Viral di Media Sosial, Jalan Berbunga Tabebuia di Magetan Suguhkan Nuansa Bak Jepang
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Deretan bunga tabebuia yang bermekaran dengan warna-warni mencolok menghadirkan panorama cantik di jalan kawasan Dukuh Gedangan, Desa Candirejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Keindahan bunga yang menyerupai sakura di Jepang ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengunjung yang ingin menikmati suasana berbeda sekaligus mengabadikannya dalam foto dan video.
Pesona jalan berbunga tersebut belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok. Tak sedikit warga yang penasaran dan datang langsung untuk menyaksikan keindahannya.
Seprrti Anjani Salmai Holida dan rekannya Celsia Widiatna Aulia Putri. Kedua pengunjung ini mengaku terkesan dengan pemandangan bunga tabebuia yang bermekaran di sepanjang jalan. Bagi mereka, panorama tersebut menghadirkan suasana yang mengingatkan pada keindahan bunga sakura di Jepang.
Keduanya menghabiskan waktu dengan berfoto, merekam video, serta menikmati suasana di sekitar lokasi. Warna bunga yang beragam, mulai dari kuning, putih, merah muda hingga ungu, menjadi daya tarik utama.

“Bagus banget, seperti lagi di Jepang. Bunganya cantik dan seru banget,” ungkap mereka.
Selain untuk menikmati keindahan alam, foto dan video yang diambil juga menjadi kenang-kenangan sekaligus bahan unggahan di media sosial. Mereka memilih menikmati suasana tanpa memetik bunga yang bermekaran.
Daya tarik serupa juga dirasakan Candra Darusman. Ia sengaja datang ke kawasan Gedangan setelah melihat sejumlah video keindahan jalan berbunga tersebut berseliweran di TikTok.
Menurutnya, tabebuia yang kerap dijuluki sakura Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pariwisata Magetan. Terlebih, bunga dengan aneka warna itu mampu menghadirkan suasana estetik yang menarik perhatian masyarakat.
“Ini kelihatannya jenis tabebuia, sakuranya Indonesia. Warnanya bermacam-macam, ada putih, kuning, merah muda atau pink, dan ungu,” kata Candra.
Ia berharap keberadaan tanaman tabebuia tidak hanya menjadi daya tarik musiman di kawasan Gedangan, tetapi juga dapat dikembangkan di sejumlah titik lain di Magetan. Menurutnya, penanaman bunga serupa di berbagai kawasan publik dapat memperkuat identitas Magetan sebagai daerah tujuan wisata.
Candra menyebut, sejumlah lokasi di Magetan juga telah memiliki tanaman tabebuia, di antaranya kawasan sekitar Alun-Alun Magetan, lapangan di Candirejo, serta Taman Refugia.
Ia berharap Magetan dapat semakin banyak ditumbuhi tabebuia, terutama saat memasuki musim berbunga. Dengan demikian, keindahan panorama yang menyerupai Jepang dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat maupun wisatawan.
“Kalau perlu, Magetan dipenuhi tanaman seperti ini saat musimnya, supaya seperti Jepang. Ini sangat menunjang sektor pariwisata. Orang-orang pasti semakin penasaran untuk berkunjung ke Magetan,” ujarnya.
Bagi Candra, keindahan bunga tabebuia juga menjadi sarana promosi wisata yang efektif. Pengunjung yang mengabadikan momen dan membagikannya melalui media sosial secara tidak langsung turut memperkenalkan Magetan kepada masyarakat yang lebih luas.
Fenomena mekarnya tabebuia di kawasan Gedangan menjadi gambaran bagaimana keindahan ruang publik dapat menghadirkan pengalaman wisata sederhana, tetapi berkesan. Selain menjadi tempat bersantai dan berburu foto, panorama tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat daya tarik wisata Magetan melalui keindahan alam dan penataan lingkungan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





