Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Krisis Air Bersih Belum Usai, 1.789 Warga Ngawi Masih Bergantung pada Bantuan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 20
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Distribusi 10 ribu liter air bersih langsung habis diserbu warga. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah belum sepenuhnya mengakhiri krisis air bersih di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga Rabu (4/11/2026), sebanyak 1.789 jiwa yang tersebar di 23 desa pada tujuh kecamatan masih terdampak kekeringan. Warga pun masih bergantung pada distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut terlihat di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar. Puluhan warga berbondong-bondong mendatangi bak penampungan untuk mendapatkan bantuan air bersih yang disalurkan anggota DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, pada Minggu (1/11/2026).

Dengan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken hingga galon bekas air mineral, warga rela mengantre demi mendapatkan air. Sebanyak 10 ribu liter air yang didistribusikan di desa tersebut langsung habis dalam waktu singkat karena tingginya kebutuhan masyarakat.

Air bantuan itu digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, mandi, hingga memenuhi kebutuhan minum ternak. Kondisi ini menunjukkan betapa terbatasnya akses air bersih yang masih dihadapi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, mengatakan krisis air bersih masih terjadi meskipun hujan telah turun di beberapa wilayah. Intensitas hujan yang masih terbatas belum cukup untuk memulihkan sumber-sumber air milik warga.

“Meski sejumlah wilayah sudah turun hujan, krisis air bersih di Ngawi masih berlangsung. Hujan memang sudah turun dua kali, tetapi sumur-sumur warga masih mengering,” ungkap Partoyo.

Bahkan, hujan yang telah turun belum mampu mengisi kembali sumur warga yang telanjur mengering akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat masih harus dipenuhi melalui distribusi bantuan.

BPBD mencatat, total 1.789 jiwa di 23 desa pada tujuh kecamatan masih membutuhkan pasokan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, distribusi bantuan dilakukan secara rutin dengan volume mencapai sekitar 32 ribu liter air setiap hari.

Salah satu wilayah yang masih mengalami kesulitan air berada di Dusun Jati Suwak, Desa Suruh, Kecamatan Bringin. Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, sumur milik warga mengering sehingga masyarakat tidak lagi bisa mengandalkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dusun Jati Suwak, Sugiarto, mengungkapkan warga kini hanya bisa mengandalkan bantuan air dari pemerintah. Ketika pasokan bantuan tidak datang, mereka terpaksa mencari sumber air alternatif hingga ke kawasan pinggir waduk setempat.

“Untuk kebutuhan air, warga hanya mengandalkan bantuan. Kalau tidak ada bantuan, terpaksa mencari air ke pinggir waduk. Hujan baru sekali, tetapi sumber air di sini justru hilang,” ungkap Sugiarto.

Kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat karena sumber air alternatif yang tersedia juga tidak mudah dijangkau. Warga harus mencari dan membawa air dari kawasan waduk untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Adapun 23 desa yang masih terdampak krisis air bersih tersebar di Kecamatan Karanganyar, Pitu, Ngawi, Bringin, Kasreman, Padas, dan Karangjati.

Di tengah kondisi tersebut, warga berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan distribusi air tangki sebagai penanganan darurat. Mereka menginginkan pembangunan sumur bor atau sumur dalam sebagai solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Pasalnya, ketergantungan terhadap bantuan air bersih setiap tahun bukan hanya menyulitkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah rawan kekeringan.

Sementara itu, BPBD Ngawi masih melakukan penyaluran air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Turunnya hujan diharapkan segera diikuti peningkatan ketersediaan air tanah sehingga warga dapat kembali memanfaatkan sumber air secara mandiri. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tebing Kandangan Longsor Putus Akses Alternatif Madiun – Ponorogo, Butuh Alat Berat Untuk Evakuasi Material

    Tebing Kandangan Longsor Putus Akses Alternatif Madiun – Ponorogo, Butuh Alat Berat Untuk Evakuasi Material

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Kandangan Desa/Kecamatan Kare Kabupaten Madiun Jumat pagi (31/01/2025). Tebing setinggi 8 meter longsor menutup akses jalan alternatif penghubung Kabupaten Madiun – Ponorogo.  Kepala Dusun Kandangan, Gianto menjelaskan dampak longsor ini, warga yang berasal dari Ponorogo hendak ke Madiun ataupun sebaliknya tidak bisa melewati jalan […]

    Bagikan
  • Potensi Kerugian Negara Rp. 5 Miliar, Pemkot Madiun dan Bea Cukai Gencar Berantas Rokok Ilegal

    Potensi Kerugian Negara Rp. 5 Miliar, Pemkot Madiun dan Bea Cukai Gencar Berantas Rokok Ilegal

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya pemberantasan rokok ilegal di wilayah Kota Madiun terus digencarkan. Hal itu menyikapi data tahun 2024, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madiun berhasil menggagalkan peredaran sekitar 7 juta batang rokok tanpa cukai, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp7,5 miliar. Sementara itu, hingga September 2025, jumlah penindakan sudah […]

    Bagikan
  • Hanya 1 SMP Negeri di Kartoharjo, Ini Langkah Dindik Kota Madiun pada SPMB 2026

    Hanya 1 SMP Negeri di Kartoharjo, Ini Langkah Dindik Kota Madiun pada SPMB 2026

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Madiun dipastikan tetap berjalan normal meski Kecamatan Kartoharjo hanya memiliki satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri, yakni SMP Negeri 8 Madiun. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, menegaskan kondisi tersebut selama ini tidak menimbulkan persoalan serius karena akses antarwilayah […]

    Bagikan
  • Persiapan Haji 2026, Kemenag Magetan Tunggu Regulasi Resmi Kuota dan Pelunasan

    Persiapan Haji 2026, Kemenag Magetan Tunggu Regulasi Resmi Kuota dan Pelunasan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kementerian Agama Kabupaten Magetan mulai menjalankan sejumlah tahap awal persiapan keberangkatan haji tahun 2026. Meski regulasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum diterbitkan, langkah teknis di tingkat daerah sudah berlangsung, terutama verifikasi data dan screening kesehatan calon jemaah. Menurut data sementara tingkat Provinsi Jawa Timur, kuota haji tahun […]

    Bagikan
  • Pria Pengamen Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

    Pria Pengamen Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga di kawasan Jalan Bangka, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kos, Sabtu (16/5/2026). Kejadian ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Laporan masyarakat yang masuk sekitar pukul 08.00 WIB langsung ditindaklanjuti petugas Polsek Magetan Kota bersama tim medis. Setibanya di […]

    Bagikan
  • Tenggelam di Sungai Bengawan Madiun, Remaja Ngawi Ditemukan Mengapung di Bendungan Bojonegoro

    Tenggelam di Sungai Bengawan Madiun, Remaja Ngawi Ditemukan Mengapung di Bendungan Bojonegoro

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Bojonegoro – Pencarian terhadap RA (14) asal Ngawi yang tenggelam di aliran Sungai Bengawan Madiun berujug duka. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang di Bendungan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (14/4/2025) sore. Seorang pekerja proyek bendungan melihat benda mencurigakan mengambang di permukaan air. Setelah didekati, ternyata itu adalah jasad manusia. Tim SAR gabungan […]

    Bagikan
expand_less