Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Krisis Air Bersih Belum Usai, 1.789 Warga Ngawi Masih Bergantung pada Bantuan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Distribusi 10 ribu liter air bersih langsung habis diserbu warga. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah belum sepenuhnya mengakhiri krisis air bersih di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga Rabu (4/11/2026), sebanyak 1.789 jiwa yang tersebar di 23 desa pada tujuh kecamatan masih terdampak kekeringan. Warga pun masih bergantung pada distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut terlihat di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar. Puluhan warga berbondong-bondong mendatangi bak penampungan untuk mendapatkan bantuan air bersih yang disalurkan anggota DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, pada Minggu (1/11/2026).

Dengan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken hingga galon bekas air mineral, warga rela mengantre demi mendapatkan air. Sebanyak 10 ribu liter air yang didistribusikan di desa tersebut langsung habis dalam waktu singkat karena tingginya kebutuhan masyarakat.

Air bantuan itu digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, mandi, hingga memenuhi kebutuhan minum ternak. Kondisi ini menunjukkan betapa terbatasnya akses air bersih yang masih dihadapi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, mengatakan krisis air bersih masih terjadi meskipun hujan telah turun di beberapa wilayah. Intensitas hujan yang masih terbatas belum cukup untuk memulihkan sumber-sumber air milik warga.

“Meski sejumlah wilayah sudah turun hujan, krisis air bersih di Ngawi masih berlangsung. Hujan memang sudah turun dua kali, tetapi sumur-sumur warga masih mengering,” ungkap Partoyo.

Bahkan, hujan yang telah turun belum mampu mengisi kembali sumur warga yang telanjur mengering akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat masih harus dipenuhi melalui distribusi bantuan.

BPBD mencatat, total 1.789 jiwa di 23 desa pada tujuh kecamatan masih membutuhkan pasokan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, distribusi bantuan dilakukan secara rutin dengan volume mencapai sekitar 32 ribu liter air setiap hari.

Salah satu wilayah yang masih mengalami kesulitan air berada di Dusun Jati Suwak, Desa Suruh, Kecamatan Bringin. Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, sumur milik warga mengering sehingga masyarakat tidak lagi bisa mengandalkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dusun Jati Suwak, Sugiarto, mengungkapkan warga kini hanya bisa mengandalkan bantuan air dari pemerintah. Ketika pasokan bantuan tidak datang, mereka terpaksa mencari sumber air alternatif hingga ke kawasan pinggir waduk setempat.

“Untuk kebutuhan air, warga hanya mengandalkan bantuan. Kalau tidak ada bantuan, terpaksa mencari air ke pinggir waduk. Hujan baru sekali, tetapi sumber air di sini justru hilang,” ungkap Sugiarto.

Kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat karena sumber air alternatif yang tersedia juga tidak mudah dijangkau. Warga harus mencari dan membawa air dari kawasan waduk untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Adapun 23 desa yang masih terdampak krisis air bersih tersebar di Kecamatan Karanganyar, Pitu, Ngawi, Bringin, Kasreman, Padas, dan Karangjati.

Di tengah kondisi tersebut, warga berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan distribusi air tangki sebagai penanganan darurat. Mereka menginginkan pembangunan sumur bor atau sumur dalam sebagai solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Pasalnya, ketergantungan terhadap bantuan air bersih setiap tahun bukan hanya menyulitkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah rawan kekeringan.

Sementara itu, BPBD Ngawi masih melakukan penyaluran air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Turunnya hujan diharapkan segera diikuti peningkatan ketersediaan air tanah sehingga warga dapat kembali memanfaatkan sumber air secara mandiri. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unik! Seserahan Pernikahan di Ponorogo Berupa Sepasang Domba Merino

    Unik! Seserahan Pernikahan di Ponorogo Berupa Sepasang Domba Merino

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seserahan pernikahan umumnya berupa perlengkapan alat salat, perhiasan, pakaian, atau kebutuhan rumah tangga. Namun, pasangan pengantin di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ini memilih seserahan yang tidak biasa. Wilujeng Sri Utami dan Malindo Agus Sutrisno menghadirkan sepasang domba jenis Merino sebagai hadiah pernikahan. Momen tersebut berlangsung saat resepsi […]

    Bagikan
  • Puluhan Kendaraan Dinas Akan Dilelang, Mayoritas dalam Kondisi Rusak Berat

    Puluhan Kendaraan Dinas Akan Dilelang, Mayoritas dalam Kondisi Rusak Berat

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bakal melelang puluhan kendaraan dinas yang sudah tak lagi layak pakai. Proses lelang akan digelar secara daring lewat situs resmi milik negara. Total ada 95 unit kendaraan yang akan dilepas, terdiri dari 12 mobil dan 83 sepeda motor. Seluruhnya […]

    Bagikan
  • Bupati Tinjau Langsung Proyek Pengendalian Banjir di Ponorogo

    Bupati Tinjau Langsung Proyek Pengendalian Banjir di Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meninjau langsung sejumlah proyek pengendalian banjir di wilayahnya. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan seluruh proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam mengurangi risiko bencana banjir. Salah satu proyek yang ditinjau adalah normalisasi dam di Kelurahan Tonatan. Proyek ini merupakan bagian dari upaya jangka […]

    Bagikan
  • Sidang Perdana Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko, Jaksa Ungkap Tiga Kasus Korupsi

    Sidang Perdana Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko, Jaksa Ungkap Tiga Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Sinergia | Sidoarjo – Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (10/4/2026). Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Sugiri didakwa terlibat dalam tiga perkara korupsi yang mencakup dugaan suap dan gratifikasi. Sidang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan dua terdakwa lain, yakni Direktur RS Harjono […]

    Bagikan
  • Pemkab dan DPRD Kabupaten Madiun Teken Pakta Integritas Antikorupsi 2:45 Play Button

    Pemkab dan DPRD Kabupaten Madiun Teken Pakta Integritas Antikorupsi

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Madiun menandatangani Pakta Integritas Antikorupsi dalam rapat paripurna pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) non-APBD, Kamis (29/1/2026). Penandatanganan tersebut juga diikuti jajaran eksekutif yang diwakili Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi. Penandatanganan pakta integritas ini disebut sebagai bentuk penguatan komitmen legislatif dan eksekutif dalam […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Garap Perkebunan dan Wisata Petik Melon

    Wali Kota Maidi Garap Perkebunan dan Wisata Petik Melon

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari target 100 hari kerja yang berfokus pada peningkatan ekonomi. Salah satu fokus utama adalah memperbanyak perkebunan melon. “Untuk memenuhi kebutuhan melon di Kota Madiun yang mencapai puluhan ton, kita akan tanami bibit melon di lahan yang tidak […]

    Bagikan
expand_less