetapi berkesan. Selain menjadi tempat bersantai dan berburu foto, panorama tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat daya tarik wisata Magetan melalui keindahan alam dan penataan lingkungan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di PBM Stabil, Bumbu Dapur dan Sayur Mulai Alami Kenaikan Menjelang Ramadhan

    Harga Sembako di PBM Stabil, Bumbu Dapur dan Sayur Mulai Alami Kenaikan Menjelang Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Madiun (PBM) terpantau stabil. Sebagian besar komoditas sembako, seperti beras dan minyak goreng harga jual tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan sebulan atau dua bulan lalu. “Harga sembako seperti beras dan minyak goreng masih tetap normal, seperti bulan lalu, […]

    Bagikan
  • Dugaan Rasuah Kolam Renang Desa Sukosari dan Gemarang Menggantung, Muncul Lagi Laporan APBDes Simo

    Dugaan Rasuah Kolam Renang Desa Sukosari dan Gemarang Menggantung, Muncul Lagi Laporan APBDes Simo

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perkerjaan rumah tim penyidik Kejari Kab. Madiun kian bertambah pasca laporan APBDes Simo Kec. Balerejo Tahun 2021-2024. Padahal dugaan rasuah dua kasus besar yakni kolam renang di Desa Gemarang, Kec. Gemarang dan Desa Sukosari Kec. Dagangan belum tuntas. Tak pelak desakan dan sindiran muncul agar penyidik Kejari tidak mengantung perkaranya. […]

    Bagikan
  • Tradisi Bersih Desa dan Kirab Budaya Warnai Perayaan HUT RI ke-80 di Kelurahan Pandean

    Tradisi Bersih Desa dan Kirab Budaya Warnai Perayaan HUT RI ke-80 di Kelurahan Pandean

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, menggelar tradisi bersih desa dan kirab budaya untuk menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (01/08/2025) ini diawali dengan doa bersama di punden atau sendang, yang kemudian dilanjutkan dengan perebutan tumpeng dan kirab budaya oleh warga dari berbagai kalangan. Ratusan […]

    Bagikan
  • Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun 2025 5,69 Persen, DPRD Soroti Piutang Rp15 Miliar dan Peran UMKM

    Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun 2025 5,69 Persen, DPRD Soroti Piutang Rp15 Miliar dan Peran UMKM

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda Penyampaian Rekomendasi LKPJ Tahun 2025, Rabu (22/4/2026), menjadi ruang evaluasi terbuka atas kinerja pembangunan daerah. Sorotan utama mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai target serta pengelolaan piutang daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah. Tercatat pertumbuhan ekonomi Kota Madiun tahun 2025 tercatat sebesar […]

    Bagikan
  • Komisi A DPRD Magetan Nilai Hibah Lahan untuk Kampus Unesa Jadi Investasi Jangka Panjang Daerah

    Komisi A DPRD Magetan Nilai Hibah Lahan untuk Kampus Unesa Jadi Investasi Jangka Panjang Daerah

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Komisi A DPRD Kabupaten Magetan menilai rencana hibah lahan untuk pengembangan Kampus V Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Maospati merupakan investasi strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah. Keberadaan kampus dinilai tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat perkembangan kawasan perkotaan. Ketua Komisi […]

    Bagikan
  • BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Penjualan Rumah di Kota Madiun Diprediksi Kian Lesu

    BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Penjualan Rumah di Kota Madiun Diprediksi Kian Lesu

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25 persen diprediksi memberi tekanan besar terhadap sektor properti, khususnya penjualan rumah berbasis Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pelaku usaha properti di Kota Madiun menilai kebijakan tersebut berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan memperberat cicilan konsumen. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota […]

    Bagikan
expand_less